
Fanny tersenyum ke arah Richard dan tanpa banyak berbicara Richard langsung berlari ke ruangan Michelle.
Sesampainya di kamar Michelle dari kaca jendela Richard melihat wanita yang sangat dicintainya itu sedang bercanda dengan putri kecilnya,ada rasa haru yang menyeruak di hati Richard yang paling dalam melihat pemandangan itu,dan dengan perlahan pada akhirnya Richard membuka pintu ruang rawat tersebut.
"Papa Richard "
Begitulah Michelle langsung berteriak ketika melihat sosok Richard yang sudah berdiri dihadapan pintu,dan tanpa butuh persetujuan dari Clarissa Michelle segera turun dari tempat tidurnya berlari ke arah Richard dan memeluk tubuh Richard.
"Papa Richard Michelle kangen,kata Doktel Michelle hari ini sudah boleh pulang"
Richard memandang dengan haru nona kecil yang kini sudah berada di dalam gendongan nya,wajah Michelle yang bersemu merah dan tidak pucat lagi menandakan bahwa kini nona kecil tersebut sudah pulih.
"Bagus,putri kecil Papa memang haruslah sudah pulih"
"Papa akan ikut pulang bersama dengan kita?"
Kini nona kecil tersebut menunjuk ke arah Clarissa yang sedari tadi masih duduk tersenyum memandangi mereka berdua yang melepaskan rindu dan kini mata Richard menatap Clarissa dengan penuh kerinduan dengan perlahan Richard maju ke arah Clarissa dan ikut duduk di sebelah Clarissa.
"Sayang,aku sangat bahagia pada akhirnya melihat mu seperti ini lagi,kau betul -betul sudah sembuh"
Richard yang sudah meletakkan Michelle di atas tempat tidurnya kini beralih menggenggam ke dua tangan Clarissa dan menciumi tangan tersebut hingga tanpa sadar air mata Richard mulai menangis haru menyaksikan semuanya ini.
"Richard, kenapa jadi kau yang saat ini menangis?aku sudah sembuh dan kini siap menjadi istrimu,siap menjadi penolong di dalam hidupmu,siap untuk melayani mu sepenuh hati dan siap"
"Sssssstt,aku mengerti kau akan memberikan yang terbaik untuk ku"
Jari telunjuk Richard menyentuh bibir Clarissa,ingin sekali Richard kembali mencium bibir Clarissa saat ini juga,namun semuanya itu masih Richard tahan.
Richard merengkuh Clarissa ke dalam pelukannya dan juga Michelle,kini kebahagiaan Richard sudah lengkap dikelilingi oleh orang -orang yang dia cintai.
"Minggu depan kita menikah Rissa"
"Secepat itukah?"
"Ya jika besok aku bisa menikahimu aku juga akan melakukan nya,namun Papa Adrian dan Mama Tiara pasti akan membuat pesta besar untuk kita itu sebabnya kita perlu mempersiapkan segalanya,lagipula aku ingin memberikan Michelle adik"
Richard membisikkan hal tersebut kepada Clarissa yang disambut dengan cubitan Ringan pada pinggang Richard.
"Sore ini aku dan Michelle sudah keluar dari Rumah Sakit kami akan menempati kembali rumah kami"
"Baik aku akan mengantarkannya,nanti setelah kita menikah aku akan menjemputmu kembali dari rumah itu menuju rumah impian kita"
Clarissa menganggukkan kepalanya dan pada akhirnya terus membiarkan dirinya tenggelam di dalam pelukannya Richard.
Sementara itu kini di dalam ruang kerja nampak Jian Lee terus berdiri memandang Fanny yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaannya dan tiba -tiba Jian Lee maju mendekati Fanny, membalikan badan Fanny dan langsung mencium bibir Fanny tanpa persetujuan Fanny terlebih dahulu.
Mata Fanny membulat ingin marah ketika Jian Lee melakukan itu,namun gerakannya kalah cepat dengan Jian Lee.
"Kau!!"
"Apa ha?"
"Kau suka sekali menyerang ku dengan tiba -tiba,apa ini hobi barumu ha?"