
Sementara itu di Negara H dan dilaboratorium milik keluarga Lee,Jian Lee sedang begitu serius menuang semua penawar racun ke dalam botol yang padan nantinya akan dimasukkan ke dalam tubuh Clarissa.
"Selesai!!"
Jian Lee berteriak kegirangan disambut oleh tepuk tangan yang bergema oleh semua ahli farmasi dan juga tuan Martin.
"Selamat atas keberhasilan nya tuan Jian Lee"
"Tuan Martin ini bukan keberhasilan ku saja,tapi ini semua adalah keberhasilan kita,penawar racun langka teratai putih resmi kita selesaikan dengan baik,cepat hubungi Dokter Fanny tuan Martin agar esok hari penawar racun ini segera bisa kita masukan ke dalam tubuh Clarissa.
"Baiklah tuan Jian Lee"
"Baiklah karena penawar racun ini telah selesai jadi kalian semua berhak untuk beristirahat beberapa hari sebelum kembali ke Negara H"
Jian Lee memberikan pengumuman kepada semua ahli farmasi untuk beristirahat sejenak setelah penawar racun ini telah selesai,tuan Martin segera memberikan kabar kepada Dokter Fanny di Rumah Sakit untuk segera menyiapkan sesuai prosedur kesehatan.
Sementara itu kini di Rumah Sakit keluarga Lee,Fanny sedang sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk esok hari dan begitu banyak hal yang telah dipersiapkan hari ini.
"Liu Yen, bagaimana apakah semua perlengkapan medis sudah disiapkan untuk esok hari?"
"Sudah Dokter Fan,saat ini Dokter Dean dan nona Liyana sedang meninjau kembali segala bentuk persiapan untuk esok hari"
"Bagus,zero mistake yah Liu Yen"
"Pasti nona Fanny"
Dan setelah berkata seperti itu Fanny kembali melanjutkan pekerjaannya di Rumah Sakit hingga sore hari.
Malam hari Edward tiba di bandara dan segera masuk ke dalam pesawat jet milik Chandradinata.
"Don,istriku tidak jadi ke taman hari ini karena dia sibuk untuk berberes,esok hari baru dia akan ke taman kota,kau tempatkan beberapa pengawal untuk nya,jangan terlalu banyak karena dia kurang terlalu suka dengan hal itu"
"Baik tuan Edward"
Dan tak beberapa lama Richard pun sudah menyusul masuk ke pesawat jet tersebut.
"Bagaimana perasaan mu Richard ?"
"Aku khawatir Edward, khawatir jika ada sebuah kesalahan di dalam pembuatan penawar racun tersebut"
"Kau tak perlu khawatir semua pasti akan baik -baik saja"
Edward dan Richard pada akhirnya lebih memilih untuk beristirahat di dalam perjalanan nya menuju ke Negara H yang dilakukan pada malam hari ini,malam yang berlalu pada akhirnya bergantikan dengan pagi dan pagi ini pesawat jet tersebut mendarat dengan sempurna di bandara Negara H.
"Ayo Richard kita segera ke Rumah Sakit"
Edward dan Richard segera masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka menuju ke Rumah Sakit tersebut.
Sementara itu pagi ini di rumah utama.
"May apa kau siap?"
"Tentu nona Kim"
Kimmy sudah berdandan dengan cantik bersama dengan Maya untuk menuju ke taman kota.
"Ayo May"
Kimmy dan Maya menuju ke parkiran mobil,masuk ke dalamnya dan mobil tersebut keluar dari gerbang kediaman rumah utama saat mobil keluar dan melintas di jalan raya banyak sekali sosok mata -mata yang menyambut angin segar ini,sudah berhari -hari mereka di tugaskan untuk mengintai Kimmy Valerie.
"Hallo tuan Juan, target menuju ke arah taman kota,baik laksanakan"
Salah satu mata -mata segera keluar dari tempat persembunyiannya dan segera masuk masuk ke dalam mobil untuk menuju ke taman kota tersebut.
Mobil Kimmy kini telah sampai ke taman kota,Maya dan Kimmy keluar dari dalam mobil dan melihat pemandangan yang sangat indah di taman tersebut banyak warga sipil yang duduk bersenda gurau dengan teman -temannya di bangku taman ini.
