I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
TAMAN LABIRIN RAKSASA



"Ya kau benar Jian Lee,aku harus memberitahu kan kepada Clarissa tentang apa yang dialami oleh nona Kim,aku rasa para wanita kita akan tidak keberatan jika kita langsung kembali ke Negara W karena mereka juga sangat dekat nona Kim"


"Ya,aku malah takut mereka histeris mendengarkan kabar ini"


"Semoga saja tidak separah itu"


Richard dan Jian Lee berpisah di lorong Ruang Sakit untuk memberitahukan keadaannya Kimmy kepada pasangan mereka masing -masing dan seperti yang Jian Lee tebak,para wanita mereka sangat histeris mendengar bahwa kini Kimmy sedang diculik terutama Fanny yang merupakan sahabat Kimmy dari kuliah.


"Pergi kau!!"


Fanny yang selesai mendengarkan cerita dari Jian Lee segera meminta Jian Lee untuk pergi.


"Hei,kenapa kau mengusirku?"


"Selamatkan Kimmy aku mohon"


Fanny pada akhirnya tak kuasa menahan tangisnya ketika mendengar kabar ini.


"Ya kau tenanglah"


"Kimmy adalah sahabat yang aku miliki dari dulu,Kimmy adalah orang baik,gadis bijaksana yang selalu ada buatku, berjanjilah padaku kau akan membawa Kimmy pulang dengan selamat"


Fanny masih menangis setelah selesai mendengarkan cerita dari Jian Lee.


"Aku akan berusaha sekuat dan semampu ku sayang"


"Pergilah dan hati -hati"


Jian Lee segera mencium kening Fanny dan segera berlalu dari ruangan Fanny,Jian Lee dan Richard kembali bertemu di ujung lorong yang kembali menuju ke ruang eksklusif.


"Bagaimana Richard ?


"Seperti dugaanmu Jian Lee, wanita ku menangis histeris ketika mendengarkan cerita ku"


"Sama dengan ku Richard terlebih Fanny adalah sahabat nona Kim,banyak sekali orang yang mencintai nona Kim,aku yakin pasti Tuhan akan melin wanita baik itu"


"Pasti Jian Lee"


Richard dan Jian Lee kembali masuk ke ruang ekslusif dan kini melihat Edward sedang tertidur.


"Don sejak kapan dia tertidur"


Jian Lee mencoba menanyakan dengan cara berbisik kepada Doni.


"Sejak para tuan muda pergi dari ruangan ini"


"Kita biarkan saja atau bagaimana?"


"Sebaiknya kita bangunkan tuan Edward karena sebentar lagi kita harus berangkat ke Negara W "


"Kau benar"


Jian Lee bermaksud mendekati Edward untuk mencoba membangunkan Edward,namun tangan Richard menghalangi nya.


"Ada apa lagi?"


"Tuan Adrian memberikan pesan agar kita langsung segera terbang ke Jepang ke tempat kejadian perkara disana, bagaimana Don apakah rute pesawat bisa dirubah?"


"Tentu bisa tuan Richard "


"Baiklah segera bangunkan Edward karena tidak ada banyak waktu"


Jian Lee kembali mendekat dan mencoba membangunkan Edward,namun saat Edward terbangun dia berteriak tentang nama istrinya,Jian Lee, Richard dan juga Doni hanya bisa diam ketika Edward melakukan hal itu.


"Ah maafkan aku, seperti nya aku terlalu lelah "


"Edward,kami mengerti apa yang saat ini sedang kau rasakan,ayo kita diminta Papa untuk langsung pergi ke Jepang"


"Tidak jadi ke Negara W"?


"Tidak Edward,Papa meminta kita untuk segera pergi ke Jepang,Don persiapkan senjata untuk kita nanti di Jepang"


"Richard apa kita akan bertempur lagi seperti di Barcelona?"


"Seperti nya begitu,ayo"


Mereka semua keluar dari ruangan eklusif menuju ke parkiran mobil dan segera melajukan mobil tersebut ke bandara.


