
" Aku benci ada lahir di dalam keluarga Louis"
Dengan penuh marah Clarissa memukul - mukul kemudi mobil nya itu.
Clarissa melajukan mobil nya dengan berurai air mata, hatinya begitu sedih karena dia masih melihat begitu banyak dendam di dalam keluarga besar nya yang belum terselesaikan.
"Tuhan, hiks, hiks, hiks, aku tidak kuat Tuhan jika harus menjalani semuanya sendirian, aku harus merawat Michelle, aku juga harus menghadapi Kakek Lauren dan saat ini ada satu rahasia besar yang aku sendiri tidak tau apakah aku akan terbuka dengan setiap kebenaran yang ada, atau aku hanya berpura-pura tidak tau melihat pertumpahan darah yang mungkin bisa terjadi, aku harus bagaimana Tuhan hiks, hiks, hiks"
Dengan air mata nya yang terus mengalir Clarissa melajukan mobilnya ke Rumah sakit.
Dan tak beberapa lama mobil yang dikemudikan oleh Clarissa sudah tiba di Rumah Sakit, Clarissa mengambil kaca rias kecil dari dalam tas nya untuk memastikan bahwa wajahnya tidak terlihat habis menangis di hadapan Michelle kecil.
"Aku harus terlihat ceria di depan putri kecil ku, bagaimanapun juga dia tidak boleh tau jika kondisi mamanya saat ini sedang menderita"
Setelah Clarissa selesai merapikan dirinya, Clarissa segera turun dari dalam mobil dan menuju ke ruang tempat Michelle di rawat.
Sepanjang perjalanan menuju ke ruangan Michelle, Clarissa tidak menyadari bahwa sedari tadi ada satu sosok laki-laki yang diam - diam terus mengikuti dirinya, karena Clarissa terlalu sibuk dengan pikirannya dia tidak pernah menyadari jika sudah beberapa hari ini ada seorang laki - laki yang betul - betul sedang memperhatikan dirinya.
Tak beberapa lama Clarissa masuk ke ruang rawat, dan seperti biasa Clarissa hanya mendapatkan Michelle bermain dengan seorang perawat.
"Mama, mama Michelle kangen dengan Mama"
Seorang gadis kecil yang begitu gembira ketika tau bahwa sang mama sudah terlihat kembali di depan mata sang gadis kecil tersebut.
Tanpa pikir panjang Clarissa segera menghampiri sang gadis kecil tersebut, kemudian memeluk nya.
"Sayang, Mama juga rindu dengan Michelle, maafkan mama yah sayang jika akhir - akhir ini Mama jadi jarang bisa menemani mu bermain di Rumah Sakit ini"
"Mama jangan sedih, Michelle kan anak yang kuat"
"kemarilah, Mama ingin dipeluk oleh putri kecilnya Mama"
Michelle langsung berlari ke arah pelukan dari Clarissa.
"Ma"
"Iya Michelle sayang "
" Papa Ed sedang sibuk ya Ma? "
" Papa Ed? "
" Iya Ma, Michelle kangen Papa Ed, Papa Ed tidak pernah kesini bermain bersama dengan Michelle "
Deg
Hati sangat sedih mendengarkan ungkapan dari putri kecilnya itu, Edward memang menjamin semua pengobatan Michelle dengan fasilitas VVIP, namun satu yang tidak Edward bisa jaminkan kepada putri kecilnya ini, hal tersebut adalah waktu yang lebih untuk Michelle.
Dengan tarikan nafas panjang pada akhirnya Clarissa mencoba untuk menjelaskan kepada Michelle.
"Sayang, Papa Ed sedang sibuk, sekarang kan sudah ada Mama jadi Michelle bisa bermain dengan Mama kan? "
Michelle kecil mengendurkan pelukan nya dari sang Ibu,menatap mata sang Ibu dan kembali tersenyum seakan - akan Michelle menerima segala kondisi yang telah terjadi.
Sementara itu di balik pintu ruangan ada seorang laki-laki yang sedari tadi memperhatikan Ibu dan anak tersebut dengan perasaan rindu, ingin sekali laki - laki tersebut bergabung dengan mereka berdua.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.