I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
MENUNGGU KELAHIRAN



" Aku yang akan menggendongnya keluar dari kamar"


" Bagus lakukanlah, aku mendukung apa yang akan kau lakukan itu"


Richard menepuk bahu sahabat nya setelah pembicaraan mereka selesai Jian Lee kembali masuk ke dalam kamar Fanny.


Jian Lee mendekat ke arah tempat tidur Fanny dan melihat gadis tersebut sedang tertidur dengan sangat nyenyak.


"Hei, tau kah kau liburan ku batal hanya karena dirimu, tau kah kau aku begitu panik saat mendengar kau dalam bahaya, dan tau kah kau bahwa hatiku begitu sakit saat melihat mu dalam keadaan terluka parah seperti kemarin,ingin rasanya aku menguliti laki-laki yang telah melakukan hal ini terhadap mu, Richard benar mungkin kini aku mulai tergila - gila kepada mu, aku bisa mati jika sampai ada sesuatu hal yang terjadi pada mu lagi"


Jian Lee mengucapkan semua kata - kata tersebut sambil membelai rambut dan wajah Fanny yang masih tertidur dengan lelap dan dengan perlahan Jian Lee pada akhirnya mendaratkan satu ciuman sayang di kening Fanny.


"I love you"


Jian Lee mengucapkan kata - kata tersebut dalam kesunyian di dalam kamar.


"Tuan semua yang diperlukan sudah disiapkan kini tuan Jian Lee bisa membawa nona Fanny masuk ke dalam mobil "


" Baiklah terima kasih "


Satu orang pengawal masuk ke dalam kamar tepat saat Jian Lee telah selesai mendaratkan ciuman sayangnya di kening Fanny, dan begitu Jian Lee mendengar semua hal yang sudah dikatakan oleh pengawal tersebut, Jian Lee segera mengangkat tubuh Fanny untuk menuju ke dalam mobil yang sudah di siapkan.


"Hei, nona ternyata kau berat juga yah "


Sambil mengangkat tubuh Fanny yang masih tertidur Jian Lee mengatakan hal itu dan dengan perlahan Jian Lee mencium puncak kepala Fanny berkali-kali.


Jian Lee segera menuju ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh para pengawal dan pagi menjelang siang pada akhirnya rombongan tersebut meninggalkan penginapan itu, peristiwa berdarah yang terjadi di dalam penginapan tersebut ditutup dari awak media dan sebagai ganti nya pihak Chandradinata membeli penginapan tersebut dengan tiga kali lipat dari harga normal.


Sementara itu kini Edward yang masih di dalam rumah utama karena sibuk untuk ikut memindahkan barang - barang Kimmy ke Rumah Sakit hari ini pada akhirnya lebih memilih untuk tetap menemani istrinya tersebut.


Kimmy duduk di balkon kamar nya bersama dengan Edward dan kini Kimmy sedang merajuk di hadapan Edward.


"Sayang aku hanya ingin kau mendapatkan perawatan yang terbaik, aku ingin kelahiran putra kita nanti aman"


Edward menjawab hal tersebut sambil memainkan rambut Kimmy serta sesekali mencium tengkuk istrinya.


"Sayang ada satu hal yang ingin aku ceritakan pada mu, ini tentang sahabatmu nona Fanny"


Kimmy yang mendengarkan nama Fanny di sebut segera memandang Edward.


"Ada apa dengan Fanny "


" Kemarilah, aku akan menceritakan nya jika kau mau aku peluk"


Edward mengatakan hal tersebut agar Kimmy tidak terlalu kaget mendengarkan semua penjelasan nanti.


"Baiklah nah sekarang aku sudah ada di dalam pelukan mu, ayo cepat ceritakan"


"Semalam nona Fanny terluka"


Deg


Kimmy yang sedari tadi tenggelam di dalam pelukan dari Edward kini mulai menjauh.


"Terluka? Edward apa yang terjadi ayo cepat katakanlah "


Edward kembali meminta Kimmy untuk berada di dalam pelukannya dan mulai menjelaskan apa yang seharusnya di jelaskan kepada Kimmy.