
Dokter Fanny mengucapkan hal itu sambil berlalu dari hadapan Jian Lee.
Dan pada akhirnya Jian Lee harus terpaksa mengikuti semua yang diinginkan oleh Fanny.
"Tuan, sudah tiga puluh menit berlalu, ayo kita berangkat "
Fanny kembali datang ke ruangan nya bersama dengan Liu Yen gadis muda seorang perawat dan juga asisten pribadi dari Fanny.
" Nona Fanny anda tidak membawa perlengkapan anda? "
Jian Lee hanya melihat Fanny membawa satu tas tangan kecil untuk berangkat ke Negara W.
" Apa Chandradinata juga tidak bisa mencukupi segala kebutuhan ku? jika aku berkemas waktu akan terbuang dengan sia - sia, dan sebagai seorang Dokter aku tidak mau itu terjadi "
Kini Jian Lee hanya bisa memandang takjub satu orang wanita yang harus di bawa nya kembali ke Negara W.
" Baiklah, Chandradinata akan memenuhi semua kebutuhan mu nona"
"Aku minta nanti malam kita adakan kembali rapat, aku juga minta semua tim berkumpul, dan aku minta tidak boleh ada yang tidak bisa hadir dalam rapat nanti malam, aku juga minta tempat tinggal yang jaraknya dari Rumah Sakit tidak boleh lebih dari sepuluh langkah, apa Chandradinata juga bisa menyediakan semua nya ini? "
Jian Lee semakin di buat geram oleh tingkah satu wanita yang saat ini berada di depan nya ini.
" Don,apa kau sudah mendengarkan semua permintaan dari nona Fanny!!! "
Jian Lee berteriak dengan kencang kepada Doni, agar Doni segera menyiapkan segalanya.
" Saya mendengarkan tuan, baiklah nona Fanny semua permintaan yang anda ajukan akan kami siapkan dalam waktu dua puluh empat jam"
"Baiklah, terima kasih tuan, jadi ayo kita berangkat "
Dan segera setelah itu Fanny dan Liu Yen segera keluar dari ruangan menuju ke dalam mobil Chandradinata.
" Don, ini yang dinamakan wanita lembut dengan penuh perasaan? apa kau yakin aku bisa bekerja sama dengan tipe wanita seperti ini? "
Jian Lee membisikan hal tersebut kepada Doni dan Doni hanya tersenyum mendengarkan semuanya.
" Tuan Jian pasti bisa"
"Tuan, ayo nona Fanny sudah berada di dalam mobil "
Liu Yen masuk kembali ke dalam ruangan karena dia diminta Fanny ke dalam, Fanny tidak melihat tanda - tanda bahwa Jian Lee dan Doni sudah keluar dari dalam ruangan tersebut.
" Ya, ya kami akan berjalan ke mobil nona"
Dan pada akhirnya dengan wajah kesal Jian Lee keluar dari dalam ruangan menuju ke mobil Chandradinata.
Sepanjang perjalanan Jian Lee memilih untuk kembali tidur, sedangkan Fanny berpikir keras dengan otak nya.
Racun teratai putih, aku pernah dan aku mengerti sekali komposisi racun tersebut,mereka pasti orang yang tega menggunakan racun itu, hal ini sebenarnya yang membuat ku tidak ingin masuk ke dalam dunia mafia sebagai tenaga kesehatan di sana.
Fanny mengatakan hal tersebut di dalam hatinya dan tetap diam sepanjang perjalanan, tak beberapa lama mobil sampai pada Bandara dan Fanny langsung turun dari dalam mobil menuju ke pesawat jet pribadi milik Chandradinata tanpa membangunkan Jian Lee yang masih tertidur.
"Tuan, bangun kita sudah sampai di Bandara "
Doni lah yang ada akhir nya membangunkan Jian Lee.
" Don dimana gadis itu, apa dia kabur"
"Tidak tuan, nona Fanny sudah berada di dalam pesawat "