I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
CEMBURU



Lama Kimmy merenung di depan meja rias di dalam kamar sampai pada akhirnya Edward kembali memeluk nya dari belakang.


"Apa yang sedang kau pikirkan? nampaknya kau begitu tertekan, apa ucapanku soal anak membuatmu begini memikirkan nya?"


Kimmy membalikan badan dan menghadap kepada Edward, Kimmy mencium kening Edward untuk membuat dirinya tidak lagi mengkhawatirkan setiap apa yang dirasakan olehnya, biarkan semua hanya Kimmy yang memikirkan seorang diri, karena keputusan untuk menunda hamil diputuskan Kimmy seorang diri tanpa campur tangan Edward.


"Aku memikirkan dirimu, aku memikirkan jika kita sudah memiliki seorang anak, jika dia laki-laki pasti dia tampan, dan jika dia perempuan pasti dia juga akan cantik seperti ku hehe"


Kimmy mencoba membuat Edward tidak khawatir akan setiap pikirannya.


"Sayang hari ini aku harus segera pergi ke Rumah Sakit banyak pasien sudah menunggu, sudah kewajiban ku sebagai seorang dokter untuk memberikan pengobatan kepada mereka, jadi kumohon jangan menghalangi aku untuk pergi"


Apa menjadi dokter dan memberikan pengobatan kepada orang lain itu begitu penting bagimu?"


"Kau tetap yang terpenting di hidupku, namun dokter adalah mimpi ku semenjak aku masih kecil dan pada saat aku kuliah Ayah ku meninggal akibat tabrak lari saat itu setelah Ayah meninggal, kami tidak memiliki cukup uang untuk biaya hidup dan mimpiku menjadi dokter hampir saja terhenti"


"Dan karena itulah pada akhirnya kau mengikuti ajang pencarian menantu bukan? Kau tahan padaku karena aku memiliki banyak uang"


"Hmmm awal memang seperti itu, namun lambat laun aku mulai mencintaimu dan sampai sekarang rasa cintaku tetap sama I Love You "


Kimmy melukiskan gambar hati pada dada bidang Edward, Edward memegang tangan nya dan mulai kembali mencium bibir sensual Kimmy.


" Hufft sudah hentikan kita lanjut kan nanti malam, pakailah baju mu dan kutunggu kau di bawah untuk sarapan"


Kimmy menyudahi drama percintaan pada pagi hari ini, Kimmy turun terlebih dahulu ke meja makan dan meninggalkan Edward di kamar yang masih bertelanjang dada dan hanya memakai handuk menyelimuti tubuhnya, Kimmy takut jika dia terus berada di dalam kamar tersebut dirinya yang akan terhanyut oleh permainan gila Edward.


Saat Kimmy sedang sarapan Edward segera menyusul ke bawah, hari ini Edward memakai kemeja warna abu-abu dipadukan dengan celana hitam dan dasi silver, badannya yang kekar membuat dia semakin maskulin dan tampan Kimmy sejenak memandangi Edward ketika Edward duduk disamping Kimmy untuk sarapan.


"Hei kenapa kau memandangku sampai tidak berkedip seperti itu?"


"Hmm itu karena pagi ini suamiku sangat tampan dengan baju yang aku pilihkan, terima kasih sayang karena mau mengenakan pilihanku"


Edward begitu tersanjung ketika sang istri memuji nya, tiba-tiba dia langsung mendaratkan ciuman mesra nya kepada Kimmy di meja makan.


Rasa cokelat yang masih menempel pada bibir Edward membuat ciuman itu terasa semakin manis,cukup lama mereka kembali berciuman sampai pada akhirnya Edward menyudahi ciuman tersebut hasrat nya sudah mulai naik dan dia takut Kimmy tidak melakukan persiapan, sehingga akan kembali terluka olehnya.


"Ayo kita berangkat, hari ini aku akan mengantarkan mu ke Rumah Sakit, segera berdiri dan kita menuju ke garasi mobil, jika kau masih disini aku bisa memakan bibir dan semua anggota tubuhmu saat ini juga"


Edward tersenyum dan segera beranjak dari kursi makan diikuti oleh Kimmy, sepanjang perjalanan mereka tak henti-hentinya saling bercanda mesra.


"Don hari ini kita antar nyonya Edward ke Rumah Sakit terlebih dahulu baru kita akan ke kantor"


"Baik tuan Edward"


Doni mengemudikan mobil nya dengan tenang, sesekali Doni melihat kemesraan nona dan tuan muda nya, bagi Doni itu sangat menguntungkan karena sejak Edward jatuh cinta pada Kimmy dia menjadi lebih manusiawi terhadap semua karyawan nya.


"Sayang kita sudah sampai di Rumah Sakit, terima kasih karena telah mengantarkan aku"


Kimmy mencium Edward dan segera turun dari dalam mobil menuju ke Unit Gawat Darurat.