"May indah sekali taman ini"
"Betul nona, taman kota ini memang sangat indah"
Kimmy dan Maya menikmati keindahan taman kota,namun kini mata Kimmy tertuju pada satu orang kakek tua yang duduk di bangku taman dan Kimmy melihat kakek tua tersebut kakinya terluka.
"Tentu ada nona"
"Bawa kemari May"
"Baiklah"
Maya berlari masuk ke dalam mobil dan mengambil kota obat serta menyerahkan kotak obat tersebut kepada Kimmy.
"Apa yang akan anda lakukan dengan kotak obat itu nona?"
"Ikutlah aku"
Kimmy mengajak Maya untuk mendekati kakek tua yang kakinya terluka tersebut.
"Permisi Kakek,boleh aku mengobati luka kakek?aku ini seorang dokter"
Kakek tua tersebut memandang Maya dan Kimmy secara bergantian.
"Tenang,kami bukan orang jahat"
"Baik lah"
Kimmy mulai membuka celana bagian mata kaki di kakek tua tersebut,namun betapa kagetnya Kimmy jika itu adalah luka palsu dan saat Kimmy hendak meminta penjelasan,sang kakek sudah mengarahkan pistol ke arahnya dan dengan cepat memberikan tembakan kepada Maya, tembakan terdengar menggema di sekitar taman dan semua warga sipil berlarian menyelamatkan dirinya.
"Maaaaaayaaaaaa!!!!!"
Kimmy berteriak histeris ketika melihat Maya tumbang dan mula berlumuran darah,namun teriakan Kimmy selesai saat sang Kakek tersebut memukul kepala Kimmy dengan benda tumpul hingga pada akhirnya Kimmy pingsan.
Semua pengawal Chandradinata langsung keluar dan kini beradu tembak dengan para pengawal dari tuan Jason, terdengar suara jeritan dan teriakan dari semua warga sipil yang saat ini masih terjebak di dalam taman, beberapa warga sipil sampai ikut terkena tembakan dari peluru para pengawal.
Keadaan taman kota pagi ini sungguh sangat kacau,jumlah pengawal Candradinata yang tidak seberapa bisa langsung dipukul mundur oleh para pengawal tuan Jason yang sangat banyak.
"Akhirnya aku mendapatkan mangsa yang paling besar"
Sang Kakek tua membuka penyamaran nya dan segera membawa Kimmy pergi dengan sebuah mobil ditengah -tengah kekacauan yang sedang terjadi.
Semua pengawal Chandrawinata pada pagi itu gugur terkena tembakan dari pengawal tuan Jason dan semua pengawal berjatuhan bersimbah darah. area taman kota satu taman yang awalnya cantik kini berubah menjadi lautan manusia yang terkena tembakan dari serangan tuan Jason, terdengar teriakan dan tangisan histeris dari berbagi sudut di taman itu.
Sementara itu mobil yang membawa Kimmy Valerie kini sudah tiba di sebuah pekarangan yang tak jauh dari tempat kejadian,tuan Jason atau kakek yang menyamar tadi membawa Kimmy keluar dan segera menaikan Kimmy diatas helikopter.
"Ayo Juan"
Dan pada akhirnya helikopter tersebut membawa Kimmy yang sedang pingsan kesebuah Negara lain.
Sementara itu dirumah utama Alexander kini menangis dan tidak mau berhenti sedikit pun.
"Sayang ada apa dengan mu"
Ibu dari Kimmy mencoba menenangkan bayi tersebut namun Alexander sama sekali tidak mau untuk diam dan saat ini tetap menangis.
Sementara itu di Negara H kini penawar racun telah selesai di masukan ke dalam tubuh Clarissa.
"Kita akan menunggu reaksi penawar ini beberapa hari kemudian"
Dokter Fanny mengatakan hal itu dihadapan semua orang yang menyaksikan,namun ada satu wajah yang tiba -tiba menjadi pucat.
"Edward kita perlu bicara"
Richard menarik lengan Edward untuk keluar dari ruangan Clarissa.
"Ada apa?"
"Dimana sekarang nona Kim berada?"
"Terakhir dia izin padaku hari ini akan ke taman"
"Alarm tanda bahaya di alat pelacak nona Kim berbunyi, dengarlah"
Richard memberikan sebuah alat kecil berwarna merah dan alat itu mengeluarkan suara dan ada satu titik menyala merah dengan nama Kimmy Valerie