
"Baiklah nona, sekarang pejamkan ke dua matamu? "
" Hah untuk apa"
"Karena aku akan menggendong mu keluar dari ruangan ini"
Tanpa butuh persetujuan dari Kimmy Edward segera mengangkat tubuh Kimmy dan menggendongnya.
"Ttttunggu apakah harus seperti ini untuk aku bisa keluar dari ruangan ini? "
" Hahahaha betul sekali ini adalah perintah dari suami mu dan sebagai istri yang baik, kau harus menurutinya, sekarang diam lah karena begitu keluar dari ruangan ini akan banyak sekali orang yang akan menatap mu tenggelam kan wajahmu di dadaku agar kau tak terlihat oleh mereka"
"Hah maksudnya apa? "
"Sudah turuti semua yang kukatakan dan jangan banyak bertanya"
Edward mulai berjalan meninggalkan ruangan tersebut dengan membawa Kimmy dalam gendong nya,
"Aku malu, semua orang di Rumah Sakit melihat kita"
Kimmy membisikan hal tersebut ke telinga Edward karena begitu mereka keluar dari ruangan banyak mata yang memandang mereka berdua, mata yang tentunya sudah tau siapa laki-laki yang saat ini membawa seorang wanita, laki-laki yang sudah sangat terkenal di Negara tersebut.
"Sudah kubilang tenggelam kan wajahmu, agar kau tak melihat keadaan di sekeliling mu, kenapa kau tak mau menuruti kata-kata ku?"
"Baiklah akan aku lakukan"
Edward tersenyum penuh kemenangan karena saat ini dia begitu mudah mengendalikan istrinya, dengan langkah yang mantap Edward terus berjalan ke arah pintu keluar dari Rumah Sakit tersebut dan bersiap menghadapi wartawan yang sedari tadi menunggu di halaman Rumah Sakit.
Begitu Edward keluar, semua wartawan langsung mengarahkan Camera nya kepada Edward, Kimmy mencoba untuk melihat keadaan di sekeliling dan betapa terkejut nya dia ketika banyak sekali Camera mengarah ke mereka.
"Ini apa? kenapa begini, aku takut"
"Diamlah semua akan baik-baik saja"
Dengan langkah yang santai Edward tersenyum kepada para wartawan yang berada di sana.
Kimmy tidak berani menampakkan wajahnya ke camera, dia terus berlindung di balik dada bidang milik Edward.
Edward dikelilingi oleh banyak pengawal, dan pada akhirnya Edward masuk ke dalam mobil dan di dalam mobil tersebut Doni sudah menunggu mereka.
Sementara di sebuah Negara yang lainnya ada seorang wanita yang sedari tadi sedang mengawasi televisi dan melihat siaran langsung dari semua berita yang sedang meliput Edward dan Kimmy, yang sedang meliput kemesraan mereka berdua.
Wanita tersebut tersenyum dengan sinis sambil meminum teh nya
"Pyar, Pyar " tiba - tiba wanita tersebut melempar cangkir yang berisi teh dan dia begitu murka melihat adegan yang sedang diliput di semua televisi.
" Nona apa anda baik-baik saja? "
"Jean aku baik-baik saja"
"Apakah nona akan muncul?"
"Belum waktunya aku untuk muncul Jean sedikit lagi supaya semuanya sempurna"
Wanita tersebut tersenyum dan sedang merencanakan sesuatu.
"Sayang buka mata mu semua sudah baik-baik saja sekarang kau sudah berada di dalam mobil"
Kimmy mulai membuka mata nya dan benar dia sudah berada di dalam mobil tersebut.
