I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KEPUTUSAN JOSEPH



Tuan Jason mengatakan hal tersebut sambil menepuk pundak Joseph dan segera pergi dari hadapan anak nya tersebut.


Kini di dalam ruangan tersebut hanya ada Joseph seorang diri dan saat ini hatinya begitu bergetar hebat dengan setiap perkataan dari sang Ayah.


Joseph adalah kekasih Fanny dari semasa mereka kuliah, Joseph yang membuat Fanny pada akhirnya tidak ingin mengikuti ajang pencarian menantu dan lebih mendukung Kimmy untuk tetap semangat mengikuti nya.


Namun selama Joseph menjadi kekasih Fanny, satu kesalahan Joseph adalah Joseph tidak pernah terbuka siapa orang tua kandung nya kepada Fanny, karena sedari dulu Joseph hanya ingin di kenal sebagai seorang Joseph saja, bukan sebagai putra dari pimpinan organisasi mafia terbesar di dunia.


"Sekarang aku harus bagaimana? pilihan hanya aku yang akan membunuh nya atau Papa, tidak mungkin jika aku mengajak nya untuk lari, Fanny maafkan aku jika pada akhirnya nanti kau harus mati dengan tangan ku ini, aku mencintaimu namun keluarga lebih sangat penting bagiku "


Dan pada akhirnya itulah yang dikatakan Joseph di sela -sela waktu pendek nya untuk berpikir.


" Pengawal, siapkan keberangkatan ku ke Negara W, tidak dengan pesawat pribadi namun daftarkan aku pada pesawat penumpang biasa, dia tidak tau bahwa aku putra seorang mafia, yang dia tau keberadaan ku di Italia hanya untuk mengurus bisnis keluarga, jangan sampai ada yang membuat gadis itu curiga apa kalian mengerti!! "


" Kami mengerti tuan Joseph "


Dan setelah mengatakan hal itu Joseph bangkit dari tempat duduk nya keluar dari ruangan untuk memberitahukan keputusan nya kepada tuan Jason.


Sementara itu di perusahaan farmasi milik Chandradinata, kini tinggal Jian Lee dan Richard saja yang masih berada di dalam ruang kerja mereka.


"Richard kau coba lihat ini"


Jian Lee mendatangi Richard yang masih duduk termenung di dalam ruangan nya.


" Coba lihat hasil laporan penelitian tentang darah dari nona Clarissa, hari ini sudah keluar, lihatlah"


Richard yang mendengarkan kabar itu langsung menyambar satu berkas yang saat ini berada di tangan Jian Lee.


Richard membaca dan meneliti laporan tersebut tanpa mengucapkan banyak kata - kata apapun.


"ini berita bagus Jian Lee, racun tersebut tidak menular, jadi sekarang kau cepat beritahukan hal ini kepada nona Fanny, agar nona Fanny bisa memindahkan Clarissa ke ruang rawat biasa tanpa perlu ruangan khusus lagi"


"Hei kenapa aku lagi yang harus ke Rumah Sakit dan bertemu dengan gadis itu, seperti nya dia juga sudah kembali ke kediaman nya sore ini"


Richard kini menatap Jian Lee dengan tajam.


"Kenapa kau sekarang menjadi seperti anak kecil ha? kenapa seakan - akan kau takut bertemu dengan nona Fanny? "


" Ah tidak, aku tidak takut baiklah aku yang akan pergi ke Rumah Sakit untuk memberitahukan kepada nya "


Jian Lee yang tidak mau dianggap takut berhadapan dengan Fanny segera mengambil kunci mobil dan segera berangkat menuju ke Rumah Sakit, dan Richard yang melihat semua itu hanya bisa tersenyum dengan tingkah lucu dari Jian Lee.


" Rissa sayang, kini ketika aku ingin melihat mu tidak akan ada kaca yang menghalangi nya lagi, meskipun saat ini kau belum sadar, namun aku sudah bahagia bisa menatap wajahmu dengan dekat, Rissa kau harus kuat"


Richard mengucapkan semua nya itu dengan duduk di dalam ruang kerjanya, siang dan malam Richard mengawasi semua pekerjaan ahli farmasi yang saat ini masih dalam pembuatan penawar racun teratai putih tahap pertama.