
Kimmy menangis dalam sepinya malam itu, Kimmy menangis dengan keadaan nya yang tertidur di lantai kamar, rasa sakit akan ketertolakan yang sudah kesekian kali dari suaminya membuat dia tidak punya cukup kekuatan untuk bangkit dari tempat dia saat ini
"Tuhan apakah aku harus meninggalkan nya? sebenarnya dia berada dimana Tuhan saat ini?"
Kimmy tertidur dalam dinginnya malam, dengan keterbatasan pikirannya, dengan setiap pertanyaan - pertanyaan di dalam dirinya, dengan hati yang hancur ya Kimmy tertidur dalam keadaan yang sangat melelahkan.
Sementara itu Edward masuk ke dalam kamar hotel dan berhadapan dengan satu orang nona malam yang sudah dipesan nya dari tempat lokalisasi terkenal di Negara tersebut.
Edward segera mendekati nona malam tersebut, dan baru malam hari ini nona malam tersebut tau bahwa dia akan berhadapan dengan Edward Chandradinata
Edward Chandradinata sudah terkenal di tempat lokalisasi akan sisi gelap nya, tak sedikit nona malam yang terkadang menolak untuk menerima tawaran bermalam bersama dengan Edward, hanya nona malam yang sangat membutuhkan uang yang rela untuk melakukan hal tersebut.
Dan Liyana nama nona malam tersebut hari ini, usia Liyana hampir seumuran dengan Kimmy dan saat ini dia sangat ketakutan begitu tau bahwa yang memesan dirinya dengan harga fantastis adalah Edward Chandradinata.
Paras Liyana sangat cantik dan anggun dia tampak tidak seperti sang nona malam jika terlihat dari luar, parasnya yang masih lugu membuat dia hanya seperti gadis biasa saja.
Edward maju dan terus mendekati nona Liyana.
"Tttuan kumohon jangan sakiti aku, aku tidak mau melakukan ini denganmu, maaf aku harus pergi dari kamar ini"
Seketika Liyana mengambil tas dan mencoba berlari dari dalam kamar tersebut namun Edward dengan sangat mudah menangkap Liyana"
"Gadis bodoh aku sudah membayar uang untuk mu dengan sangat mudah kau tidak akan kubiarkan lari
"Arrrhhh sakit tuan, ampun tuan"
Tubuh Liyana di lempar Edward ke atas kasur dan Edward maju mengambil seutas tali dan mengikat tubuh Liyana.
"Rasakan ini karena kau berani melawanku"
Edward melucuti setiap baju Liyana satu demi satu, tangan Liyana yang sudah terikat mulut, serta matanya yang sudah ditutup dengan penutup kain oleh Edward tidak dapat berbuat apa-apa
Di malam itu Edward memperlakukan Liyana tak lebih nya seperti se ekor binatang, Edward menjambak, mencambuk, memukul, menampar berkali-kali sehingga membuat Liyana hampir pingsan
Edward membayangkan wajah dan tubuh Kimmy saat akan melakukan penyatuan nya dengan Liyana, Edward melakukan hal tersebut dengan sangat kasar dan itu terjadi berulang-ulang.
Setelah Edward merasakan kepuasan, dia melepaskan semua ikatan dan penutup mata, serta penutup mulut Liyana
Edward kembali menggunakan semua pakaiannya dan melemparkan satu cek kosong kepada Liyana.
"Kau boleh mengisi beberapa pun yang kau inginkan, besok segeralah pergi ke dokter tapi ingat jika kau berani mengatakan kejadian yang sebenarnya pada malam hari ini sudah ku pastikan kau akan mati mengerti!!
"Mengerti tuan hiks, hiks, hiks, "
Setelah Edward mengucapkan akan hal tersebut Edward keluar dari kamar hotel dan memilih untuk menghabiskan sisa malam tersebut di kamar hotel yang lainnya, malam hari ini saat dia melakukan hal tersebut dengan Liyana entah kenapa sosok gadis tersebut mengingat kan akan sosok Kimmy Valerie istri nya hal tersebut yang membuat Edward sedikit merasakan kasian.
Malam ini Edward memilih untuk tidak kembali ke rumah putih, dirinya tidak akan sanggup menatap wajah dan tangisan istrinya, rasa bersalah yang teramat dalam membuat Edward melampiaskan sisa malam hari ini dengan kembali menegak banyak minuman keras yang sudah lama tidak disentuh nya lagi, dia berharap dengan minuman tersebut dia bisa sedikit melupakan kejadian malam hari ini.
