I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
AKU BUKAN BONEKA



Pagi itu Kimmy terbangun masih dalam kondisi telanjang di atas tempat tidur tuan Edward, namun Kimmy sudah tidak mendapati tuan Edward berada disamping memeluk dirinya


Permainan panas tadi malam yang didominasi oleh tuan Edward, menyisakan sebuah kelelahan yang teramat sangat kepada Kimmy, sehingga hari ini dia bangun sudah cukup siang


"sepertinya aku bangun terlalu siang, sehingga aku sudah tak melihatnya lagi, auuh sakit"..


Kimmy mencoba menggerakkan sedikit anggota tubuhnya, namun Kimmy masih merasakan sakit terutama rasa perih di area ke wanitaanya.


"Fan ternyata malam pertama itu tidak seindah yang kita bayangkan, mungkin indah untuk laki-laki tapi untuk para wanita sepertinya tidak saat ini aku masih merasakan perih dan astaga tubuhku penuh dengan tanda kepemilikan darinya"


Kimmy mencoba mengusap - usah setiap tanda kepemilikan yang diberikan tuan Edward terhadap dirinya tadi malam, namun tanda kepemilikan tersebut belum juga dapat dihilangkan.


tok, tok, tok "Nona Kimmy ini Maya saya masuk ke dalam yah nona mau membawakan sarapan untuk nona"


Belum sempat Kimmy menjawab nona Maya sudah membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci, dan nona Maya melihat Kimmy sambil tersenyum seakan mengerti kondisi yang sudah terjadi tadi malam.


"May taruh makanannya di meja saja, maafkan jika kau melihatku dengan kondisi masih seperti ini"


Kimmy mencoba menutupi semua tubuhnya yang masih telanjang dengan selimut dan nona Maya sesekali hanya tersenyum dengan tingkah Kimmy.


"Nona saya juga seorang wanita, saya mengerti apa yang sudah nona alami tadi malam, segera lah nona mandi dan setelah itu menyiapkan makan siang untuk tuan Edward dan di bawa kantornya"


Maya meninggalkan Kimmy di dalam kamarnya, segera dia mengambil ponsel nya dan memberitahukan kepada seseorang tentang apa yang baru saja dilihatnya


Nona Kimmy semoga anda bahagia bersama dengan tuan Edward.


Kimmy segera bergegas turun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi, di dalam kamar mandi Kimmy melihat sekujur tubuhnya masih dipenuhi tanda kepemilikan dari tuan Edward


"Mungkin hari ini aku harus menutup leher ku dengan syal, karena tuan Edward betul - betul mencium semua bagian tubuhku tanpa tersisa, lihatlah leher ini penuh dengan tanda kepemilikan dirinya"


Kimmy kembali mengusap - usap tanda kepemilikan tersebut namun tetap tanda itu tidak mau hilang, sesekali dia masih merasakan setiap pelukan, nafas yang membara dan ciuman yang tuan Edward berikan pada dirinya tadi malam dan wajah Kimmy tiba - tiba memerah seperti orang yang sedang jatuh cinta


"Huss, huss, pikiranku ada denganmu? Kenapa kau begitu mengingat kejadian tadi malam? apa aku saat ini betul - betul jatuh cinta pada suamiku? aakkh entahlah"


Kimmy mencoba menguyur semua tubuhnya dengan air dingin dia berharap dapat melupakan setiap kejadian yang dialami nya pada malam hari itu.


Setelah selesai mandi Kimmy segera turun ke dapur menyiapkan makan siang untuk di bawa ke kantor tuan Edward.


Hari ini Kimmy menyiapkan makanan kesukaan tuan Edward yaitu aneka dimsum, semua perhatian Kimmy tercurah pada masakan yang akan di bawa oleh nya ke Chandradinata Corp.


