
Menembus malam yang dingin dua insan sedang memadu kasih di sebuah taman, ciuman bertubi-tubi Edward berikan Kepada Kimmy.
Rasa rindu yang menggelora di hatinya mulai Edward salurkan lewat ciuman panas di malam hari ini.
Sudah cukup lama Edward tidak merasakan menyentuh wanita yang sangat dia cintai, rasa lapar akan sebuah gairah Edward luapkan malam hari ini.
Dari bibir perlahan Edward mulai mendaratkan ciuman ganas nya ke leher Kimmy, dan Kimmy yang sudah tidak dapat melawan hanya pasrah menerima setiap tanda - tanda kepemilikan yang Edward mulai berikan kepada dirinya.
Perasaan Kimmy saat ini hanya mengikuti naluri hatinya saja, dia masih belum mengingat siapa laki-laki yang sedang mulai mencumbu nya saat ini, namun hati dan perasaan tidak dapat menolak ketika laki-laki mulai menjelajah setiap lekuk tubuhnya pada malam hari ini.
Ketika Edward hampir melepaskan satu per satu kancing baju Kimmy, dia baru tersadar jika mereka masih berada di sebuah taman, segera setelah itu Edward berdiri dan kembali menggendong Kimmy meninggalkan taman itu untuk melanjutkan permainan panas nya.
Kimmy memilih untuk diam saat Edward kembali menggendong nya, Kimmy sibuk dengan perasaan nya, sibuk dengan hatinya, sibuk dengan gairah nya yang sudah meluap dan begitu menginginkan sentuhan yang lebih dari laki-laki yang saat ini sedang menggendong dirinya kembali ke kamar.
Kimmy tenggelam dalam dekapan Edward dan memilih untuk diam, dia terlalu mengakui pada dirinya sendiri jika dia sangat menikmati sentuhan yang diberikan Edward pada malam hari ini.
"Sayang diam dan nikmati, pejamkan matamu dan biarkan aku yang melakukan "
Edward membaringkan Kimmy kembali di atas tempat tidurnya, Kimmy hanya diam memejamkan kedua matanya, Kimmy mulai menikmati setiap sentuhan yang Edward berikan padanya.
Dengan perlahan Edward mulai mencumbu Kimmy,dan menjelajah bagian tubuh Kimmy lebih dalam.
Edward mulai membuka satu demi satu kancing baju Kimmy hingga pada akhirnya Edward berhasil membuka semua pakaian bagian atas Kimmy.
"Huft tolong hentikan aku malu"
Ketika Kimmy menyadari bahwa tubuh bagian atas nya sudah tidak mengenakan apa-apa lagi, Kimmy segera menarik selimut dan menutupi nya
Edward tersenyum melihat tingkat Kimmy, dulu Kimmy yang begitu agresif dan tanpa rasa malu memberikan pelayanan yang terbaik untuk suaminya, berbeda sekali dengan Kimmy yang saat ini sedang di hadapi nya.
"Sayang percaya kepadaku, kau akan menikmati semua sentuhan dari ku, aku berjanji hanya akan memberikan banyak sentuhan pada mu tidak lebih, percayalah"
Mata Edward menatap Kimmy dalam - dalam, dengan perlahan Edward kembali mencium Kimmy untuk menenangkan dirinya, Kimmy mengendurkan selimut yang melilit bagian atas tubuhnya.
Edward kembali mulai menjelajah semua bagian tubuh Kimmy, mencium dan mencumbu nya secara tarik ulur
"Kimmy menggerang dan mencapai puncak kenikmatan, Kimmy seakan di buat terbang ke awan-awan, dia sudah tidak lagi memikirkan malunya,malam ini adalah malam kemenangan untuk Edward.
Di dalam kamar tersebut Edward berhasil membuat Kimmy betul - betul menjadi tidak berdaya.
