I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KEPIKIRAN




Setelah obrolan di bawah rasanya pikiran Citra  sudah tidak bisa dikendalikan,  pikirannya terus melayang ke arah pembicaraa nya bersama kedua orang tua nya.


Bahkan  dia juga  tidak tahu siapa dan bagaimana rupa  perawakan dari lelaki yang akan dijodohkan padanya


Ini semua seperti mimpi tidak pernah terlintas di pikiran nya untuk menikah di umur 19 tahun.


" ARHGGGGG kenapa sih harus kayak gini"


Citra berteriak prustasi  sambil menghentakkan salah satu kakinya ke lantai, untung saja kamarnya ini adalah ruangan kedap suara jadi  teriakannnya tidak akan di dengar oleh orang tua nya


"Tapi kira kira siapa ya cowo yang jadi suami gue?"   Citra bergumam bertanya pada diri nya sendiri


" OMG!!!! gimana kalau aki aki? Mesum terussss  ARHGGGG  gua gak mau!!!!" entah lah tiba tiba Citra histeris sendiri


Ketika tengah sibuk dengan pikirannya sendiri tidak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar nya


[ TOK TOK TOK]


"iyah sebentar"


 


Jawab citra dengan sambil berlari kecil untuk membukakkan  pintu dan melihat siapa,yang ada di balik pintu tersebut


[Ceklek]


Ternyata yang mengetok  pintu adalah pembantu nya  bik shani


" oohh bibi kenapa bik"


Tanya cita


" ini non makan malamnya sudah siap, nyonya nyuruh saya buat manggil non untuk makan malam bersama di bawah" jelas bik shani kepada Citra


"Ohh iya bikin bentar lagi Citra kebawah Citra mau bebersih  sebentar"


Ya Citra belum sempat bebersih  pulang tadi, lihat lah karena perjodohan ini, hanya sekedar bebersih saja  tidak di lakukan oleh Citra


" yasudah non nanti saya sampaikan pada nyonya dan tuan saya duluan ya non "


Pamit bikin shani sopan


 


"Iyah bik"  jawab Citra dan langsung menutup pintu kamarnya setelah melihat bik sani sudah menjauh dari kamar nya


setelah selesai bebersih,Citra pun langsung bergegas turun kebawah untuk makan malam bersama  dengan orang tuanya,


"Ehh citra kamu udah siap ya bebersih nya sini sayang duduk di samping mama "


Ucap mama lita sambil menepuk Nepuk kursi di sebelah nya


"Iyh mah"


Di tengah tengah acara makan mereka tiba tiba  papa mengeluarkan suaranya


"Citra,ada yang mau Papa bicarakan"


Ucap Papa sambil menatap Citra


" Bicara apa pa, bilang aja citra dengerin kok "


Jawab Citra sambil memasukkan makanan kemulutnya


" jadi, tadi orang yang akan meminjamkan dana sama papa menelepon papa dia mau... "


Papa vero menggantungkan ucapannya karena  sedikit ragu, sedangkan Citra hanya menunggu  kelanjutan dari cerita papa nya  sambil terus memakan makanan yang ada di piring nya


"Dia mau pernikahan akan dilangsungkan dua minggu lagi" lanjut papa


"Uhuk uhuk!


Citra yang mendengar ucapan  papanya  langsung tersedak,karena terkejut mendengar penuturan sang papah.


Mama lita   buru-buru memberikan anaknya  segelas  air, sambil menepuk nepuk belakang tubuh anak-anak gadisnya.


" kamu nggak papa sayang?" tanya Mama Lita khawatir dengan keadaan sang putih tercinta nya


"Iyah mah nggak apa-apa kok, tapi emang harus secepat itu ya pernikahannya?"


  "iya sayang ,karena beliau inginnya pernikahan   lebih cepat di laksanakan ,tetapi jika kamu tidak mau atau berubah pikiran,  papa akan segera berbicara  pada Beliau, sebelum semua terlambat, supaya beliau tidak terlalu berharap"  kata papa vero  dengan wajah yang di sedih sedih kan


"nggak  pah, Citra gak berubah pikiran  kok, cuman Citra hanya sedikit bingung, memikirkan Bagaimana menyiapkan sebuah pernikahan hanya dengan waktu singkat 2 (dua) minggu saja?"  Jelas  Citra  pada  sang papa


"Citra mereka itu orang yang sangat-sangat kaya mereka adalah keluarga  yang terkenal di kalangan - kalangan menengah atas, bahkan kekayaan mereka sudah tidak terhitung lagi, perusahaan mereka menyebar ke seluruh negara-negara maju, bukan hanya dengan 2 minggu, bahkan dengan  1 hari pun mereka bisa membuat  acara pernikahan yang mewah"


Ucap Papa  menjelaskan kan ke pada putri nya


*apakah se - kaya itu?, lalu kalau memang sekaya itu kenapa mereka mencari seorang menantu dengan sebuah alasan sebagai  syarat  dari sebuah hutang? Kenapa mereka tidak  mencari sebuah menantu yang  setara dengan mereka , model kek apa kek kan bisa* 


Citra terus berbicara dan bertanya pada diri nya sendiri, pikirannya melayang layang entah kemana  tak tentu arah .


----------‐---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Halo guys 👋untuk chapter kali ini sampai di sini dulu ya.


aku mungkin aku bakalan update sekitar dua hari sekali, dan aku minta maaf kalau banyak typo dan salah- salah penyusunan kata  ya guys .


dan  mungkin kurang sesuai dengan keinginan kalian, jangan lupa buat support aku terus dengan cara follow akun aku, like cerita aku  dan komen di cerita-cerita aku dengan tanggapan yang baik


Oke terima kasih semua nya 🙏



TBC