
"Halo tuan Edward, selamat datang di rumah keluarga Louis, ya aku adalah pengawal setia dari nona Kim dan aku telah berkhianat kepada anda"
" Ya dan aku salah terlalu percaya kepada mu, sekarang ada baiknya kau menyerah saja, karena hampir semua pengawal mu sudah kami bunuh, jika kau menyerah maka hukuman mu akan lebih baik daripada kami yang harus memaksa mu melakukan hal itu"
Edward mencoba memberikan penekanan kepada Rei, namun sepertinya usaha Edward belum bisa berhasil.
"Hahahaha, tidak semudah itu tuan Edward, aku di didik keras oleh seseorang yang juga pernah mendidik kedua orang yang kini berada di samping mu, bedanya mereka pada akhirnya memilih untuk berkhianat dan tidak tau ucapan terima kasih "
" Hei kau Rei, urusan mu apa jika kami memutuskan hal itu ha? itu adalah pilihan kami, sudahlah jangan kau membuat drama disini, menyerah atau kami paksa kau untuk melakukan hal itu"
Jian Lee mengatakan hal tersebut sambil mengarahkan pistol nya kepada Rei, dan para pengawal Rei langsung melindungi nya dengan cara mengelilingi Rei.
"Tunggu, tuan Jian Lee ada baiknya anda harus segera menurunkan pistol anda, karena anda akan menyesal mengarahkan pistol tersebut pada ku"
"Apa yang membuatku harus menyesal melakukan hal itu padamu Rei? "
Rei hanya tersenyum, dan Rei menepuk ke dua tangannya, lalu keluarlah dua orang pengawal yang mengarahkan pistol kepada seorang wanita.
" Kau!!! "
Richard langsung berteriak dan segera ingin maju begitu dia melihat siapa wanita itu, sedangkan Edward dan Jian Lee segera menahan nya agar tetap tenang.
" Di tangan ku ada satu orang wanita keturunan dari keluarga Louis yang berkhianat, dan wanita ini sangat berharga di hati salah satu tuan muda yang saat ini berdiri di hadapan ku"
"Selamat datang nona Clarissa "
Clarissa hanya terdiam dengan semua yang Rei katakan, matanya seakan memberikan isyarat kepada ke tiga tuan muda untuk dapat mengetahui siapa pengendali di balik semua permainan ini selain dari tuan Lauren.
" Berani kau sentuh dia, kau akan mati Rei!!! "
" Hahahaha aku ingin sekali tertawa tuan Richard, ternyata anda begitu ketakutan melihat nona ini mati di tangan ku, ternyata dia sungguh sangat berharga untuk anda"
" Tuan Edward aku tidak kan melakukan hal itu, sekarang bersiap - siap lah kalian bertiga melihat kematian nona Clarissa "
Dua orang pengawal bersiap untuk menembak Clarissa, dan Clarissa hanya bisa memejamkan matanya.
Apa ini akhir dari hidup ku? Michelle Mama sayang kamu nak.
" Tunggu"
Dan tepat di saat mereka akan bersiap menembak Clarissa, ada beberapa orang mendatangi ruang utama tersebut sambil membawa tawanan.
"Rei jangan terburu - buru melakukan hal itu, Bagaimana jika kita melakukan penukaran tawanan, di tangan ku ada nona Jean kekasih mu, kita akan tukar nona Jean dengan nona Clarissa "
Tuan Adrian datang bersama dengan para pengawal nya membawa Jean.
" Hahahaha, bagaimana kalau aku menjawab nya tidak mau"
"Rei!!! "
Jean tiba - tiba berteriak mendengarkan ucapan dari Rei.
" Maafkan aku Jean, aku sebenarnya tidak sungguh - sungguh mencintaimu, atau lebih tepatnya aku memanfaatkan mu untuk rencana ku ini"
Jean yang mendengarkan perkataan dari Rei langsung menangis.
"Kau jahat Rei!!! "
" Ya Jean aku memang jahat, kau juga sudah tau akan hal itu kan? "