I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KRITIS



Malam yang panjang mereka lewati dengan pemikiran mereka masing - masing.


Pagi itu cuaca agak sedikit dingin menyisakan guyuran hujan semalam


Tuan Edward mendadak terbangun dari tidurnya karena dia sadar bahwa pagi ini harus pergi ke kantor, saat tuan Edward membuka matanya tuan Edward masih melihat Kimmy dengan posisi nya yang masih tertidur berbalutkan dengan selimut tebal berwarna putih


Tuan Edward memandang tubuh istrinya yang sudah penuh dengan luka lebam, ingin sekali tuan Edward kembali memeluk tubuh istrinya dalam hati dia ingin mengucapkan kata maaf kepada Kimmy, namun sebuah ego membuat tuan Edward tidak bisa mengatakan apapun jika berhadapan dengan Kimmy.


Saat tuan Edward mencoba untuk kembali memeluk dan mencium Kimmy ada rasa janggal yang dirasakannya,tubuh Kimmy dingin, wajahnya sangat pucat dan bibirnya memutih


Tuan Edward mencoba untuk kembali memeluk Kimmy namun dia tetap merasakan hal yang tidak beres sedang terjadi pada wanita yang saat ini berada di sampingnya


"Hei bangun, bangun, bangun ini sudah pagi, sayang bangun, bangun"


Tuan Edward mulai mengguncang tubuh Kimmy dari yang awalnya lembut kini menjadi semakin keras


"Sayang bangun, sayang bangun, sayang bangun"


Tuan Edward mulai mencoba membangunkan Kimmy dengan banyak sekali ciuman mendarat di wajahnya, namun si pemilik tubuh hanya terdiam tanpa bergerak sedikitpun


Tuan Edward yang menyadari ada hal yang tidak beres mulai terjadi pada Kimmy segera mengambil pakaiannya, menggunakan serta langsung mengambil ponsel nya untuk menghubungi dokter Rena


"Baik Ren aku mengerti segera lah siapkan dokter dan peralatan terbaik di Rumah Sakit aku akan segera membawanya"


Tuan Edward mengakhiri setiap percakapan nya dengan dokter Rena, tanpa banyak persiapan tuan Edward langsung mengendong Kimmy yang hanya masih berbalutkan selimut warna putih keluar kamar


Tuan Edward setengah berlari menuruni tangga sambil mengendong Kimmy, hatinya begitu khawatir jika sampai terjadi sesuatu hal pada wanita yang berada di dalam gendongannya tersebut.


"Kakak ada apa, kakak ada apa maaaaaamaaaaa, maaaaaaamaaaaaaa, maaaaaaamaaaaaaa kak Kimmy, kak Kimmy maaaaaamaaaa"


Tuan Edward yang berharap tidak bertemu siapapun saat menurunin tangga ternyata salah besar di ujung tangga tuan Edward bertemu dengan nona Lisa dan suster nya yang hendak pergi ke teras depan


Nona Lisa yang mengetahui keadaan Kimmy sedang tidak sadarkan diri langsung berteriak - teriak histeris memanggil semua orang yang berada di dalam rumah tersebut


Segera nyonya Tiara, nona Maya menghampiri nona Lisa dan alangkah terkejut nya mereka melihat keadaan Kimmy


"Edward!!! ada apa ini, kenapa Kimmy, Edward kau masih belum sembuh pada kebiasaan lama mu dasar anak tak tau diri arrrrhhh"


Nyonya Tiara begitu marah karena mengetahui bahwa putra kesayangan nya hampir membunuh seorang wanita yang sangat nyonya Tiara sayangi, nyonya Tiara mulai mengangkat tangannya hendak memukul tuan Edward namun semuanya terhenti karena sejenak nyonya Tiara merasakan sesak nafas karena penyakit asma nya kambuh


"May tolong urus semua yang ada disini aku harus membawa Kimmy ke Rumah Sakit


Baik tuan"


Maya yang masih syok melihat kondisi nona besarnya, kondisi Lisa dan kondisi nyonya Tiara segera menguasai dirinya kembali untuk menenangkan nyonya Tiara dan nona Lisa


Sementara itu tuan Edward segera berlari membawa mobil nya ke arah Rumah Sakit.


"Mama, mama, mama bagaimana keadaan kak Kimmy, bagaimana ma hiks, hiks, hiks, hiks


Sayang kita serahkan kepada Tuhan keadaan Kimmy yah"


Nyonya Tiara mencoba menenangkan putrinya hatinya masih sangat sakit melihat putra kesayangan nya begitu kasar terhadap seorang wanita,nyonya Tiara memeluk nona Lisa yang masih menangis dan segera membawa nya pergi dari ruangan tersebut.


