
Sementara itu di desa di Negara H, ada satu orang wanita cantik yang seakan - akan mulai bertanya apakah keputusan nya menolak kembali ke Negara W itu adalah keputusan yang benar.
"Aku sudah tidak ingin kembali berada di dalam ruang lingkup keluarga Chandradinata, dulu dengan sengaja tuan Edward menaruh aku di tempat ini hanya karena aku sahabat Kimmy hanya karena ketakutan tuan Edward akibat Kimmy yang hilang ingatan, sekarang dengan seenaknya saja mereka menginginkan aku kembali ketika aku sudah mencintai tempat ini, aku tidak akan pernah mau"
Dan itulah yang di ucapkan oleh Fanny di atas tempat tidurnya sebelum dia pada akhirnya terlelap.
Malam hari ini semua beristirahat dengan sangat tenang dengan semua kejadian perlahan - lahan segera berlalu, namun semua itu mungkin tidak berlaku untuk tuan Lauren dan Dokter Rena.
"Selamat datang di Negara B, tuan Lauren nona Rena "
Salah satu kepala pelayan menyapa tuan Lauren dan Dokter Rena ketika mereka sudah tiba di dalam istana.
" Panggil aku dengan nama Xiao Mei tuan, nama Rena sudah bukan menjadi nama ku lagi"
"Baiklah nona Xiao Mei, mari hamba akan mengantarkan nona dan tuan menuju ke tempat istirahat "
Dan pada akhirnya sang pelayan mengantarkan tuan Lauren dan nona Xiao Mei untuk menuju ke ruang istirahat mereka masing-masing.
Istana Negara B sangat indah letak istana tersebut di apit oleh dua gunung dengan pemandangan yang sangat indah, pada malam hari seperti sekarang udara di Negara B sangat sejuk.
Xiao Mei masuk ke dalam ruang istirahat nya namun dia tidak bisa tidur, pada akhirnya Xiao Mei keluar dan mencoba merasakan dingin nya malam hari ini seperti hati nya saat ini.
"Negara B, ya di Negara ini aku akan mencoba untuk mendapatkan kasih sayang dari Putra Mahkota, agar aku bisa mendapatkan kekuasaan dan kekuatan yang lebih untuk melakukan perlawanan terhadap keluarga Chandradinata, aku hanya perlu bersabar dan bersikap manis di depan mereka semuanya "
Xiao Mei mengatakan hal tersebut di tengah malam sambil memandang langit - langit yang tanpa kehadiran bulan ataupun bintang, hatinya yang sudah dingin membuat dia seakan tidak lagi seperti memiliki hati nurani.
"Tuan Edward, tuan Adrian, tuan Jaya apakah anda akan langsung menuju ke rumah? "
" Ya, aku akan ke rumah utama karena istri ku pasti sudah menunggu kedatangan ku"
"Aku akan ke Rumah Sakit untuk mengurus Clarissa "
" Baiklah jika memang seperti itu"
"Don, biarkan Kakek Jaya ikut dengan mu pulang ke rumah utama dengan Edward dan kau Jian Lee ikutlah aku ke Chandradinata Corp karena ada beberapa hal yang harus aku bicarakan kepada mu"
"Baiklah tuan Adrian "
Dan setelah mengatakan hal tersebut semua anggota keluarga Chandradinata pada akhirnya berpisah sesuai tujuannya masing - masing.
Chandradinata Corp.
" Tuan Adrian, hal apakah yang ingin tuan sampaikan kepada ku? "
"Lihatlah surat ini Jian Lee, pagi tadi asisten ku baru mengabarkan jika nona Fanny menolak untuk kembali ke Negara W, kau bisa lihat dengan jelas apa alasan dari nona Fanny itu"
Jian Lee mulai membaca surat penolakan dari Fanny secara perlahan.