
"Ya, karena kau lebih pintar dariku, jika kau tidak pintar kau tidak akan bisa membuat aku betul - betul mencintaimu hingga sampai seperti ini"
Dan selanjutnya akhir dari kata - kata Edward adalah mencium Kimmy dengan sangat rakus dan pada akhirnya juga Kimmy hanya bisa menerima setiap perbuatan Edward tersebut di pagi hari ini.
"Huft, Edward sudah hentikan ini masih pagi"
Kimmy pada akhirnya berhasil melepaskan diri dari cengkraman suami nya itu yang sebentar lagi kemungkinan akan menginginkan hal lebih.
"Ya, ya dan aku juga harus segera berangkat ke kantor, nanti malam aku akan kembali melahap mu"
"Bagaimana jika aku tidak mau? "
" Kau tidak akan mungkin kuat untuk menolak serangan dari ku"
Kimmy yang pada akhirnya merasakan jika Edward akan segera menyerang nya kembali sesegera mungkin mengakhiri drama cinta mereka di pagi hari ini.
"Sudah, sudah cepat berangkat, banyak hal yang akan kau hadapi di pagi ini"
"Doakan aku sayang "
" Pasti "
Edward kembali mengecup kening dari Kimmy dan segera keluar dari dalam kamar menuju ke halaman depan untuk segera bergabung dengan tuan Adrian yang sedari tadi sudah menunggu nya di dalam mobil.
" Edward lama sekali kalian berada di dalam kamar "
Begitu Edward masuk ke dalam mobil, tuan Adrian langsung menatap anak nya ini dengan tatapan yang tajam.
" Biasa Pa"
Dan pada akhirnya mobil tersebut menuju ke Chandradinata Corp.
Sepanjang perjalanan tuan Adrian memberitahukan kepada Edward, jika pada nantinya setelah sampai di kantor mereka harus memberikan keterangan kepada para awak media mengenai penawar racun teratai putih yang akan segera diproduksi oleh perusahaan farmasi Chandradinata.
"Kita harus siap dengan segala konsekuensi dari apa yang akan kita beritakan di media kali ini Edward"
"Ya Pa aku mengerti "
Dan tak beberapa lama pada akhirnya mobil tersebut masuk ke dalam halaman Chandradinata Corp dan betul saja sudah banyak sekali awak media yang menunggu kehadiran dua petinggi perusahaan raksasa yang menguasai semua bisnis nomor satu di dunia itu.
Tuan Adrian dan Edward segera turun dari dalam mobil dan dari sisi kanan dan kiri mereka sudah hadir para pengawal untuk memberikan pengamanan dari sisi kanan dan kiri mereka.
Semua camera mengarah kepada wajah ke dua tuan muda tersebut.
"Selamat pagi tuan Adrian dan tuan Edward apa betul bahwa perusahaan farmasi milik Chandradinata akan memproduksi penawar racun langka teratai putih, dan apa betul bahwa Pemerintah Negara W ikut turut andil di dalam pembuatan penawar tersebut?"
Salah satu awak media menanyakan pertanyaan itu kepada tuan Adrian dan juga Edward.
"Terima kasih untuk kehadiran kalian di Chandradinata Corp, semua yang kalian katakan itu betul adanya, saat ini perusahaan farmasi milik Chandradinata sedang melakukan penelitian untuk penawar racun teratai putih dan jika berhasil maka penawar racun itu akan kami produksi dalam jumlah besar, semua penelitian ini diketahui oleh Pemerintah Negara W, dan Pemerintah Negara W ikut turut andil didalam penelitian tersebut.
"Lalu siapa saja yang bertanggung jawab di dalam pembuatan penawar racun tersebut tuan?,
Satu orang awak media mulai kembali bertanya.
"Ada tuan Richard, tuan Jian Lee dan Dokter Fanny, merek bertiga yang akan memimpin semua penelitian yang saat ini kita lakukan "