I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
jujur




selamat membaca 🐥


Kini Citra dan Xavier telah sampai di apartemen mereka, Xavier langsung turun dari mobil, Citra pun langsung bergegas mengikuti langkah Xavier, Citra sampai harus berlari kecil karena langkah Xavier begitu lebar


Kini mereka sudah berada di dalam apartemen Citra melihat sekelilingnya ,Iya bingung kenapa apartemen ini seperti sudah di huni bukan kah Xavier baru membelinya nya


" ini adalah apartemen pribadi saya, saya berubah pikiran saya tidak jadi membeli sebuah pertemanan saya akan membeli sebuah mension saja Saya rasa mension akan lebih bagus daripada sebuah apartemen Namun kita akan tinggal di sini untuk beberapa hari sampai mention itu benar-benar siap untuk ditempati"


Entahlah seolah seperti dapat membaca pikiran dari citra, Xavier langsung menjelaskan dengan panjang lebar, namun di lain sisi Xavier merasa bingung sendiri dengan sifat nya rasa rasanya ia tidak pernah berbicara sepanjang itu, apalagi dengan orang yang baru saja ia kenal.


Citra kaget saat mendengar penjelasan dari Xavier


*Ihh kok dia bisa tau apa yang gua pikirin ya apa dia cenayang ya?*


Batin Citra


"Berhenti berpikir aneh aneh ini sudah larut malam istirahat lah kamar ada di sana"


Ucap Xavier dan langsung pergi dari sana


Entah lah iyaa mau kemana Citra tidak tau, karena memang sudah lelah dan mengantuk Citra langsung pergi ke kamar untuk segera tidur


Sebelum tidur Citra menyempatkan diri untuk sedikit bebersih ke kamar mandi


Kini Citra sudah selesai bebersih iya pun bergegas untuk kembali ke kasur dan segera beristirahat, namun Citra kaget karena melihat Xavier ada di sana , Iya menyadarkan tubuh nya ke kepala ranjang sambil memfokuskan diri pada Laptop nya


"Loh kok om ada disini?" Tanya Citra dengan wajah bingung


"Kenapa? ini kamar ku"


Jawab xavier singkat tanpa memalingkan pandangannya dari Laptop


"Terus aku tidur dimana om?"


"Disini"


Ucap Xavier sambil menggeleng kan kepalanya ke arah sebelah nya , Sedang kan Cita hanya diam di tempat nya


"Kenapa kau keberatan?"


Kini Xavier bertanya sambil mengangkat kepalanya dan menatap mata Citra


"Eng..enggak kok om" Citra menjawab dengan sedikit gugup entah lah ia sedikit merasa takut melihat tatapan mata Xavier, tanpa menunggu lagi Citra langsung bergerak menghampiri kasur dan merebahkan dirinya di sana, mungkin karena benar-benar lelah Citra pun langsung tertidur.


Setengah jam kemudian Xavier menutup laptopnya kemudian Xavier melirik ke arah Citra yang sudah tertidur pulas entah setan apa yang merasuki Xavier ia mendekatkan tubuh nya ke arah Citra dan menatap wajah Citra


"Beautiful"


Setelah mengucapkan kata itu Xavier langsung menjauhkan dirinya dari citra dan dan bergegas untuk segera tidur


-------------------------------------------------------------------------------________________________________________________


Pagi harinya Citra terbangun dari tidurnya Dia merasakan sesak saat ia membuka mata Iya begitu kaget karena Iya ada di dalam pelukan Xavier, Xavier benar-benar memeluknya dengan sangat erat seolah dirinya adalah sebuah bantal guling


Sebenarnya Citra tidak berani ingin membangunkan Xavier Namun karena ia sudah tidak tidak bisa menahan rasa sesak itu, karena semakin lama Xavier semangkin memeluknya dengan erat, apalagi iya harus segera ke kampus karena ia hanya izin satu hari saja


"Om"


??


Tidak ada sahutan


"Omm" Citra memanggil lagi dengan nanda sedikit panjang


"Hm" Xavier hanya menjawab dengan deheman saja tanpa membuka mata nya


Citra yang sudah tidak tahan lagi langsung mengeluarkan jurus terakhir nya


"OMMMMM BANGUNNNNNNN!!!!!!! CITRA GAK BISA NAFAS IHHHH"


yaps Citra menjerit sekuat yang ia bisaaa


"****!, kecil kan suara mu itu ini bukan hutan"


Xavier mengumpat kesal sambil bangun dari tidurnya


"Bodoamat siapa suruh kebo "ucap Citra ketus dan langsung meninggal kan Xavier untuk segera mandi karena ia sudah benar-benar kesiangan


Akhirnya Citra pun selesai bersiap-siap saat ia keluar kamar dan ternyata dia melihat kalau Xavier pun sudah siap dengan setelan jasnya


Citra tidak terlalu ngopenin Xavier dia hanya melirik Xavier dan langsung bergegas dari sana karena ia sudah benar-benar terlambat


"Tunggu!"


