
"Kau benar Peter kita harus matikan tombol yang mengarahkan pisau -pisau ini kepada kita"
"Richard biar Papa dan Peter yang akan mencoba menahan serangan dari pisau -pisau ini,kau carilah pengendalinya"
Richard segera berjalan dengan perlahan untuk mencari tombol kendali dari pisau - pisau tersebut.
"Ayo alat sensor ajaibku saatnya kini kau harus mau bekerjasama dengan baik bersama denganku"
Richard terus berjalan perlahan,sesekali Richard masih harus menangkis serangan pisau -pisau tajam yang beterbangan di udara.
"Sama sekali tidak ada tombol pengendalinya dan ini mustahil, bagaimana benda -benda ini terus melayang begitu saja?"
Richard pada akhirnya berhenti melangkah dan memikirkan segala sesuatunya,lalu Richard melangkah satu kaki lagi dan kemudian berhenti pada akhirnya dia mengerti apa yang harus dia lakukan.
"Aku mengerti sekarang pisau - pisau ini tidak memiliki tombol Kendali,tapi lantai yang aku pijak adalah kendalinya"
Langsung saja Richard mengeluarkan pembungkus alas kaki yang Jian Lee buat dan membungkus ke dua telapak kakinya dengan alat tersebut, Richard mencoba melangkah kan kakinya lagi dan tidak ada satu pisau pun yang menyerang dia kembali.
"Sempurna"
"Pa,Peter dan semua anggota kelompok ke dua. dengarkan aku saat kita membuka pintu taman labirin kita akan berhadapan dengan jurang dan pisau -pisau tajam akan menyerang kita,kalian cukup gunakan alas kaki yang telah Jian Lee buat,karena tombol pengendali pisau tersebut adalah lantai taman ini"
Tuan Adrian dan Peter yang mengerti akan apa yang Richard perintahkan segera mengikutinya dan tak beberapa lama tuan Adrian dan Peter dapat menyusul keberadaan Richard.
"Papa dan Peter bagaimana keadaan kalian?"
"Semuanya aman Richard"
"Baik jika seperti itu kita akan masuk pada tantangan selanjutnya"
Richard memulai mengarahkan sensor tanda bahaya sekaligus sensor penunjuk arah untuk bisa mendeteksi bahaya di depan, sementara itu tim ke dua yang masih berada diluar terus mendengarkan apa yang saat ini sedang terjadi.
Tiba - tiba mereka di kagetkan dengan semburan gas beracun yang berada di dalam taman labirin tersebut.
"Papa,Peter pakai penutup kepala yang berada didalam kantong kalian,pastikan semua baju menutupi area kulit kita,ini racun teratai putih dalam bentuk gas beracun!!!"
Richard berteriak kepada tuan Adrian dan juga Peter,dan mereka segera menggunakan tutup kepala dan memastikan jika baju mereka menutup semua area kulitnya.
"Bagaimana apakah semuanya aman?"
"Aman Jian Lee, perlengkapan yang kau berikan sangat berguna untuk kami"
Jian Lee yang masih berada di luar mencoba berkomunikasi dengan Richard dan tim yang kini berada didalam taman labirin
"Richard ayo kita maju lagi"
Tuan Adrian berteriak kepada Richard untuk mereka segera bergerak lebih dalam taman labirin, Richard tetap memimpin di depan dan dengan alat sensor nya dia miliki membuat dia dan timnya tidak tersesat di dalam taman labirin.
"Tunggu"
Tiba -tiba Richard menghentikan langkahnya karena kini mereka memasuki sebuah area yang gelap tanpa cahaya apapun.
"Waspada lah jika tidak ada cahaya maka akan ada cahaya yang akan segera"
Belum selesai Richard berkata tiba -tiba banyak bola - bola api mengarah kepada mereka.
"Luar biasa kau Jason,aku tidak pernah tau jika kau juga juga menggunakan bola - bola seperti ini"
Tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil menangkis serangan bola api itu.