
Jian Lee langsung membungkam mulut Fanny dengan ciuman singkat darinya dan hal tersebut dilihat oleh beberapa staf Rumah Sakit yang berjaga pada malam hari.
"Sudah kubilang diam dan ikuti semuanya jika tidak aku akan menghukum mu seperti tadi"
Fanny begitu malu dengan semua perbuatan Jian Lee yang dilakukan terhadap nya sehingga pada akhirnya Fanny memilih untuk pasrah.
"Kau jahat,kau mempermalukan aku Jian Lee"
Fanny mengucapkan hal tersebut sambil menyembunyikan wajahnya di dalam dada bidang Jian Lee.
"Aku tidak jahat padamu,aku hanya ingin mempertegas bahwa sekarang kau adalah milikku dan hanya milikku saja"
Dengan langkah yang ringan Jian Lee terus berjalan menuju ke pintu utama Rumah Sakit ,semua orang melihat Jian Lee dan Fanny,Jian Lee begitu tenang dengan tatapan orang -orang tersebut,namun tidak dengan Fanny dia memilih untuk menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan Jian Lee.
"Rusak sudah reputasi ku semua gara -gara kau"
"Tidak akan yang perlu untuk di rusak karena kau adalah calon nyonya Jian Lee"
Jian Lee mendaratkan ciuman mesra nya di puncak kepala Fanny dan itu dilakukan nya berkali -kali, Fanny memilih untuk diam dan tetap menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan Jian Lee.
"Hei, kenapa kau tidak menurunkan aku saja dan membawa aku dengan mobilmu,kenapa memilih berjalan kaki di jalan raya seperti ini sambil menggendongku,apa urat malu mu sudah putus?"
"Nona Fanny,calon istri ku,sudah aku bilang aku percaya diri dengan setiap tindakan yang aku lakukan ini,kau adalah calon istriku jadi untuk apa aku harus menurunkan mu"
"Issssh,terserah kau saja"
Fanny mulai tidak bisa berkata -kata ketika dia menghadapi Jian Lee dan pada akhirnya Fanny memutuskan untuk diam,karena dia mulai sadar akan menjadi percuma jika dia terus melawan perkataan dari Jian Lee.
Tak beberapa lama pada akhirnya Jian Lee masuk ke dalam kediaman Fanny dan langsung menggendong Fanny untuk masuk ke dalam kamarnya,meletakan Fanny di atas tempat tidurnya.
"Selamat beristirahat sayang"
Jian Lee mencium kening Fanny dan menarik selimut Fanny,Fanny terdiam dengan semua hal yang telah dilakukan Jian Lee terhadap nya, jantung nya berdegup sangat kencang saat tatapan Jian Lee kini hanya berjarak sangat dekat dengan wajahnya,Jian Lee menatap Fanny dengan tatapannya yang tajam dan Fanny langsung mengalihkan pandangannya.
"Sudah aku bilang,kau harus melawan ku jika aku menginginkan mu,tidak ada yang boleh menyentuh mu termasuk juga dengan ku,jangan kau kembali pasrah lagi seperti ini,sekali lagi kau seperti ini,jangan pernah salahkan aku yang pada akhirnya menginginkan mu lebih"
Jian Lee membisikan hal tersebut di telinga Fanny dan segera setelah itu Jian Lee keluar dari ruangan Fanny.
Wajah Fanny hanya memerah seperti tomat ketika Jian Lee mengatakan semuanya itu, karena tanpa disadari Fanny yang selalu menginginkan sentuhan lebih ketika mata Jian Lee menatapnya dengan tajam