"May sperti biasa antarkan aku ke tempat tuan Edward


Dengan senang hati nona mari masuklah ke dalam mobil"


Kimmy masuk ke dalam mobil, sepanjang perjalanan Kimmy terus tersenyum dan terus mengingat tentang wajah tuan Edward


Harus kuakui apa yang dikatakan Fanny itu benar, bahwa dengan hubungan suami istri dapat membuat seseorang merasakan cinta yang sebenarnya.


Sesekali Maya melihat Kimmy tersenyum dari kaca spion mobil tersebut dan Maya sangat bahagia melihat nona muda yang dilayani nya pada akhirnya bisa mendapatkan haknya sebagai seorang istri.


Baiklah May"


Kimmy masuk ke gedung Chandradinata Corp dengan langkah percaya diri, meskipun masih banyak orang - orang yang memandang rendah dirinya, tapi sekarang dia sudah resmi menjadi nyonya Edward Chandradinata dan tidak ada yang boleh untuk membuat dirinya menjadi tidak percaya diri.


Kimmy sudah sampai di lantai paling atas saat itu Kimmy tidak melihat lagi ada dua pengawal di depan pintu masuk ruangan tuan Edward, jadi Kimmy langsung membuka pintu ruangan tersebut.


Namun saat akan masuk hati Kimmy sangat sesak mendengar kan setiap percakapan tuan Edward dengan Doni


"Don kau tau semalam aku telah menidurinya, kini dia tidak bisa lagi berlaku seenaknya karena saat ini dia sudah harus betul - betul tunduk di hadapan ku


Selamat tuan Edward pada akhirnya anda bisa mencintai nona Kimmy Valerie


Hahahaha ketika aku mau tidur dengannya bukan berarti aku mencintai dirinya Don, perasaanku masih milik Clarissa, buat diri ku sampai saat ini gadis itu tetap lah menjadi boneka hidupku


Tuan lalu bagaimana kalau nanti nona Kimmy mengandung anak dari tuan Edward


Hahahaha tidak masalah aku akan memberikan kompensasi yang bagus kepadanya dan setelah anak itu lahir aku akan menceraikan gadis itu dan memberikan bayi tersebut kepada ke dua orang tua ku karena hanya itu yang mereka butuhkan.


Kembali lah ke ruangan Don aku ingin menikmati kemenangan ku karena semalam aku telah berhasil meniduri gadis yang sangat sombong itu.


Kimmy yang tau Doni akan keluar segera berlari dari pintu ruangan tuan Edward dan Kimmy masuk ke dalam lift.


Didalam lift dia menangis tanpa suara dan setelah dia keluar dari lift dia segera berlari masuk ke dalam mobil


"Jalan May, aku perintahkan jalan sekarang!!! hiks, hiks, hiks


Bbbaikk nona Kimmy"


Nona Maya yang tau keadaan Kimmy sedang tidak stabil memilih untuk diam dan fokus mengemudikan mobil nya.


Sepanjang perjalanan nona Maya melihat Kimmy terus menangis dengan masih memangku satu keranjang makanan yang tidak jadi dia berikan kepada tuan Edward


Sesampainya di rumah, Kimmy langsung masuk ke dalam kamarnya dan tenggelam dalam tangisannya


"Ibu dia jahat, dia jahat aku benci Edward bu, aku benci, aku benci hiks, hiks, hiks, hiks aku bukan boneka hidupmu Edward, aku Kimmy Valerie istrimu"


Kimmy menangis sampai akhirnya lelah dan tertidur.


Sementara tuan Edward di kantor sangat murka karena Kimmy tidak datang membawakan makan siang untuknya


Tuan Edward mencoba menghubungi Kimmy namun ponsel Kimmy mati,


Tuan Edward ingin pulang ke rumah namun dia harus menghadiri banyak rapat pada hari itu.


"Dasar gadis bodoh, gadis kurang ajar berani - berani nya kau membantah perkataan ku dan berani-beraninya nya kau melawan ku,lihat saja di rumah apa yang akan aku lakukan kepadamu Kimmy Valerie"


Tuan Edward mengepalkan tangannya dan sesekali menatap ke luar jendela.