
Sepasang suami istri yang sudah terhayut dalam buaian cinta malam hari ini, mereka telah mencapai puncak kepuasan bersama.
Dalam setiap gairah, mereka telah berpacu dalam setiap titik terdalam dan hasrat yang telah terpendam lama.
Malam ini Edward dan Kimmy mengakhiri semua permainan mereka dengan sempurna, mereka tertidur dalam temaram cahaya yang penuh dengan kebahagiaan.
Malam berganti dengan pagi, dengan sebuah cerita yang mungkin akan kembali terjadi.
Kimmy membuka mata dan masih melihat sang suami tertidur disamping nya, Kimmy tersenyum dan begitu mengucap syukur karena tadi malam dia dapat memenangkan pertarungan.
Kimmy menyentuh kepala Edward dengan penuh kelembutan, dia tidak ingin pemilik nya terbangun akan apa yang dia lakukan saat ini.
Terima kasih Tuhan untuk malam yang indah yang sudah Engkau izinkan terjadi diantara kami, terima kasih Tuhan Engkau mampukan diriku untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk suamiku, dan terima kasih Tuhan engkau memberikan aku kekuatan di saat aku harus bertahan menerima setiap rasa sakit akibat siksaan nya, aku tidak mau dia mendukakan hatiMU lewat setiap perbuatan-perbuatan nya bersama pada nona malam, aku percaya suamiku akan secepat nya sembuh, aku percaya bahwa Engkau juga akan membantu ku, aku serahkan segala sesuatu nya ke dalam tanganMu.
Kimmy kembali mengecup mesra kening Edward, rasa sakit di sekujur tubuh yang dia alami bisa tergantikan ketika semalam pada akhirnya Kimmy berhasil mengendalikan permainan yang ke dua dan membuat Edward tidak kembali menyiksa dirinya saat akan melakukan hubungan tersebut.
Perlahan Kimmy bangun dari tempat tidur, rasa sakit, perih yang ada disekujur tubuhnya masih sangat terasa, namun Kimmy tetap memutuskan untuk berangkat pada hari ini ke Rumah Sakit, profesi dokter adalah panggilan hidupnya.
Jujur badanku masih terasa sangat sakit namun aku tidak akan mungkin meninggalkan para pasien ku, aku harus kuat
Perlahan Kimmy mencoba untuk bangkit dan menuju ke kamar mandi, Kimmy hanya membasuh badan nya dengan air hangat dan setelah itu Kimmy segera bersiap - siap
Saat Kimmy keluar dari kamar mandi Kimmy melihat Edward yang sudah bangun dari tempat tidurnya
Edward mendekati Kimmy dan mencium bibirnya, ciuman yang mengelora kembali terjadi di pagi hari itu.
"Sayang mandilah lalu kita sarapan bersama"
Kimmy mencoba untuk membujuk Edward mengakhiri permainan nya yang sudah mulai terasa panas,Kimmy tau apa yang akan terjadi jika dia tidak bisa membujuk Edward untuk mengakhiri ciuman tersebut, Kimmy sama sekali tidak ingin menolak suaminya, namun kini dia sudah harus segera berangkat ke Rumah Sakit.
Edward tersenyum dan hatinya begitu gembira ketika Kimmy tidak menolak dan takut padanya.
"Baiklah aku menunggu istriku yang begitu luar saat melakukan permainan ini di ranjang"
Edward memeluk tubuh Kimmy dari belakang dia sesekali masih terus mencium leher bagian belakang Kimmy, sementara Kimmy wajahnya merah padam ketika Edward menginginkan dia kembali menaklukkan permainan seperti yang dilakukan sebelum nya, hati kecilnya malu ketika dia harus berlaku sangat agresif, namun semua dilakukan hanya untuk suaminya.
"Sebelum aku mandi, bolehkah aku meminta satu permintaan kepada mu? "
"Katakanlah"
Edward yang sedari tadi belum melepaskan istrinya ingin mengungkap kan satu keinginan nya yang tersembunyi.
"Berikan aku bayi kembar yang lucu dari rahim mu, aku merindukan suara tawa anak kecil di rumah ini, apakah kau bersedia? "
Deg
Permintaan yang Edward katakan kepada Kimmy membuat hati Kimmy seperti disayat-sayat oleh sebuah benda tajam, hatinya begitu hancur dengan permintaan Edward tersebut.
"Sayang mandilah, untuk hal tersebut kita bicarakan nanti
Baiklah aku percaya padamu"
Edward segera masuk ke dalam kamar mandi, sementara Kimmy terduduk lemas di depan meja riasnya.
Anak? haruskah aku memberikan dia seorang anak sekarang?, maafkan aku Edward aku tidak akan melakukan hal tersebut dalam waktu dekat ini, aku ingin kau Betul-betul sembuh dari semua masa lalu mu terlebih dahulu agar kau bisa menjadi Ayah yang baik,maafkan aku yang belum bisa memenuhi permintaan mu.
Sambil berkata seperti itu Kimmy mengeluarkan pil kontrasepsi yang tersimpan rapi di dalam tas kecilnya, Kimmy meminum pil kontrasepsi tersebut dengan hati yang begitu sedih, karena dirinya harus menolak permintaan Edward di dalam hatinya.