"Tidurlah, kau harus istirahat "
Edward kemudian keluar dari ruangan, saat dia keluar dari ruangan tubuhnya bergetar hebat, perasaan nya masih campur aduk, dan dia masih merasakan kelaparan, dia begitu menahan dirinya untuk tidak melakukan hal yang lebih kecuali hanya mencumbu dan memberikan sentuhan - sentuhan kecil untuk memberikan kepuasan kepada istrinya.
Namun hal buruk terjadi pada dirinya, dia menahan semua gairah yang tidak dapat tersalurkan itu seorang diri.
Edward yang sedang mengendarai mobil nya saat ini betul - betul berperang dengan dirinya sendiri,antara dia akan melampiaskannya kepada para nona malam dengan kekerasan atau memilih untuk menahan nya
"Arrrrh tidak boleh, tidak boleh terjadi lagi seperti dulu tidak boleh"
Sesampainya Edward di rumah putih dia segera menguyur semua badan nya dengan air yang sangat dingin, Edward menenggelamkan dirinya di dalam bath up tanpa melepas satu helai pun pakaiannya.
Sementara Kimmy begitu bahagia, Kimmy membolak balikkan badan nya di atas tempat tidur, sesekali tersenyum dengan semua kejadian yang telah di lalui hari ini bersama dengan Edward.
Hatinya berbunga - bunga seperti layaknya seorang gadis yang sedang jatuh cinta.
"Hari ini aku bisa merasakan setiap nafas, setiap detak jantung nya, setiap aroma tubuh nya, dia memberikan banyak sentuhan yang dapat membuat ku bergetar hebat, rasa yang belum pernah aku alami sebelumnya"
"Meskipun dia hanya memberikan sentuhan pada semua area tubuhku, namun aku dapat merasakan gairah yang luar biasa, tapi kenapa dia hanya melakukan itu?kenapa dia tidak melakukan lebih dari itu kepadaku kalau memang aku adalah istrinya? "
Perlahan Kimmy bangun dari tempat tidur dan menatap sebuah cermin yang berada di dalam ruangan nya.
" Hei cermin kenapa aku merasa aneh terhadap dirinya?, kenapa dia tidak melakukan penyatuannya secara maksimal, padahal aku sudah merasakan gairah yang sangat luar biasa"
"Dimana dia saat ini?, apakah kondisi nya baik-baik saja? apakah dia sengaja menahan nya? lalu untuk apa dia menahan nya jika memang aku adalah istrinya?"
"Tuhan apa benar di masa lalu hubungan kami baik - baik saja, kenapa aku merasakan ada banyak hal yang sedang di sembunyikan oleh dirinya, tapi apakah itu hanya perasaan ku saja? semoga itu hanya perasaanku saja huft"
Kimmy kembali berbaring di tempat tidurnya, malam hari ini dia tidur dengan penuh kebahagiaan, kebahagiaan karena Kimmy merasakan dicintai, dihargai dan diperlakukan dengan sangat baik oleh seorang laki-laki tampan yang dia tidak pernah membayangkan bahwa laki-laki tampan tersebut adalah suaminya.
Sementara Edward berjam - jam berada di dalam kamar mandi, berusaha sekuat tenaga untuk menahan setiap gairah nya yang saat ini betul - betul memuncak
Di satu sisi Edward merasakan kebahagiaan pada akhirnya dia bisa kembali menyentuh dan memuaskan istri nya, namun di satu sisi saat ini dia begitu menderita karena dia tidak mendapatkan haknya sebagai seorang suami.
"Sayang, apakah ini yang pernah kau rasakan, saat dulu aku meminta engkau melayani ku dengan penuh kekerasan?, sayang apakah kau juga pernah merasakan menderita seperti yang aku alami saat ini?, maafkan aku sayang kalau pada masa lalu ku aku pernah membuatmu begitu menderita, mungkin ini adalah salah satu hal yang pantas aku terima "
Edward kembali mene ggelamkan tubuhnya ke dalam bath up,malam ini Edward kembali berperang dengan hatinya, berperang dengan perasaannya dan berperang dengan nafsu nya dan itu membuatnya sangat menderita pada malam hari ini.
I LOVE MY CEO