Nyonya Tiara masuk ke dalam kamarnya menangis dalam doa nya, sebagai seorang ibu dan seorang wanita hatinya sangat sesak saat melihat keadaan Kimmy.


Sementara itu tuan Edward yang sudah sampai di Rumah Sakit segera masuk lewat pintu khusus yang memiliki akses langsung menuju ke Ruang Unit Gawat Darurat


Di dalam ruangan tersebut dokter Rena dan beberapa dokter yang sudah mengetahui sisi gelap tuan Edward segera bersiap begitu tuan Edward masuk ke dalam ruangan tersebut dan meletakkan Kimmy untuk diperiksa lebih lanjut


"Edward keluarlah dari ruangan ini, biarkan kami yang tangani istrimu"


Dokter Rena berbicara setenang mungkin kepada tuan Edward, meskipun hatinya terasa sangat sakit ketika dokter Rena melihat keadaan Kimmy yang sangat menyedihkan


Tuan Edward yang sudah tidak dapat berpikir apapun hanya mengikuti semua yang diperintahkan dokter Rena


Tuan Edward menunggu di luar ruangan dengan sangat gelisah, berkali-kali tuan Edward berjalan mondar mandir seorang diri


Peristiwa seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang pertama untuk tuan Edward, banyak sekali nona malam yang sudah di bayar mahal mengalami hal ini dan segera dilarikan ke Rumah Sakit, namun tuan Edward tidak pernah mau tau akan hal ini, jika gadis-gadis itu terluka parah setelah melakukan hubungan badan dengannya maka Doni lah yang mengurus semuanya


Namun kali ini tuan Edward begitu takut kehilangan Kimmy, satu jam telah berlalu namun belum ada tanda dokter Rena keluar dari ruangan tersebut, sampai pada beberapa saat pada akhirnya dokter Rena keluar dari ruangan Unit Gawat Darurat tersebut.


"Ren bagaimana keadaan Kimmy?


Edward ayo ikut aku"


Dokter Rena menarik tangan tuan Edward dan membawanya ke sebuah ruangan eksekutif milik keluarga Chandradinata yang berada di dalam Rumah Sakit itu


Plak, plak tiba - tiba dokter Rena menampar wajah tuan Edward


"Kau kejam kau hampir membunuh wanita itu, kau tau banyak luka dalam yang di alami nya saat ini, sehingga membuat dia sampai tak sadarkan diri seperti itu


Edward dia itu istri mu kau memperlakukan dirinya layaknya seperti binatang, Edward dia bukan nona malam yang sering kau bayar mahal hanya untuk kau siksa


Luka hati yang kau alami sudah membuat mu tidak memiliki hati nurani sebagai manusia, bagaimana jika saat ini posisi dia sedang mengandung dan kau tetap memperlakukan nya seperti itu


Edward nona Kimmy adalah wanita yang sangat lembut dan sangat mencintai mu, dalam hatinya dia menginginkan mu untuk sembuh itu sebabnya dia rela diperlakukan seperti itu dan tidak pernah menceritakan kepada siapapun


Jika kau terus memperlakukan dia seperti ini, maka dia akan betul - betul pergi dari sisimu dan kembali kepada Bapa di Surga dan kau harus ingat segala sesuatu akan sangat terasa berharga ketika kau sudah kehilangan orang tersebut


Sekarang pergilah dari ruangan ini dan jangan muncul lagi dihadapan ku sampai kau sadar apa yang sudah kau lakukan selama ini"


Dokter Rena menangis dan terus menangis saat memberitahukan keadaan Kimmy kepada Edward


Dan tuan Edward hanya terdiam tanpa kata dia segera keluar ruangan tersebut, dia berlari mencari ruangan Kimmy


Tuan Edward masuk ke dalam ruangan Kimmy, tuan Edward melihat tangan Kimmy yang masih diinfus, monitor detak jantung yang begitu berisik berbunyi di sebelah tempat tidurnya


Perlahan tuan Edward duduk di kursi di dekat tempat tidur Kimmy, matanya mendadak basah akan air mata karena dirinya melihat kondisi istrinya


"Sayang maafkan aku, maafkan aku, aku yang menyebabkan kau sampai seperti ini, maafkan aku, maafkan "


Tanpa terasa mata tuan Edward semakin basah saat dia mengungkap permintaan maaf nya tangan tuan Edward memegang erat tangan Kimmy dan sesekali menciuminya


Tuan Edward membenamkan wajahnya di atas kasur, hari ini, detik ini tuan Edward sedang memperlihatkan sisi terlemah dirinya dihadapan seorang wanita yang masih belum sadarkan diri dan itu semua akibat perbuatan dirinya.