"Don sebelum kita meninggalkan Rumah Sakit ini, aku minta semua CCTV terhubung pada ponselku terutama ruangan istriku praktek saat ini"


"Baik tuan"


"Tuan semua CCTV di Rumah Sakit ini sudah terhubung dengan ponsel tuan Edward"


"Baiklah Don ayo jalan, dalam perjalanan ke kantor Edward bisa melihat dengan jelas bagaimana Kimmy melayani semua pasien nya, hati Kimmy yang lembut membuat dia banyak di cintai oleh setiap pasien-pasien nya, sekilas hati Edward menjadi damai ketika melihat Kimmy begitu gembira dengan profesi yang saat ini sedang di gelutinya, pada akhirnya Edward kembali kekantor sambil terus merindukan Kimmy


Sementara menjelang siang hari di Rumah Sakit, tiba-tiba saat Kimmy selesai makan siang Dean datang menghampiri dirinya di kantin.


"Kim Kemarilah"


Dean memegang tangan Kimmy dan mengajak nya untuk duduk di kursi kantin


"Ada apa Dean, lepaskan tanganku kita dilihat banyak orang disini"


"Kim aku ingin mengatakan sesuatu padamu, mulai saat ini sudah kuputuskan aku akan kembali mengejar dirimu, suka tidak suka mau tidak mau kau menerima nya aku akan tetap melakukan hal tersebut, aku sadar cinta yang sama masih belum padam Kim, dan aku akan membuat kau kembali kepada ku"


Dean mengatakan hal tersebut sambil terus memegang tangan Kimmy dan setelah itu tanpa butuh waktu lama Dean mendaratkan ciuman mesra nya di kedua tangan Kimmy.


Sontak Kimmy sangat kaget dan dia segera menarik tangan Dean.


"Kau gila Dean, aku sudah memiliki suami dan yang baru kau lakukan tadi ha? kau sama sekali tidak menghormati ku sebagai seorang wanita"


Hahahaha menghormati katamu?bagaimana dengan suamimu? dia menghormati kau sebagai istrinya? dia menyiksamu untuk mendapatkan kepuasan dan itu semua hanya untuk dirinya, dia hanya memikirkan dirinya saja tanpa pernah memikirkan kau Kim, dia memperlakukan mu dengan buruk jangan kau kira aku tidak mengetahui apa yang telah dilakukan seorang Edward Chandradinata kepada Kimmy


Kau harus ingat aku ini dokter, dan begitu aku melihat luka-luka mu waktu itu aku langsung tau bahwa itu adalah luka kekerasan seksual jadi disini siapa yang lebih jahat sekarang? "


Dean mendekatkan wajahnya ke arah Kimmy, Kimmy hanya terdiam tanpa melawan,karena hati nya seakan mengakui bahwa perlakuan Edward itu memang tidak layak untuk diterima seorang istri.


Dean membelai rambut Kimmy dan sambil berlalu dia mengatakan sesuatu hal.


"Kim pikirkan apa yang kukatakan tadi"


Dean berlalu dari hadapan Kimmy, kini hanya tinggal Kimmy seorang diri di dalam kantin tersebut, hatinya menjadi kacau akibat perkataan Dean dan lama dia merenung disana.


Sementara tanpa Kimmy sadar ada sepasang mata penuh dengan kemarahan yang sedari tadi menatap adegan Dean dan Kimmy di kantin,mata yang begitu marah terbakar rasa cemburu, mata yang melihat dari kejauhan yang memperhatikan semua adegan tersebut dari dalam ponsel nya.


Brakk, pyarr, pyarr Edward memukul semua barang yang berada di dalam ruangan nya, dia merasa tidak rela jika istri nya disentuh oleh laki-laki lain selain dirinya.


"Don segera kau selidiki laki-laki yang bersama dengan istriku saat ini"


"Baik tuan"


Tanpa perlu banyak waktu Doni segera melihat para dokter yang bertugas di Rumah sakit tersebut dan segera melihat riwayat perkenalan nya dengan Kimmy, Edward memiliki banyak detektif yang selama ini bekerja secara tersembunyi untuk dirinya, termasuk detektif yang sengaja Edward tempat kan untuk istrinya.


"Tuan menurut data yang saya terima laki-laki yang bersama nona Kimmy saat ini bernama Dean Wijaya, putra tunggal Wijaya grup, Dean memiliki profesi yang sama dengan nona muda yaitu sebagai dokter dan Dean adalah mantan kekasih nona muda sewaktu nona masih di bangku kuliah"


Tangan Edward mengepal dengan sangat keras,


"Kenapa kau tidak pernah menceritakan masa lalu mu dengan laki-laki tersebut"