Sementara itu di dalam kamar hotel yang lainnya ada sosok gadis yang menangis dengan histeris atas apa yang sudah di lakukan Edward terhadap dirinya
"Ini sakit, aku tidak kuat kenapa malam ini aku harus bertemu dan melayani laki-laki itu, kenapa tidak ada yang memberitahu jika malam ini tuan Edward adalah tamu yang membayar dengan harga mahal hiks, hiks, hiks, hiks, sakit, sakit sakit"
Liyana terus menangis sepanjang malam dengan tubuh penuh luka dan hati yang sangat terluka karena dia sudah sangat kehilangan harga diri.
Pagi hari di rumah putih Kimmy terbangun dalam dinginnya lantai kamar dan saat dia bangun dia belum melihat tanda - tanda Edward sudah pulang ke rumah tersebut
Rasa sedih masih menyelimuti hatinya, namun pagi ini Kimmy harus tetap bangkit untuk pergi ke Rumah Sakit, sudah terlalu lama sebagai seorang dokter Kimmy tidak datang ke Rumah Sakit tersebut, dan Kimmy memutuskan untuk bersiap pergi ke sana.
"May selamat pagi, boleh kau antarkan aku ke Rumah Sakit pagi ini? "
Kimmy segera masuk ke dalam mobil dan di dalam perjalanan lewat ponsel nya di mengirimkan pesan kepada Edward bahwa hari ini dia akan kembali ke Rumah Sakit untuk bekerja.
Sesampainya di Rumah Sakit, Kimmy segera di sibuk kan oleh beberapa pasien, kesibukan yang dialami membuat Kimmy sejenak melupakan rasa sedih yang sedang dialaminya.
"Suster tolong untuk pasien selanjutnya boleh dipersilahkan masuk"
"Baik dokter Kimmy segera saya panggilkan"
Tak lama ada seorang gadis muda masuk ke ruang praktek Kimmy dan Kimmy tersenyum hangat kepada gadis yang usianya hampir sama dengan dirinya itu.
"Nona siapa namamu? "
" Dokter namaku Liyana"
"Oh hai Liyana sakit apa yang kau rasakan saat ini? "
"Hmm dok bolehkah kita hanya bicara berdua saja?"
Liyana mengatakan hal tersebut sambil melirik seorang perawat yang berada di dalam ruangan itu.
Kimmy mengerti dan segera meminta sang perawat untuk keluar sebentar.
"Dok aku ingin menunjukan ini"
Seketika Liyana membuka baju yang dia gunakan di hadapan Kimmy dan saat Kimmy melihat semua luka-luka yang di alami oleh Liyana hatinya sangat sakit, karena luka yang dialami Liyana hampir sama seperti luka yang pernah dialami dirinya saat Edward melakukan permainan gila nya, lama Kimmy memperhatikan luka-luka tersebut dan hatinya bertambah sangat sakit, terbersit sebuah kata bahwa nona ini mengenal suaminya.
"Nona Liyana siapa orang yang melakukan hal ini kepadamu?
Apa maksudnya dokter? Aku hanya terjatuh dan aku ingin dokter untuk memberikan resep obat kepadaku
Nona apakah anda betul - betul hanya terjatuh? apa anda sedang tidak mengalami kekerasan seksual?
Deg.
Pertanyaan Kimmy membuat diri Liyana ingin mengakui bahwa ini adalah luka kekerasan seksual, namun dia terlalu takut untuk berterus terang
"Tttdak dokter aku hanya terjatuh"
"Baiklah nona, karena luka nona cukup serius nona harus rawat inap beberapa hari di sini dan demi untuk kesehatan nona tidak menolak nya
Baik dokter"
Segera setelah itu Kimmy memanggil sang perawat untuk membawa Liyana ke dalam kamar perawatan untuk segera ditangani lebih lanjut..
Setelah Liyana pergi dari hadapan Kimmy, dan sudah tidak ada pasien Kimmy meletakkan setiap pekerjaan nya, Kimmy menangis sejadi-jadinya diruangan tersebut, hatinya begitu terluka melihat luka yang dialami Liyana
Sebagai seorang dokter tentu Kimmy tau bahwa Liyana sedang berbohong itu jelas bukan luka-luka akibat terjatuh, namun Kimmy ingin tetap menjaga privasi dari para pasien.
Hatinya begitu yakin bahwa itu adalah perbuatan suaminya,rasa sesak yang begitu dalam saat ini sedang menyelimuti hati Kimmy
Kimmy diam untuk beberapa saat dia mulai berdoa kepada Tuhan apa yang harus dilakukannya dan setelah dirinya tenang Kimmy mulai kembali menghapus setiap air matanya itu.
"Baiklah aku tidak boleh cengeng, aku harus pelan-pelan mendekati Liyana, berteman dengannya dan mencoba bertanya kejadian yang sebenarnya, aku harus cukup dengan bukti terlebih dahulu..
Ayo Kim kamu pasti bisa, pasti bisa.