
"Persetan dengan anak mu, kami lapar cepat kau puaskan kami, atau kami yang memaksa mu untuk melakukan hal itu!!! "
" Tidak akan aku mau melakukan nya!! "
Clarissa berteriak dengan lantang serta mengumpulkan sisa - sisa tenaga nya untuk bersiap melawan mereka, namun sepertinya usaha Clarissa akan sangat sia-sia
" Baiklah jangan salahkan kami jika kami meminta mu melakukan hal itu dengan terpaksa "
Semua laki - laki yang berjumlah 4 orang itu segera mendekati Clarissa dua diantaranya mulai memegang tangan dan kaki Clarissa.
Clarissa semakin meronta dengan hebat, dan pada akhirnya Clarissa menangis ketika salah satu dari mereka pada akhirnya berhasil merobek pakaian atas Clarissa.
"Luar biasa indah, kau sangat cantik dan tubuh mu sangat menggoda "
Clarissa semakin menangis di dalam diam ketika satu orang laki-laki tersebut mulai menyentuh tubuh nya,dirinya ingin sekali berteriak namun dia tak dapat melakukan apapun, kedua tangan dan kaki nya di pegang erat oleh mereka, mulut Clarissa di bungkam dengan menggunakan salah satu tangan mereka.
Siapapun tolong aku, aku tidak mau berakhir menjadi seperti ini hiks, hiks, hiks, hiks, hiks.
Tangisan Clarissa di dalam diam semakin menjadi - jadi dan laki-laki tersebut semakin menjadi - jadi pula dalam menjelajahi tubuh Clarissa, para laki-laki di buat takjub dengan keindahan dari tubuh Clarissa.
Namun tepat di saat itu ada sesuatu hal terjadi.
"Dorr, Dorr, dorr"
Terdengar bunyi pistol yang peluru nya menembus punggung salah satu laki - laki yang hendak bertindak lebih jauh lagi terhadap Clarissa.
Ada seorang laki-laki dengan mata nya yang merah menyala karena marah masuk ke dalam bangunan tua itu sambil memegang pistol.
"Dorr, Dorr"
Richard, sejak kapan dia tau aku berada di gedung ini.
"Untuk kalian yang masih tersisa, ada dua pilihan kalian akan menyerahkan diri terhadap aparat, atau saat ini juga kalian aku tembak mati seperti teman kalian yang sudah bersimbah darah itu"
Pandangan tajam Richard, serta kemarahan nya yang sangat meledak - ledak mampu membuat beberapa laki-laki yang masih tersisa itu ketakutan.
"Ttttuan ampun, ampuni kami"
"Kalian tau sedang berurusan dengan siapa ha?
Richard menunjukan tanda pengenal nya yaitu seorang detektif eksklusif milik Chandradinata Corp, detektif yang paling terkenal di semua Negara.
"Ttttuan ampun, Ttttuan ampun"
" Kalian berani melakukan hal kotor ini kepada wanita ku, kalian harus membayar semua mengerti!! "
" Mengerti tuan"
"Sekarang kalian keluar lepas semua pakaian kalian dan berjalan keliling kota, jika sampai kalian tidak melakukan hal itu maka pistol ini akan bersarang di otak kalian masing - masing cepat lakukan!!! "
Dan tanpa di minta pada akhirnya para lelaki tersebut melakukan apa yang Richard suruh mereka melakukan itu didampingi oleh beberapa aparat yang sengaja diminta Richard datang untuk memasukkan mereka ke dalam penjara.
Kini di dalam bangunan tua itu tinggal tersisa Clarissa dan Richard, segera saja Richard melepaskan jas yang dikenakan oleh dirinya dan menggunakan kepada Clarissa, tubuh Clarissa bagian atas sudah sangat terlihat jelas dan Clarissa hanya bisa menangis tanpa banyak berbicara ketika Richard mengenakan jas tersebut untuk melindungi tubuhnya.
"Rissa tenang lah"
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.