I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
RICHARD MENUJU RUANG CLARISSA



Kimmy mendengarkan segala sesuatu hal yang di ceritakan oleh Liyana dengan sangat teliti.


"Nona Kim dari cerita ku tadi sudah pasti bisa dipastikan apa yang sudah Dokter Dean lakukan terhadap ku"


Kimmy terdiam dengan semua perkataan Liyana,saat ini Kimmy ingin tetap berpihak pada hati nuraninya tentang Dean dan pada akhirnya dengan mantap Kimmy mengatakan beberapa hal kepada Liyana.


"Nona,disini aku tidak memihak siapapun pun baik engkau ataupun Dean didalam permasalahan mu yang ini,namun aku mau bertanya pada saat nona bangun dan mendapatkan Dean sedang tidur di sebelah nona apakah nona Liyana membangunkan Dean dan mencoba untuk bertanya tentang kejadian yang sebenarnya?"


Liyana pada akhirnya hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidak nona,aku langsung pergi, karena aku terlalu kaget dengan semua yang aku lihat"


"Nah alangkah baiknya nona langsung bertanya kepada Dean segala sesuatunya,aku yakin jika Dean bertanggung jawab dia akan menjelaskan kepada nona,tidak baik jika nona lari dari masalah yang ada"


"Dan nona harus ingat terkadang sesuatu akan terasa sangat berharga jika kita sudah kehilangan nya,aku berharap nona bukan termasuk orang yang pada akhirnya merasakan rasa kehilangan itu, sekarang belum terlambat jika nona menghampiri Dean dan berbicara kepadanya,tidak salah nona melakukan hal itu,Dean sudah lebih dulu memberikan penegasan dengan mengungkapkan perasaan nya,kini giliran pihak wanita untuk memperjuangkan cintanya"


Kimmy tersenyum kepada Liyana dan pada akhirnya memeluk Liyana,pada hari itu Kimmy dan Liyana banyak bertukar pikiran hingga tidak terasa hari sudah menjelang sore,Liyana segera mengantarkan Kimmy kembali ke ruang rawat.


"Sayang ini sudah jam berapa mengapa kau baru kembali aku juga membutuhkan mu"


Edward mengangkat Kimmy dari kursi roda dan menaruhnya di atas tempat tidur.


"Maafkan aku Edward"


"Ya,ya aku memaafkan mu,tapi malam ini temani aku"


Dan setelah Edward mengatakan hal itu satu orang perawat masuk ke ruang rawat Kimmy membawa Alexander.


"Dokter Kim waktunya untuk menyusui tuan Alexander"


"Baiklah suster"


Sang perawat memberikan tuan muda kecil kepada Kimmy dan Kimmy segera memberikan ASI-nya kepada Alexander.


"Sayang,kau lapar minumlah yang banyak Mama dan Papa sayang kepadamu"


"Jadi sekarang aku sudah menjadi nomor dua untuk mu?"


Suara ketus dari Edward langsung menyadarkan Kimmy jika ada sesuatu hal yang salah yang sedang terjadi.


"Ah Edward kenapa kau berpikir seperti itu"


"Lihat betapa kau menyanyangi Alex sehingga kau melupakan aku"


Kimmy menarik nafasnya dalam -dalam dia mencoba berusaha sabar dengan sikap Edward yang cemburu kepada anaknya sendiri.


"Sayang,kemarilah,kau juga bisa dekat dengan ku"


"Ya tapi aku tidak bisa seperti Alex"


Kimmy hanya menggeleng -gelengkan kepalanya.


"Aku berjanji kepada mu,setelah empat puluh hari masa istirahat ku selesai,aku akan memberikan semuanya untuk mu"


"Kau janji?"


"Ya aku janji sekarang kemarilah duduklah disebelah kami,Alex dan aku perlu kecupan sayang dari Papanya"


Edward tersenyum dengan perkataan dari Kimmy segera saja dia mendekat dan menciumi ke dua orang yang saat ini menjadi hartanya yang paling berharga.


Malam pun pada akhirnya tiba Richard telah tersadar dari tidur panjangnya,dan Richard kaget berada di ruang eksklusif sendiri.


"Astaga kenapa aku ditinggalkan begitu saja"


Richard mencoba untuk memulihkan kesadaran nya,dan segera turun ke bawah menuju ke ruangan Clarissa.


Sementara itu di dalam ruangan,Clarissa sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, tidur panjang yang dia rasakan membuatnya menjadi terjaga pada malam hari ini.