I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
SAHABAT TUAN ADRIAN



Richard terus mengucapkan hal tersebut di dalam hatinya, dan Richard sama sekali tidak berhenti menatap Clarissa dari balik kaca di ruangan tersebut.


"Nona Fanny bagaimana keadaan Clarissa "


Fanny yang baru saja keluar dari ruangan Clarissa bersama dengan tim Dokter segera saja di serbu banyak pertanyaan dari Richard.


" Tuan keadaan nona Clarissa, masih stabil mari kita berdoa karena kita baru akan melihat reaksi dari tubuh nona Clarissa esok hari"


"Tidak dapatkah aku bisa melihat reaksi itu sekarang nona? "


Fanny terdiam dan mengerti sekali keadaan Richard yang begitu mencintai Clarissa.


" Tuan, saat ini penawar tersebut baru saja di masukan ke dalam tubuh nona Clarissa melalui infus yang terpasang, dan reaksi dari penawar tersebut paling lama akan diketahui esok hari"


Richard menarik nafas nya dalam - dalam dan berusaha untuk menerima setiap perkataan dari Fanny.


"Baiklah nona, aku akan menunggu Clarissa di dalam "


" Silahkan, tapi hanya satu orang yang boleh menunggu nona Clarissa selain daripada tim medis yang menjaga dirinya "


" Baiklah nona"


Setelah mengatakan hal tersebut Richard segera masuk ke dalam ruangan Clarissa dan lebih memilih untuk menunggu Clarissa sampai besok pagi, sementara itu Jian Lee kini yang tak tau harus berbuat apa kembali mengikuti langkah kaki Fanny "


" Tuan, apa anda tidak ada pekerjaan lain"


Fanny yang merasa diikuti oleh seseorang dan begitu dia membalikkan badan, dia kembali melihat Jian Lee langsung mengatakan hal tersebut.


"Tidak, aku tidak memiliki pekerjaan "


" Terserah kau saja!!"


Jian Lee tersenyum dan pada akhirnya sepanjang hari itu dia memilih berada di dalam ruangan Fanny dan melihat pekerjaan Fanny dari awal sampai akhir, sedangkan Fanny yang sudah mengumpat berkali-kali di depan Jian Lee sama sekali tidak membuat Jian Lee beranjak dari ruangan Fanny.


Sementara itu kini tuan Adrian dan tuan Jaya sudah kembali ke rumah utama.


"Adrian,aku dengar ada penyerangan pada nona Fanny? "


" Ya Pa, pelaku nya adalah tuan Jason"


Tuan Jaya terdiam mendengarkan setiap cerita yang di sampaikan oleh tuan Adrian.


"Adrian, ada baiknya kau lebih berhati - hati tidak menutup kemungkinan penyerangan yang terjadi di jalan raya dan di alami oleh nona Fanny adalah satu orang "


" Ya Pa besar kemungkinan seperti itu, esok hari hasil penyelidikan baru akan keluar dan kita baru bisa mengetahui siapa otak di balik penyerangan itu"


"Ya Adrian, tugas kita masih panjang ada baiknya sekarang kita harus beristirahat "


Setelah mengatakan hal tersebut tuan Jaya segera keluar dari ruang rapat untuk menuju ke kamar pribadi nya kini tinggal tuan Adrian saja yang belum beranjak dari ruangan tersebut.


"Jason, jika benar kau adalah pelakunya, aku ingin segera bertemu dengan mu, kau adalah sahabat lamaku yang pernah mencintai Tiara, namun sayangnya Tiara pernah menolak mu, aku tak sabar jika kita bisa bertemu apa yang akan kau katakan pada ku tentang masa lalu kita"


Tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil beranjak dari tempat duduk nya.


Ternyata tuan Adrian dan tuan Jason saling mengenal di masa lalu mereka, dan karena hal tersebut yang pada akhirnya membuat tuan Adrian ingin bertemu kembali dan kali ini akan kembali bertemu bukan sebagai kawan baik, namun sebagai musuh dari Chandradinata.