"Apaa lagi sih om? Citra udah telat"


"Gak usah om aku pegi sendiri aja"


tolak Citra dia hanya takut kalau nanti ada yang melihat Xavier dan mengundang teman teman kampusnya berpikir negatif tentang dirinya


"Saya tidak suka di bantah"


Ucap Xavier singkat dan pergi keluar, karena sudah terlambat tidak ada waktu lagi untuk berdebat citra bergegas mengikuti langkah Xavier


Kini mereka sudah sampai di depan kampus Citra, Citra pun segera turun tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Xavier


"Citra"


Citra menoleh ke belakang ternyata yang memanggil nya ada rania


"Eh ran lo belum ke kelas"


"Gua nunggu lo, kemaren lo izin ngapain?, terus yang nganterin lo tadi siapa?" rania terus bertanya tanpa henti , Citra yang mendengar semua pertanyaan rania yang ber tubi tubi menarik panjanb nafas nya


"Gua bakal jelasin semuanya nanti waktu kelas udah selesai, tapi sekarang kita masuk dulu nanti dosen marah" ucap Citra sambil menarik tangan rania


"Bener ya semua nya!"


"Iyh"


"Janji?"


"Iyh rania"


_____________________


Pada akhirnya kelas mereka pun selesai, rania langsung menarik tangan Citra ke kantin


"Jelasin sekarang"


" Ya ampun ran sabar lah elahh pesen minum atau makan dulu lah gua haus "


"Yaudah deh iyh" rania mengalah ia memanggil salah satu pelayan dan memesan beberapa makanan dan minuman , tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang


Mereka pun mulai makan


"Jadii??"


Rania membuka topik pembicaraan karena jujur Ia benar² penasaran jiwa kepo nya meronta ronta


"Tapi lo janji dulu jangan teriak ya!"


Citra harus mengucapkan ini terlebih dahulu karena Iya tau betul kebiasaan dari sahabat nya itu saat terkejut


"Iyh"


"Jadi kemaren gua izin karena gua nikah"


"Whattt! Serius aja loh, lo gak lagu becanda kan"


"Ih gua serius gak bercanda, gua di jodohin sama mama papa , sama orang yang udah bantu suntikan dana ke perusahaan papa karena perusahaan papa lagi drop papah kenak tipu jadi perusahaan rugi besar" jelas Citra panjang lebar sedangkan rania hanya mendengar kan sambil sesekali mengangguk kan kepala nya


"Wah berarti keluarga suami lo orang tajir melintir banget dong ?"


"Hm bisa di bilang gitu"


"Terus terus kapan go publik pernikahannya?"


"Minggu depan, lo datang ya nanti gua gua kasih tau alamatnya, karena sekarang gua juga belum tau, di gedung mana acara resepsinya di lakuin "


"Tenang aja ya kali sahabat gua nikah gua gak dateng"


"Hehe iyh, tapii aku beneran minta maaf ya ran karena kemarin aku gak jujur sama kamu, jujur aku juga masih speechless untuk semua ini" ucap Citra dengan wajah benar benar merasa bersalah


"Gak papa kok cit, sans aja , btw suami lo ganteng gak?" Tanya rania sambil menaik turunkan alisnya menggoda Citra


"Ganteng sih cuman nih ya ran sifat nya nyebelin, mukanya gak pernah senyum datar terus ngomongnya irit banget kayak bayar aja di irit iritin" ucap Citra dengan kesal


"Wahh bagus lah jadi kayak di novel novel gitu"


ucap rania dengan wajah berseri seri karena ia adalah salah satu penggemar novel


"Novel pala lu ran, darah tinggi gua bisa bisa" ucap Citra dengan wajah cemberut


____________________________________________________________________________________________


hallo 👋guys maaf banget kalau aku telat up karena kemarin aku sakit dan lumayan sibuk juga untuk persiapan UTS🙏 Jadi aku minta maaf kalau up-nya telat dan mungkin banyak typo juga karena buru-buru nulisnya semoga kalian suka sama novel aku dan terus support aku ya guys dengan cara like dan follow akun aku Dan jangan lupa berkomentar yang positif 🤎🤎terima kasih semua nya🙏🙏👋



TBC