
"Oh Papa kau so sweet sekali"
Jian Lee mengatakan hal tersebut kepada sang Ayah yang di sambut dengan gelak tawa dari yang lainnya.
Malam hari itu jamuan makan malam yang diadakan oleh keluarga Lee berlangsung dengan baik dan pada akhirnya semua orang tertidur dalam lelahnya malam.
Keesokan harinya, Edward telah bersiap -siap untuk segera kembali ke Negara W bersama dengan tuan Adrian,nyonya Tiara dan tuan Jaya, sedangkan Richard memilih untuk penerbangan selanjutnya karena pagi ini dia ingin menemui Clarissa sebelum dia kembali ke Negara W.
"Senang bertemu dengan mu Adrian,kau tidak perlu khawatir soal keamanan di Negara H ini,dengan kekuatan dan kekuasan yang aku miliki dengan sekuat tenaga aku akan membantu mu"
"Terima kasih Jhon Lee, baiklah kami harus segera undur diri ,karena masih ada beberapa hal yang akan kami selesaikan di sana"
Setelah mengucapkan kata -kata tersebut anggota Chandradinata memasuki mobil yang sudah di siapkan oleh Keluarga Lee untuk menuju bandara dan perlahan mobil tersebut mulai meninggalkan halaman rumah kediaman tuan Jhon Lee.
"Papa yakin jika Papa sanggup menutup pembuatan penawar racun tahap ke dua dari para awak media?"
Nyonya Hellen bertanya kepada suaminya tentang hal itu, Karena nyonya Hellen khawatir jika ini pada nantinya bisa berpengaruh buruk bagi Jian Lee.
"Hellen,aku yakin aku bisa melindungi pembuatan racun penawar tersebut,di dalam sana ada anak kita yang turut ikut andil didalam pembuatan penawar racun ini,ketika kita mendukung Chandradinata maka sama saja kita sedang mendukung anak kita"
"Ya aku mengerti,tapi Jhon kau juga harus ingat tentang Jason,semalam Tiara bercerita bahwa dia melihat Jason sedang berkeliaran di Negara W,Tiara berpikir itu semua karena anaknya Joseph mendapatkan hukuman di Negara tersebut"
"Hellen sudah lah jika Masalah Jason kita serahkan saja kepada Adrian,untuk hal itu Adrian lebih bisa mengerti apa yang harus dia lakukan"
"Aku mengerti perasaan mu Hellen"
Dan pada akhirnya tuan Jhon Lee mengajak istrinya untuk masuk ke dalam dan mencoba untuk terus menenangkan nya.
Sementara itu kini di Rumah Sakit Negara H, Richard sedang menemani Clarissa di dalam ruangan rawatnya.
"Richard jika memang kau harus segera berangkat, pergilah"
Richard dari tadi hanya duduk di kursi sambil terus mencium kening Clarissa berkali -kali.
"Aku sebenarnya tidak ingin meninggalkan mu sayang,aku merasakan hal pernah aku rasakan dulu,ketika dengan terpaksa aku harus pergi ke Paris, mencoba untuk merelakan mu untuk Edward,rasakan begitu membuat dada ini sesak"
Richard mencium tangan Clarissa berkali -kali sambil mengucapkan hal ini.
"Sayang apa yang sudah terjadi dahulu itu sudah selesai maafkan aku jika aku pernah membuat mu menjadi sangat patah hati,dulu aku tidak begitu mengerti bagaimana bertahan dengan apa yang namanya kebenaran,aku hanya ingin mengikuti keluarga ku saja , sebagai bentuk bakti ku kepada mereka,aku menuruti semua hal yang mereka perintahkan meskipun hal tersebut adalah salah"
"Rissa kau tidak perlu untuk meminta maaf,aku hanya sedang tidak ingin meninggalkanmu sendirian disini"
"Richard pergilah semua akan baik-baik saja aku menitipkan Michelle kepadamu,aku masih ingin tetap sembuh itu sebabnya aku mau melakukan hal ini sayang"