
Hari itu Doni, para pengawal dan beberapa tim dokter terbaik datang ke rumah Kimmy, Edward meminta mereka datang secepat mungkin kesana, Edward menginginkan kondisi mertua dan adik iparnya diperiksa saat itu juga untuk mengetahui langkah selanjutnya seperti apa.
Kimmy hanya memandang Edward untuk segala sesuatu yang telah dilakukan suaminya tersebut.
Kimmy tau bahwa Edward begitu perhatian terhadap keluarganya, Edward begitu mempedulikan Ibunya, itu sebabnya saat Doni dan tim dokter datang serta berbicara pada Edward Kimmy memilih untuk duduk tenang di ruang tamu dan membiarkan mereka semua bekerja.
Edward seorang konglomerat berhati sedingin es hari ini dalam sejarah hidupnya melakukan sesuatu hal yang terbaik untuk orang lain dan itu untuk orang yang dicintainya, Edward tidak banyak bicara namun tindakan yang paling dia utamakan.
Selesai Edward berbicara dengan Doni dan tim dokter, Edward mendekati Kimmy untuk memberitahukan hasil pembicaraan mereka
"Sayang bagaimana hasil pembicaraan kalian? apa keputusan mu?
Untuk sementara mungkin aku tidak bisa mengizinkan mereka untuk tinggal di rumah putih aku akan membawa mereka berdua ke Negara E untuk melakukan pengobatan baik untuk Ibu ataupun Natan, semakin baik ditangani maka kesembuhan nya akan semakin bagus"
Kimmy yang mendengar keputusan Edward merasakan sangat sedih karena setelah ini mereka akan kembali berpisah lama.
"Sudahlah jangan wajahmu seperti itu, saat ini aku bukan hanya ingin mereka berkumpul dengan kita dalam keadaan seperti itu aku ingin mereka berkumpul dengan kita dalam keadaan sehat, apa kau mau melihat orang tua mu datang ke rumah putih dalam keadaan seperti itu?
Cobalah berpikir lebih lagi, kau tidak perlu khawatir untuk mereka aku akan memberikan service VVIP dan jaminan atas namaku ketika mereka berada di Negara E dalam masa pengobatan mereka, jadi itu keputusan ku dan kuharap kau tidak melawan keputusan ku kali ini, jangan jadi istri yang cengeng ingat kau sekarang adalah seorang nona besar dan istri dari Edward Chandradinata jadi aku tidak mau istri ku mengeluarkan air matanya secara percuma dihadapan ku, untuk Natan aku yang akan berbicara pada dirinya"
Setelah Edward mengatakan hal tersebut dia segera kembali untuk berdiskusi dengan Doni dan para dokter, lalu setelah itu Edward menghampiri Natan dan berbicara padanya entah apa pembicaraan mereka berdua karena Kimmy tidak dapat mendengar kan apapun, Kimmy menyadarkan dirinya di kursi dan mencoba mencerna segala keputusan Edward yang terkesan sepihak.
TUHAN terkadang aku tidak mengerti jalan pikiran laki-laki yang saat ini bersama-sama dengan ku, namun aku akan mencoba percaya pada dirinya karena dia adalah kepala keluarga untuk saat ini.
"Kak Kim, kak Kim "terdengar Natan memanggil Kimmy,dan Kimmy membuka matanya didepan penglihatan nya Kimmy melihat Edward sudah berdiri dengan Natan berada di sampingnya.
" Natan bagaimana?"
"Kak Natan akan mengikuti permintaan nya, Natan akan pergi Negara E untuk berobat, jadi kakak tidak perlu khawatir lagi pada Natan dan Ibu semua pasti akan baik-baik saja"
Kimmy memandang wajah adiknya yang polos, dia takjub akan setiap ketegaran yang Natan tunjukan, entah apa yang Edward katakan padanya, namun kini perlahan Kimmy mulai menyadari bahwa keputusan yang diambil Edward tidak salah.
