
Semua tuan muda menggunakan peralatan canggih milik dari Jian Lee,tak lupa mereka sematkan di dalam baju mereka camera pengintai berukuran mini.
Para tuan muda mulai memasuki mobil dengan keamanan tingkat tinggi.Mobil yang mereka naiki tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
"Edward kali ini Papa minta kau fokus,saat nanti kau mungkin akan melihat banyak hal Papa minta kau tetap fokus,Papa tau istrimu sangat berarti untuk mu,kau juga harus tau istrimu itu seperti sebuah cahaya yang memberikan sinarnya kepada kami semua,jadi bukan hany kau yang saat ini khawatir semua orang yang mengenal istrimu juga merasakan hal yang sama"
"Ya Pa Edward mengerti"
"Bagus"
Dan pada akhirnya tuan Adrian memberikan penguatan kepada Edward dengan menceritakan kembali kisah masa lalunya dimana dia harus bertarung dengan musuh untuk menyelamatkan nyonya Tiara.
"Apa yang saat ini engkau sedang alami adalah hal yang dulu Papa pernah alami"
Tuan Adrian menepuk -nepuk pundak Edward dan tak beberapa lama kemudian mobil yang mereka naiki Sudah sampai tak jauh dari markas tuan Jason.
"Baik aku minta semua tetap disini,aku akan menembak camera pengintai pertama yang berada di depan pintu gerbang,agat saat kita masuk nanti para pengawal tidak menyadarinya"
Semua orang mulai mundur dan mengatur barisan dan dari jarak jauh Jian Lee membidikkan pistolnya itu ke arah camera pengintai pertama dan tembakan Jian Lee yang tanpa suara berhasil membuat rusaknya sistem camera pengintai pertama.
"Baik,misi pertama telah selesai, Richard kau harus hati - hati dalam memimpin tim pertama untuk masuk ke dalam taman labirin tersebut,untuk tembakan camera pengintai ke dua aku serahkan padamu"
"Pasti Jian Lee"
Setelah mengatakan hal tersebut kelompok pertama segera berlari masuk ke dalam dengan alat pembuka gerbang otomatis milik Jian Lee pintu gerbang bisa terbuka dengan sempurna.
Richard masuk ke halaman dan kini mereka telah sampai di depan pintu gerbang taman labirin dan Richard segera mengambil pistol dan memberikan tembakan ke dua pada camera pengintai,tembakan Richard sukses membuat sistem pada camera tersebut mengalami kerusakan.
"Baiklah saat nya kita masuk ke dalam taman,Papa dan Peter apa kalian siap?"
"Setelah pintu ini kita buka kita tidak akan tau hal -hal apa saja yang akan kita hadapi didalamnya,jangan gegabah dan tetap tenang"
"Kami mengerti Richard "
Dan setelah semua mengatakan hal tersebut Richard segera membuka pintu utama dari taman labirin tersebut dan begitu pintu dibuka.
"Peter awas!!"
Richard langsung menarik Peter yang hampir terjatuh,karena mereka kini langsung berhadapan dengan jurang yang sangat dalam di dalam ruangan tersebut, sensor tanda bahaya milik Richard pun berbunyi.
"Jurang,didalam jurang ini pasti ada sesuatu sebaiknya kita segera bersiap"
Dan betul apa yang telah dikatakan oleh Richard tak beberapa lama muncul banyak sekali pisau tajam yang mulai menyerang mereka semuanya.
"Richard kita tidak dapat kembali keluar karena pintu terkunci secara otomatis"
"Ya Pa kita harus menyelesaikan permainan ini"
Richard dan tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil terus menghindar dari hujaman pisau - pisau tajam.
"Tuan Richard kita tidak akan bisa seperti ini terus"
"Kau benar Peter kita harus matikan tombol yang mengarahkan pisau -pisau ini kepada kita"
"Richard biar Papa dan Peter yang akan mencoba menahan serangan dari pisau -pisau ini,kau carilah pengendalinya"