I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KITA MENIKAH



"Nona Clarissa mengalami lumpuh total pada semua anggota tubuhnya, racun teratai putih yang Dokter Rena racik ternyata dapat melumpuhkan semua saraf - saraf, dan kami tim dokter sangat berharap untuk penawar tahap ke dua dan ke tiga segera di buat, jika tidak nona Clarissa akan lumpuh secara permanen "


semua orang yang berada di sana mendengarkan apa yang sudah dikatakan oleh Dokter Carla.


"Dok,apakah tidak ada cara yang lainnya agar Clarissa secepatnya segera membaik?"


Ricard kembali bertanya kepada Dokter Carla berharap ada satu keajaiban yang bisa menyembuhkan Clarissa lebih cepat.


"Maafkan aku tuan Richard , tidak ada cara lain lagi selain menunggu penawar racun tahap selanjutnya"


"Baiklah Dokter Carla ,terima kasih atas penjelasannya"


"Baiklah tuan Adrian"


Dokter Carla dan semua tim Dokter mulai undur diri dari hadapan keluarga Chandradinata ,kini di depan ruangan Clarissa nampak Richard dengan wajah yang muram dan kembali terduduk di kursi.


"Richard keputusan ada di tangan mu"


Tuan Adrian menepuk -nepuk pundak Richard seakan - akan memberikan kekuatan kepada nya.


"Pa,keputusan ku tetap,aku akan menikahi Clarissa setelah racun tahap pertama selesai dan apapun keadaan Clarissa"


"Baik,Papa hargai keputusan mu ini "


"Kau tenang saja Ricard jika kau memerlukan bantuan dalam pernikahan mu nanti aku dan Edward pasti akan membantu nya"


"Apa yang dikatakan oleh Jian Lee itu benar ,jadi kau tidak perlu cemas dalam memikirkan hal ini"


"Penawar racun tahap selanjutnya akan tetap dikerjakan,namun kebahagiaan mu juga jangan sampai dikorbankan"


"Terimakasih semuanya"


kini setelah pembicaraan singkat itu terjadi perlahan satu per satu anggota Chandradinata meninggalkan Rumah Sakit dan menuju kepada aktivitas nya masing -masing.


Kini di Rumah Sakit hanya tinggal Jian Lee dan Fanny.


"Hei,kenapa kau terus mengikuti kemanapun aku pergi seakan -akan aku memiliki ekor"


"Ya terserah aku,ini tubuh ku,ini kaki dan tangan ku"


Fanny yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya kembali di buat pusing dengan tingkah Jian Lee yang kini berada di dalam ruangan nya itu.


"Dasar laki -laki gila"


"Hei,apa yang kau katakan ha?"


umpatan pelan Fanny ternyata terdengar oleh Jian Lee.


"Ah,tidak apa -apa aku hanya ingin meminta tolong Liu Yen untuk mengambilkan aku air putih,Liu tolong ya"


"Baik Dokter Fanny"


Liu Yen tersenyum kepada Fanny ,Liu Yen pada akhirnya terbiasa melihat pertengkaran kecil antara Fanny dan Jian Lee yang hampir terjadi setiap hari.


"Nona ini minum nya"


"Terima kasih Liu Yen"


Fanny segera meminum air putih yang di bawakan oleh Liu Yen, sementara itu Jian Lee terus menerus menatap Fanny.


"Hei nona ,ayo kita menikah!!"


Fanny yang mendengarkan perkataan Jian Lee langsung menyemburkan air putih yang sedang diminumnya itu ke wajah Jian Lee dan tersedak berkali -kali.


"Nona ,anda baik -baik saja?"


Liu Yen segera menolong Fanny yang terus tersedak akibat perbuatan dari Jian Lee .


"Liu ada laki -laki gila disini"


Fanny menunjuk wajah Jian Lee yang wajahnya kini sudah basah akibat semburan air putih dari Fanny.