"Sayang maafkan kakak yang tidak dapat mengantarkan Natan, maafkan yah"
Kimmy memeluk adik kesayangan nya tersebut, dia tau di dalam hati adiknya itu ada sedikit rasa takut, namun Natan tidak menujukan kepada Kimmy.
Kimmy menganggukan kepala dan membiarkan Natan kembali diajak Edward untuk bertemu dengan para pengawal dan tim dokter, para pengawal membantu persiapan Ibu dan Natan untuk menuju ke Negara E, mereka akan menggunakan jet pribadi milik keluarga Chandradinata, mereka akan ditemani oleh para pengawal, dan para pelayan serta banyak orang selama berada di Negara E.
Sore itu Kimmy memeluk Ibu dan Natan secara bergantian untuk melepas kepergian mereka, Kimmy mencoba untuk tidak menangis namun air matanya tetap mengalir, perlahan Kimmy hanya menatap mobil yang membawa mereka ke bandara.
"Ayo kita pulang, kau mau tetap dirumah ini atau mau pulang bersama denganku?"
Sambil berkata seperti itu Edward meninggalkan Kimmy ke arah mobil dan Kimmy segera mengikuti Edward dari belakang.
Sepanjang perjalanan pulang Kimmy menyandarkan kepalanya di bahu Edward rasanya masih seperti mimpi ketika dia berhasil mengunjungi keluarga namun baru beberapa jam bertemu mereka harus kembali berpisah dan mungkin dalam keadaan yang cukup lama.
Sesampainya di rumah Kimmy langsung masuk ke dalam kamar, Edward yang mengerti kondisi hati istrinya segera mengikutinya dari belakang.
Di dalam kamar, Kimmy kembali memeluk Edward untuk mengusir setiap rasa sedihnya pelan-pelan Kimmy mulai mencium suaminya tersebut.
Edward yang tidak siap segera menghindari Kimmy.
"Hari ini aku sedang sedih, aku ingin kau memanjakan aku dan aku berharap aku tidak menolak ku biarkan malam ini aku yang mengendalikan permainan ini"
Tanpa butuh persetujuan Edward Kimmy kembali mencoba mencium Edward dan mencumbu nya, hati Edward bergejolak saat Kimmy melakukan itu kepada dirinya sebagai laki-laki dia begitu bergairah ketika Kimmy mencoba mengendalikan setiap permainan pada kali ini, Kimmy terus mencumbu Edward dengan penuh gairah dan gejolak Edward yang sudah memuncak membuat dia ingin melakukan kekerasan itu lagi, Kimmy mencoba untuk menahan kedua tangan Edward agar tidak mengambil cambuk dari ikat pinggang nya namun ternyata tenaga Kimmy kalah besar dengan Edward.
Edward mendorong tubuh Kimmy menjauh dari dirinya hingga membuat Kimmy terjatuh ke lantai dan Edward begitu saja kembali meninggalkan Kimmy sendirian di kamar seorang diri.
"Edward jangan tinggalkan aku kumohon jangan!!! hiks, hiks, hiks, hiks"
Kimmy berteriak histeris sambil menangis sangat kencang namun Edward sama sekali tidak menghiraukan teriakan nya, saat ini Edward hanya berpikir menghampiri nona malam untuk menyalurkan ini semuanya karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyentuh Kimmy.
Edward masuk ke dalam mobil menuju hotel yang biasa dia gunakan untuk melakukan pertempuran nya dengan para nona malam yang sudah disiapkan Doni beberapa saat ketika Edward langsung menghubungi dirinya.
Sementara Kimmy terus menangis histeris di dalam kamar tersebut.
"Kau jahat Edward, kau jahat. Sampai kapan kau lari dari setiap permasalahan yang sedang terjadi arrrrhhh hiks, hiks, hiks, hiks"
Kimmy terus menangis dalam keadaan terlungkup di lantai kamar, sesekali kedua tangannya memukul - mukullantai kamar tersebut, rasa sakit yang dialaminya malam hari ini lebih dahsyat daripada malam-malam sebelumnya.