I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KEADAAN CLARISSA



Nona,aku adalah Dokter yang bertanggung jawab atas mu, ini Liu Yen dia adalah asisten pribadi ku, nona bersabar lah semua akan baik-baik - baik saja"


Dengan perlahan Clarissa mulai mengeluarkan air mata nya.


Ada apa dengan ku? kenapa aku tidak bisa bergerak? kenapa aku tidak bisa bersuara? ada apa dengan ku?


Clarissa mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya, tidak ada suara apapun yang keluar dari mulut Clarissa, yang orang lihat hanya air mata yang terus berjatuhan dari diri Clarissa.


"Nona semua akan baik - baik, kau harus percaya itu"


Fanny yang seakan - akan mengerti apa yan saat ini di alami oleh Clarissa mencoba untuk memberikan kekuatan kepada Clarissa.


Tak beberapa lama pada akhirnya semua tim Dokter ahli datang dan masuk ke dalam ruangan Clarissa, mereka mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Clarissa.


Sementara itu ada satu orang laki - laki yang mencoba untuk mengetuk ngetuk kaca ruangan Clarissa berada, laki - laki tersebut adalah Richard yang pagi ini sudah tiba di ruangan Clarissa, namun tetap tidak di izinkan masuk oleh tim Dokter ke dalam


Fanny yang mengetahui kehadiran Richard segera keluar dari dalam ruangan Clarissa untuk memberikan penjelasan kepada Richard.


"Nona Fanny bagaimana keadaan Clarissa!!,


Richard mengatakan hal tersebut dengan sangat panik.


"Tuan tenanglah"


"Nona, bagaimana aku bisa tenang, di dalam ada beberapa Dokter yang tiba - tiba di panggil setelah Clarissa sadar"


"Richard tenang lah semua nya akan baik - baik saja"


Jian Lee yang sudah tiba pada akhirnya mencoba memberikan kekuatan kepada Richard.


"Bagaimana aku bisa tenang melihat mereka yang seperti itu!! "


" Tuan Richard kumohon tenang, kami tim Dokter tidak akan memberikan penjelasan apapun selama anda belum bisa tenang"


Tak beberapa lama kemudian tuan Adrian, tuan Jaya dan Edward pun kini berada bersama dengan mereka, pagi ini para anggota Chandradinata langsung menuju ke Rumah Sakit untuk mengetahui keadaan Clarissa.


"Richard, kau harus tenang Papa yakin nona Clarissa akan baik - baik saja"


Tuan Adrian mencoba memberikan kekuatan kepada Richard, sedangkan Richard sedari tadi hanya mengacak - acak rambutnya agar dia bisa merasa lebih tenang.


Sementara itu di sudut ruangan Edward, tuan Jaya dan juga Fanny sedang berdiskusi mengenai keadaan Clarissa.


"Nona Fanny sebenarnya bagaimana keadaan nona Clarissa?


" Tuan Jaya, tuan Edward besar kemungkinan nona Clarissa mengalami lumpuh, namun saat ini pemeriksaan masih berlangsung kita tunggu saja hasil dari pemeriksaan tersebut seperti apa"


"Baiklah, nona memang saat ini kita hanya bisa menunggu saja "


Edward mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang kini dia sedang ajak diskusi.


Dan pada akhirnya mereka semua hanya bisa menunggu dari hasil pemeriksaan tim medis.


Keheningan yang tercipta langsung cair ketika pada akhirnya Dokter Carla dan Dokter Dean membuka pintu ruangan Clarissa.


"Dokter bagaimana keadaan nya? "


Richard langsung berdiri dari tempat duduk untuk menghampiri Dokter Carla.


" Tuan harap tenang"


"Katakan saja Dokter bagaimana kondisi nona Clarissa"


"Baiklah tuan Adrian"


"Nona Clarissa mengalami lumpuh total pada semua anggota tubuhnya, racun teratai putih yang Dokter Rena racik ternyata dapat melumpuhkan semua saraf - saraf, dan kami tim dokter sangat berharap untuk penawar tahap ke dua dan ke tiga segera di buat, jika tidak nona Clarissa akan lumpuh secara permanen "