
"Liu Yen, berikan darah tersebut ke tuan Jian Lee semua berkas yang aku minta sudah lengkap"
" Baiklah Dokter Fanny"
Dan pada akhirnya darah Clarissa kini sudah berada di tangan Jian Lee.
"Akhirnya aku bisa juga mendapatkan contoh darah ini"
Jian Lee sengaja mengucapkan hal tersebut agar terdengar oleh Fanny, persyaratan yang diajukan Fanny kepada Jian Lee, menurut Jian Lee terlalu berlebihan sehingga terkadang membuat Jian Lee kesal terhadap wanita yang saat ini harus menjadi satu tim dengan dirinya.
"Tuan Jian Lee, aku mengerti akan ucapan mu itu, satu hal yang harus tuan ketahui kedepannya aku sama sekali tidak akan mengurangi semua standar yang sudah aku terapkan, terlebih ini adalah pasien khusus maka semua hal yang berhubungan dengan nona Clarissa harus melalui prosedur yang lebih ekstra hati - hati, jika tidak ada yang perlu kita bicarakan silahkan tuan Jian Lee keluar dari ruangan ini"
Setiap ucapan Fanny pada akhirnya bisa membungkam mulut dari Jian Lee ketika dia akan memulai satu langkah awal perdebatan nya.
"Baiklah, selamat pagi nona Fanny"
Jian Lee yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi kini keluar dari ruangan dan langsung menuju ke parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil nya.
"Dasar wanita, semoga aku tidak terlalu lama menjadi satu tim dengan nya"
Jian Lee mengatakan hal tersebut sambil melajukan mobil nya untuk kembali ke dalam perusahaan Farmasi.
Sesampainya Jian Lee di perusahaan tersebut, Jian Lee segera menyerahkan contoh darah dari Clarissa kepada tuan Martin dan pada akhirnya pekerjaan pembuatan penawar racun teratai putih tahap pertama di mulai pada hari ini.
Sementara itu di rumah utama, nampak tuan Adrian sedang bersiap untuk menuju ke Chandradinata Corp bersama dengan Edward dan nyonya Tiara membantu persiapan dari tuan Adrian tersebut.
"Adrian, hari ini apakah kau sudah siap untuk menghadapi para awak media "
" Tiara, siap tidak siap semua harus kita hadapi "
" Ya akan kita hadapi bersama, jaga dirimu Adrian"
Dan pada akhirnya nyonya Tiara memberikan satu kecupan mesra nya di kening tuan Adrian.
Sementara itu di dalam kamar yang lainnya Edward yang juga sedang bersiap - siap menuju ke Chandradinata Corp selalu mempunyai rutinitas pagi yang wajib di lakukan dan tak boleh untuk di lewati.
"Baby Boy Papa berangkat dulu, jangan kau nakal yah di dalam sana"
Edward menciumi perut Kimmy sambil mengatakan hal tersebut, dan seketika itu juga janin di dalam perut Kimmy langsung bergerak - gerak seakan - akan mendengarkan semua ucapan dari Papa nya itu.
"Edward, anak kita merespon ucapan mu, lihat pergerakan dia"
Kimmy kembali mengambil tangan Edward dan menempelkan tangan tersebut ke perutnya,Edward begitu takjub dengan semua yang dia rasakan saat ini.
"Sayang ketika dia lahir nanti aku yakin dia akan menjadi laki-laki yang pintar seperti dirimu,aku bisa merasakan bahwa dia bisa mengerti semua pesan yang aku ucapkan"
Edward mencium pipi Kimmy sambil memeluk nya sari belakang dengan masih menempelkan tangan nya pada perut Kimmy.
"Hei Edward kau juga pintar, kenapa kepintaran hanya menurun dariku saja?"
"Ya, karena kau lebih pintar dariku, jika kau tidak pintar kau tidak akan bisa membuat aku betul - betul mencintaimu hingga sampai seperti ini"