
Dokter Rena yang mengetahui Kimmy tiba - tiba pingsan dan dokter Rena yang masih berada di dalam lingkungan Rumah Sakit segera memanggil bantuan dari orang - orang di sekitar mereka.
Para tenaga medis yang kebetulan sedang berada di dekat mereka segera mendekat dan membantu dokter Rena untuk membawa Kimmy kembali ke ruang Unit Gawat Darurat.
Dokter Rena segera mengambil beberapa tindakan medis untuk membuat Kimmy kembali tersadar, dokter Rena mulai melakukan pemeriksaan kepada Kimmy
Dan setelah beberapa saat kemudian dokter Rena menyadari mengapa sampai Kimmy tiba-tiba bisa jatuh pingsan seperti tadi
Dengan menggenggam hasil pemeriksaan, dokter Rena tersenyum dan menunggu Kimmy sadar untuk segera memberikan tahukan kabar gembira tersebut.
Tidak butuh waktu lama untuk melihat Kimmy kembali tersadar dari pingsan nya Kimmy mulai membuka mata dan melihat ada dokter Rena duduk di samping tempat tidurnya.
"Dokter Rena, apa yang terjadi denganku?
Dokter Rena melihat Kimmy sudah sadar dan mulai tersenyum ke arah dirinya.
"Nona kapan anda terakhir datang bulan? "
"Hmm entahlah dokter aku lupa, aku terlalu banyak pikiran akhir-akhir ini sehingga itu mungkin mempengaruhi siklus datang bulan ada apa dokter Ren?"
"Nona coba tebak mengapa kau pingsan dan mengapa aku menanyakan kapan nona terakhir datang bulan"?
Dokter Rena tersenyum dan Kimmy hanya terdiam, dan tidak butuh waktu lama untuk Kimmy bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya.
"Dokter Ren, aku hamil? betul aku hamil? "
Kimmy menutup mulut dengan ke dua tangan nya, Kimmy menangis sambil menatap dokter Rena.
" Ya nona Kim anda hamil dan usia kandungan anda kira - kira sudah delapan minggu"
"Dokter hiks, hiks, hiks, aku hamil, aku akan jadi seorang ibu hiks, hiks"
Dokter Rena menggenggam tangan Kimmy dan tersenyum ke arah nya.
"Benar nona sebentar lagi anda akan menjadi seorang ibu, aku akan memberitahukan ini kepada Edward"
Segera dokter Rena beranjak dari sisi tempat tidur Kimmy untuk mengambil ponsel dan memberitahukan kehamilan Kimmy kepada Edward.
"Dokter tunggu, jangan lakukan itu kumohon jangan"
Kimmy menarik tangan dokter Rena dan menahan dokter Rena untuk tidak memberitahukan kehamilan dirinya kepada Edward.
"Nona apa yang membuatmu akan menutupi kehamilan ini? Edward adalah Ayah dari calon bayi yang ada di dalam kandungan mu saat ini dan dia harus tau jika istrinya sedang mengandung"
"Dokter ku mohon jangan lakukan itu, aku punya beberapa pertimbangan dan alasan khusus mengapa untuk sementara aku tidak bisa memberitahukan kepada Edward tentang kehamilan ku ini hiks, hiks, hiks"
Dokter Rena yang sudah berdiri dari tempat duduk dan bersiap untuk memberitahukan pada akhirnya kembali duduk dan menatap Kimmy dalam - dalam.
"Baiklah aku tidak akan memberitahukan kepada Edward tentang hal ini namun nona Kim harus bercerita kepadaku mengapa nona sengaja menutup kehamilan ini? "
Dokter Rena terus menatap tajam ke arah Kimmy di dalam hati nya yang paling dalam sebenarnya dia tidak setuju jika Kimmy harus menutupi kehamilan nya itu, namun di satu sisi apa yang dikatakan Kimmy memang ada benarnya juga.
"Baiklah nona Kim jika ini memang sudah menjadi sebuah keputusan mu kuharap kau bisa menghasilkan keputusan yang terbaik, nona Kim nona harus ingat jika sebenarnya kehadiran suami itu sangat diperlukan terutama pada kondisi wanita yang sedang hamil, nona tidak mudah untuk menjalani kehamilan itu seorang diri"
"Iya dokter aku mengerti hiks hiks, hiks, berikan aku waktu untuk berpikir"
"Baik nona Kim beristirahat lah"
Setelah berkata demikian dokter Rena meninggalkan ruangan Unit Gawat Darurat tempat Kimmy sadar.
Sementara itu kini hanya tinggal Kimmy seorang diri di dalam ruangan tersebut, Kimmy mulai menangis tanpa suara hatinya begitu sedih ketika belum sanggup untuk memberitahukan hal tersebut kepada Edward.
Sayang maafkan mama yah, mama belum bisa memberitahukan kepada Papa keberadaan mu di dalam perut Mama saat ini, Mama melakukan itu untuk menjaga dirimu sayang hiks, hiks, hiks, hiks, hiks
Kimmy kembali menangis di dalam ruangan yang sepi itu dan sesekali memegang perut nya dan kembali berbicara kepada calon anaknya tersebut.
Sementara itu Edward yang sudah pulang ke rumah putih, perasaan nya mendadak kacau, pikirannya tiba-tiba terus mengingat tentang istrinya Edward memiliki firasat bahwa ada sesuatu hal yang sedang terjadi dengan orang yang dia sangat cintai itu, lama Edward tenggelam dalam setiap firasat - firasat yang saat ini sedang dirasakan nya sampai ada sebuah suara membuyarkan segalanya .
"Tuan Edward, tuan Edward "
Seseorang menepuk pundaknya dan Edward melihat Doni sang asisten pribadi yang sudah sembuh dan bisa keluar Rumah Sakit pada hari ini.
" Don bagaimana keadaan mu? apakah kau sudah sehat? "
" Tuan saya sudah sehat dan siap kembali bekerja kepada tuan, tuan maafkan saya yang pada hari itu gagal melindungi tuan Edward dari nona Cassandra sehingga hal tersebut bisa terjadi"
"Don aku tidak menyalahkan siapapun termasuk juga dirimu, karena memang pada saat itu dia menggunakan trik yang sangat licik"
"Lalu tuan apa yang harus kita lakukan saat ini? di luar masih banyak media yang memuat tentang wajah dari tuan Edward dan nona Cassandra saat masih di dalam kamar berdua"
"Don, kau ambil di brankas pribadiku rambut milik nona Cassandra dan rambut milik Clarissa, lakukan test DNA dengan hasil yang paling cepat"
"Tuan mencurigai bahwa nona Cassandra adalah nona Clarissa? "
" Mungkin bisa dikatakan seperti itu Don, terdengar hal yang bodoh memang karena wajah mereka berbeda"
"Tuan sebenarnya itu bukan hal bodoh dan mungkin saja bisa terjadi jika nona Clarissa melakukan operasi plastik dan merubah jati dirinya"
Deg
Ucapan Doni menghentakkan hati Edward, selama ini Edward sama sekali tidak pernah berpikir tentang hal ini, Cassandra dan Clarissa adalah satu orang dan itu mungkin bisa terjadi jika Clarissa merubah semua jati diri termasuk wajah nya.
"Kau benar Don itu bisa terjadi Cassandra dan Clarissa adalah orang yang sama"
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.