Sementara itu kondisi rumah utama hari ini terasa sunyi setelah semua mendengar bahwa Kimmy saat ini berada di tangan musuh,Kimmy wanita yang dicintai banyak orang,telah membuat banyak orang yang mencintainya itu berduka karena kabar ini.


"Ya Tiara lebih cepat akan lebih baik,saat ini ada menantu kesayangan kita yang sedang berada di tangan musuh"


"Ya Adrian,aku tidak menyangka jika Jason bisa melakukan serangkaian serangan brutal seperti itu"


"Tidak akan menyangka Tiara "


"Jaga dirimu Adrian"


"Pasti"


Tuan Adrian mendaratkan ciuman mesra di kening nyonya Tiara dan segera berlalu dari kamar mereka dan bergegas menuju ke Bandara.


Sementara itu kini di Negara H semua tuan muda sudah sampai di Bandara dan segera masuk ke pesawat jet mereka.


"Bagaimana Richard apa kau siap untuk bertempur lagi?"


"Ya aku sangat siap"


"Aku juga sangat siap,aku yang akan menembak kepala tuan Jason"


Edward tiba -tiba mengatakan hal itu dan semua hanya tersenyum dengan apa yang sudah dikatakan oleh Edward.


Penerbangan pun berjalan, jarak Negara H dan Negara Jepang cukup dekat Sehingga dalam hitungan jam pada akhirnya mereka bisa mendarat di bandara.


"Selamat datang para tuan muda, perkenalkan namaku Peter,saya yang akan memimpin pertemuan kali ini "


"Salam kenal dari kami untuk mu Peter,kau adalah salah satu detektif Chandradinata yang di tempat kan di Negara ini"


"Betul tuan Richard ,mari kita akan pergi menuju mansion"


Peter dan semua para pengawal mengiring mereka menuju ke mansion Chandradinata yang berada di Jepang,sesampainya di mansion para tuan muda sudah bertemu dengan tuan Adrian dan tuan Jaya.


"Edward"


"Papa"


Tuan Adrian memberikan pelukan kepada Edward sebagai bentuk kekuatan kepada anaknya.


"Baiklah mari kita mulai pertemua ini,karena kita tidak memiliki waktu yang banyak hanya berharap semua peserta yang hadir tetap menjaga kesehatan nya,selama rapat berlangsung akan banyak makanan yang terhidang di meja,kami berharap agar para tuan muda dapat menyantap hidangan tersebut"


"Kami mengerti, lanjutkan Peter"


"Baik tuan Adrian"


"Jadi ini lokasi markas tuan Jason yang ke dua selain di Italia"


Peter mulai membuka peta elektronik yang kini terpampang di dalam layar raksasa.


"lokasi markas tuan Jason berada di bawah kaki pegunungan,jadi kita harus mempersiapkan kesehatan kita untuk menghadapi cuaca ekstrem dan satu hal lagi yang perlu kita semua tau"


"Apa itu Peter?"


"Di dalam markas tuan Jason ada satu taman labirin raksasa yang sengaja dibangun untuk keamanan para musuh"


"Jadi sebelum kita sampai di markas kita harus melewati taman labirin itu?"


"Betul tuan Richard"


"Berikan aku pola dari taman itu?"


Peter langsung membuka satu gambar taman labirin raksasa,yang kini terpampang jelas di hadapan semua para peserta.


"Luar biasa Tuan Jason itu selain kejam juga dia sangat kreatif dalam melindungi dirinya dari musuh"


Jian Lee cukup terkaget dengan penampakan gambar taman labirin raksasa yang kini berada di hadapan mereka.


"Bagaimana Richard ini tidak menjadi hal yang sulit untuk kau bisa memecahkan terorinya kan?"


"Jian Lee ini tidak sulit,namun hal yang perlu kita waspadai apa saja yang diletakkan di setiap taman labirin raksasa tersebut"


"Kau benar Richard,ini yang harus kita waspadai"


"Kita harus menyiapkan segela hal itu ini"


"Ya dan aku hari ini sudah membawa perlengkapan kita saat kita menyerbu markas keluarga Louis"