"Siapa mereka, untuk apa mereka begitu ingin meliput kita"
"Mereka adalah para awak media, mereka mengetahui kau mengalami kecelakaan, sehingga mereka ingin mengetahui keadaan mu, namun jangan khawatir para asisten ku akan menjawab mereka satu per satu"
" Ah seperti itu apakah kita begitu terkenal sampai semua orang itu ingin mengetahui kehidupan pribadi kita"
Kimmy memandang wajah Edward dan berharap mendapatkan jawaban dari Edward, Edward mengetahui jika Kimmy begitu penasaran dengan keberadaan para wartawan tersebut, namun jika dia terlalu banyak bicara maka semua masa lalu Kimmy akan terbongkar.
"Kemarilah, semua orang saat ini begitu ingin mengetahui kehidupan pribadi kita, termasuk mereka dan itu semuanya untuk bahan berita mereka, jadi kau tak perlu merisaukan hal tersebut"
Edward menarik Kimmy ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepala Kimmy berkali-kali, dan seperti biasa Kimmy yang mendapatkan perlakuan seperti itu menjadi diam dan tak banyak berkata-kata.
Tidak lama mobil mereka sudah masuk ke dalam halaman rumah putih, Edward segera mengajak Kimmy untuk keluar, Edward kembali mengingat awal mula mereka pindah ke rumah ini, Edward menyiramkan air kepada Kimmy untuk membuat dia terbangun, dan saat kejadian yang sama terulang untuk yang ke dua kalinya, Edward melakukan hal tersebut dengan memberikan ciuman kepada Kimmy.
Edward kembali menggendong Kimmy masuk ke dalam rumah putih.
Ada rasa sesak, bercampur rasa rindu begitu Kimmy masuk ke dalam ruang tamu rumah tersebut, perasaan yang Kimmy sendiri tidak tau mengapa itu terjadi.
"Sayang apa yang sedang kau lihat, kenapa mata ku terpaku pada setiap sudut ruangan tempat ini? "
Edward yang mengetahui jika istrinya sedang memikirkan sesuatu segera menanyakan langsung, hatinya terlalu takut jika ingatan Kimmy tiba-tiba kembali.
" Hmmm entahlah perasaan ku begitu sedih ketika aku masuk ke dalam rumah ini, namun di satu sisi aku begitu merindukan rumah ini"
Deg
Di dalam hatinya Edward seakan mendapatkan teguran yang keras.
Kau pernah merasakan kesedihan yang mendalam ketika kau berada di dalam rumah ini pada masa lalu mu, namun sekarang aku berjanji hal tersebut tidak akan pernah terulang lagi.
Edward membawa Kimmy masih ke dalam kamar mereka, Kimmy melihat banyak foto pernikahan mereka yang tergantung di setiap dinding kamar.
Dan kembali perasan Kimmy didera rasa yang tak biasa, dia seperti ingin menangis ketika dia berada di dalam kamar ini.
Edward meletakkan Kimmy di atas tempat tidurnya dengan sangat lembut.
"Sayang istirahat lah aku harus segera kembali kekantor, kau masih dalam masa pemulihan dan aku berharap kau tidak banyak keluar rumah ataupun keluar dari kamar ini, semua kebutuhan mu akan dilayani oleh para pelayanan didalam rumah ini, aku berharap kau tidak membantah kata - kata ku"
Edward menatap tajam ke arah Kimmy, Kimmy merasa tidak asing dengan tatapan mata itu, namun dia tetap bisa mengingat apapun
"Baiklah aku tidak akan pergi kemana mana, segeralah pulang supaya aku tidak merasakan kesepian.
Edward tersenyum dan kembali mencium puncak kepala Kimmy.
"Baiklah aku akan segera pulang begitu pekerjaan ku selesai"
Edward mulai keluar dari kamar mereka, dan begitu Edward keluar dia menyalakan semua CCTV yang berada di dalam rumah tersebut, Edward meminta semua pengawal lebih mengawasi istrinya dengan ketat, tidak boleh ada satupun pelayan yang masuk ke dalam kamar tanpa pendampingan dari Maya dan masih banyak lagi peraturan - peraturan ketat yang dibuat oleh Edward untuk Kimmy.