
" Hei Rissa jangan salahkan aku jika aku harus melihat pemandangan yang indah ini, salahkan kenapa pintu ruangan mu ini tidak kau kunci "
"Tutup mata mu Richard"
"Iya, iya aku tutup mata "
" Bagus awas jika kau berani membuka matamu "
" Iya, iya memang apa yang akan kau lakukan ketika aku menutup mata ku ini? "
" Diam!!!"
Pada akhirnya Richard tersenyum dan memilih untuk diam, sebenarnya Richard tidak sepenuhnya menutup ke dua matanya, Richard masih dapat melihat dengan jelas jika saat ini tak seberapa jauh dari tempat duduk nya dia sedang melihat satu wanita yang mulai melepas handuk tipis nya tersebut dan perlahan - lahan mulai mengenakan kembali semua pakaiannya.
"Apakah kau masih menutup mata mu Richard? "
" Iya masih kau tenang saja "
Richard tersenyum dan dia sedang berbohong kepada Clarissa, saat ini Richard sedang ingin menikmati keindahan tubuh wanita yang begitu di cintai nya dalam diam.
Rissa, kau begitu indah aku hanya ingin sejenak menikmati mu di dalam diam, maafkan aku yang terpaksa berbohong kepada mu.
Richard terus menikmati semuanya sampai pada akhirnya Clarissa selesai berganti pakaian dan pemandangan yang indah itu perlahan hilang dari hadapan mata Richard.
"Sekarang kau boleh membuka mata mu Richard "
Richard pura - pura membuka ke dua matanya dan kini dia bisa tersenyum melihat Clarissa begitu cantik dengan gaun berwarna silver dengan rambut nya yang hitam tergerai panjang.
"Rissa jawab pertanyaan ku dulu, kenapa kau membiarkan ruangan ini tidak terkunci? bagaimana jika tadi yang masuk adalah orang yang tidak kau kenal dan memiliki niat jahat terhadap dirimu, apa kau memang terbiasa mandi di sini"
Clarissa mengerti akan setiap ucapan dari Richard.
"Richard semua isi di dalam lantai paling atas ini adalah karyawan wanita saja, jadi buat apa juga aku mengunci pintu ruangan aku"
"Dan jika kau bertanya apa aku sering mandi di kamar mandi di dalam ruangan kerja ku, jawabnya iya, untuk menghemat waktu karena aku wanita karir, Ibu dengan satu orang anak tanpa suami dan aku mengurus semuanya itu sendirian, sebenarnya aku tidak peduli jika ada yang akan melihat tubuhku ini, karena aku sudah terlalu kotor untuk memiliki rasa malu"
Richard sangat kaget mendengarkan ungkapan hati Clarissa yang begitu mendalam, perlahan tapi pasti Clarissa mulai menundukkan wajahnya dan mulai terdiam.
Richard segera mendekati Clarissa dan menyentuh dagu wanita tersebut.
"Rissa dengarkan aku, kau adalah wanita yang begitu berharga dimata ku, apapun yang orang lain katakan tentang mu tidak akan mengurangi rasa sayang ku pada mu, aku menghormati mu seutuhnya "
" Hahahaha sayang nya aku tidak akan percaya setiap perkataan mu, Richard aku itu bekas banyak orang, aku banyak memiliki kartu hitam mana mungkin kau bisa menghormati aku pada akhirnya kau juga akan menginginkan tubuhku"
"Rissa, dengarkan, aku tidak akan pernah menyentuh mu sebelum kau menjadi istri sah ku, pegang setiap kata - kata ku ini, aku melakukan itu semua karena aku mencintaimu seutuhnya dan aku juga menghormati dirimu, kau sangat layak untuk di hormati Rissa "
Tatapan Richard yang teduh pada akhirnya mampu membuat Clarissa merasakan ketenangan, sehingga tanpa sadar pada akhirnya Rissa membiarkan dirinya tenggelam dalam ciuman mesra yang di darat kan Richard di kening nya itu.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.