I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
PERSIAPAN PARA DOKTER



" Amin, semoga hal itu tidak terjadi "


Mobil mereka terus melaju ke arah Rumah Sakit untuk bisa melihat reaksi penawar racun yang hari ini akan di masukan ke dalam tubuh Clarissa.


Sementara itu di Rumah Sakit lebih tepatnya di halaman depan sudah banyak awak media yang kini berkumpul di sana, Fanny dan Jian Lee yang berjalan masuk ke arah pintu gerbang sangat kaget melihat banyaknya awak media yang sudah berkumpul di sana, dan para awak media yang melihat kedatangan Fanny dan juga Jian Lee segera saja menghampiri mereka berdua dan para pengawal segera berjaga disisi kanan dan kiri mereka.


"Selamat pagi nona Fanny dan tuan Jian Lee bagaimana persiapan untuk hari ini apakah sudah selesai semuanya? "


Salah satu awak media mulai bertanya kepada mereka berdua, Fanny yang tidak terbiasa menghadapi kerumunan sebanyak ini perlahan mulai menggenggam lengan Jian Lee supaya Fanny memperoleh kekuatan untuk tetap berdiri berhadapan dengan puluhan camera yang kini mengarah kepada mereka berdua.


"Persiapan sudah selesai, hari ini penawar racun tahap pertama sudah siap untuk dimasukkan ke dalam tubuh nona Clarissa "


"Lalu apa benar dengan rumor yang saat ini beredar bahwa telah terjadi penyerangan terhadap nona Fanny di penginapan akibat proses pembuatan penawar racun ini?"


Deg


Hati Fanny seakan ingin keluar dari tempatnya ketika Fanny mendengar pertanyaan dari salah satu awak media, kini semua camera mengarah pada wajah Fanny seakan - akan meminta jawabannya,Fanny menatap mata Jian Lee meminta pertolongan untuk apa yang harus dia katakan terhadap para awak media dan Jian Lee seakan sudah mengerti arti dari tatapan mata Fanny tersebut.


"Kepada semua para awak media, untuk setiap pertanyaan akan kami jawab setelah penawar racun tersebut selesai di masukan ke dalam tubuh nona Clarissa, untuk saat ini kami harus segera undur diri, karena kami akan masuk ke dalam untuk mempersiapkan lebih lagi, terima kasih dan selamat pagi"


Jian Lee mengakhiri setiap ucapan nya tersebut, menarik tangan Fanny untuk segera menjauh dari semua awak media dan segera masuk ke dalam Rumah Sakit, begitu mereka berdua sudah masuk ke dalam Fanny segera melepaskan tangan nya dari Jian Lee.


"Lepaskan aku"


"Baiklah "


"Hei nona, kenapa anda begitu percaya diri sekali, kenapa anda tidak mengatakan hal seperti ini di depan camera ha? "


Fanny memilih diam dan terus berjalan menuju ke ruang kerjanya.


" Hei nona, aku peringatkan kepada anda, pada nantinya Kau yang akan minta aku memegang semua anggota tubuh mu"


Jian Lee berteriak kepada Fanny, Fanny ingin membalas semua perkataan Jian Lee, namun pada akhirnya Fanny memilih untuk terus berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya dengan wajah merah padam.


"Kenapa jantung ku begitu bergetar saat dia mengucapkan hal tadi, ah dasar laki-laki gila!! "


Pada akhirnya Fanny terus berjalan menuju ke ruangan nya sambil menggerutu di dalam setiap ucapan nya.


" Selamat pagi Dokter Fanny "


" Pagi Liu Yen"


Fanny yang sudah masuk ke dalam ruang kerjanya kini duduk di kursi dan memijit - mijit pelipisnya.


"Dokter, sebentar lagi para Dokter dan anggota Chandradinata akan tiba disini, akan ada rapat besar bersama beberapa menit sebelum penawar tersebut masuk ke dalam tubuh nona Clarissa"


"Ah baiklah, aku akan mempersiapkan diri untuk menyambut mereka, lalu apakah penawar itu sudah sampai di Rumah Sakit?"


"Belum Dokter, saat ini masih dalam proses keluar dari Farmasi Chandradinata Corp ada beberapa prosedur yang harus dilakukan terlebih dahulu "