
" Untuk sementara karena bukti belum kita pegang semuanya,kita simpan terlebih dahulu semua cerita ini terutama dari istri ku, setelah hasil tes DNA selesai dan gadis kecil itu adalah betul - betul putri kandungku baru akan menceritakan kepada istriku"
"Baiklah tuan Edward akan segera saya laksanakan"
Doni keluar dari ruangan Edward dan saat ini hanya tinggal Edward yang berada di dalam ruangan nya seorang diri.
Edward menyandarkan tubuhnya ke dalam kursi yang saat ini di duduki nya.
Rasa yang begitu sedih mulai menghampiri hati Edward, Edward begitu marah kepada Clarissa atas apa saja yang sudah di lakukan nya.
Edward begitu marah kepada Clarissa karena dia tidak pernah bisa terbuka atas semua yang sudah di hadapi dirinya di masa lalu.
Namun sekarang semua sudah berubah, Edward sudah tidak lagi bersama dengan Clarissa, sudah ada seorang istri yang sangat hebat dan kuat yang kini berada di samping dirinya, dan Edward juga sudah melepas semua masa lalu nya itu.
Satu yang saat ini menjadi pikiran Edward yaitu tentang Michelle gadis kecil yang berada bersama dengan Clarissa.
"Clarissa aku tidak menyangka hanya karena sebuah dendam kau bisa melakukan itu semua nya, aku juga tidak menyangka gadis polos yang kutemuj beberapa tahun lalu dan pernah membuatku begitu tergila-gila bisa melakukan ini semua nya"
"Clarissa kenapa kau tega untuk tidak memberitahukan diriku, jika saat ini aku sudah memiliki seorang putri dan kau lebih sangat tega ketika kau tidak memberitahukan aku bahwa anak tersebut sedang mengalami sakit kritis"
Edward terus menerus tenggelam dalam setiap pemikiran - pemikiran akan setiap hal yang sudah terjadi di dalam hidup nya.
Sementara itu di rumah putih Kimmy yang sudah bangun dan sudah menyadari bahwa Edward sudah tidak ada di samping dirinya, dan sudah memberitahukan lewat ponsel bahwa Edward harus segera pergi karena ada urusan di kantor membuat Kimmy tidak begitu menanyakan kepergian Edward.
Kimmy yang hari ini sudah kembali akan bekerja di Rumah Sakit sebagai seorang dokter begitu bahagia, sudah semenjak pagi Kimmy sudah bersiap - siap dan Kimmy berangkat bersama dengan Maya dan beberapa pengawal yang sudah di tempatkan di berbagai sudut oleh Edward untuk istrinya tersebut.
"Nona mari kita berangkat "
Maya membuka pintu mobil untuk Kimmy dan segera saja Kimmy masuk ke dalam mobil tersebut.
Sepanjang perjalanan Kimmy begitu bahagia dan kebahagiaan yang dialami nya akhir-akhir ini membuat dirinya tidak merasakan nyidam yang begitu berarti.
Setiap pagi Edward selalu memberikan kecupan selamat pagi di perut Kimmy dan berbicara beberapa kata penguatan untuk janin yang berada di dalam perutnya.
Semenjak Edward melakukan hal tersebut setiap hari, Kimmy jarang sekali mengalami mual yang begitu berarti di sepanjang kehamilan muda nya tersebut.
Anak ku, tetap lah sehat yah sayang, Mama dan Papa begitu mencintai dirimu, Mama berharap kelak kau menjadi anak yang baik dan bisa membantu sesama seperti apa yang akan Mama lakukan untuk orang lain.
Kimmy membelai perut nya beberapa kali sambil terus mengucapkan banyak kata - kata penguatan di dalam hati nya untuk kandungan nya tersebut.
Tanpa butuh waktu lama mobil Kimmy sudah tiba di Rumah sakit.
"May kau tunggu saja aku di kantin Rumah Sakit ini, jika aku sudah selesai jam praktek aku akan menjumpai mu di kantin Rumah sakit.
"Baik nona Kim"
Di halaman Rumah Sakit Kimmy dan Maya berpisah menuju ke tempat mereka masing-masing.
Kimmy masuk ke dalam Rumah Sakit melalui ruangan lain, kali ini kaki nya ingin dia melangkah kan untuk melewati ruang perawatan anak-anak sebelum dia sampai di ruang praktek nya.
Kimmy langsung menghentikan semua langkah kaki nya dan memperhatikan gadis kecil tersebut di dalam ruangan melalui jendela pintu di ruangan tersebut.
"Gadis kecil itu ya, gadis kecil itu aku pernah bertemu dengan dirinya, ternyata dia adalah salah satu pasien di Rumah Sakit ini, sakit apa yang diderita nya sehingga dia harus berada di sini? "
Kimmy terus memperhatikan gadis kecil tersebut dari balik kaca yang berada di ruangan itu.
" Mata gadis kecil itu mengingatkan aku akan seseorang dan sepertinya seseorang tersebut sudah tidak asing di dalam hidup ku, tapi siapa? "
Saat Kimmy masih berpikir tentang mata dari gadis kecil tersebut tiba - tiba salah satu perawat yang berada di dalam ruangan keluar dan segera saja Kimmy langsung menghampiri sang perawat.
" Sus, gadis kecil itu apa penyakit yang sedang di derita nya? "
"Dokter Kimmy, gadis kecil itu adalah pasien dari Dokter Carla dan nona kecil tersebut saat ini sedang mengidap kangker darah dan hari ini adalah kemoterapi pertama nya, seharusnya kemoterapi nona kecil itu besok, namun karena Dokter Carla esok hari sedang praktek di rumah Sakit lain, maka Dokter Carla meminta kepada orang tua pasien untuk memajukan jadwal kemoterapi dari nona kecil tersebut "
"Baiklah sus terima kasih atas informasinya"
Ketika suster itu pada akhirnya berlalu dari hadapan Kimmy, Kimmy kembali memandang gadis kecil itu lagi, hati nya merasa kasihan dengan apa yang saat ini dialami oleh gadis kecil tersebut.
"Sayang, sungguh kasihan sekali dirimu, di usia mu yang masih sangat kecil kau harus mengalami ini, dan diusia yang masih sangat kecil tubuhmu harus ditusuk oleh banyak jarum - jarum itu"
Kimmy terus menatap gadis kecil tersebut dari luar dan karena hati Kimmy yang begitu lembut dia ingin kembali bertemu dengan gadis kecil itu lagi setelah dia selesai praktek.
Perlahan Kimmy melangkahkan kaki nya dan pergi menuju ke ruangan praktek nya.
Dan setelsh Kimmy pergi ada seorang Ibu muda datang ke ruangan gadis kecil tersebut secara tergesa-gesa.
"Mama,mama"
"Sayang ku Michelle bagaimana keadaan mu sayang?, maafkan mama yang harus membiarkan anak kesayangan Mama pergi terlebih dahulu karena ada pekerjaan yang Mama harus selesaikan "
Cassandra memeluk tubuh kecil Michelle yang kini tergeletak tak berdaya di atas tempat tidur dengan beberapa cairan infus.
Hati Cassandra ingin sekali menjerit ketika dia masuk dan melihat tubuh manggil putri kecilnya itu sudah di tusuk oleh jarum.
" Mama sakit hiks, hiks, hiks, hiks"
Michelle mulai menangis di hadapan Cassandra dan Cassandra yang melihat air mata putri kecil itu mulai tumpah segera saja kembali memeluk putrinya itu.
"Tenang sayang, sebentar lagi pasti selesai kemari lah Mama akan menceritakan sebuah dongeng untuk mu"
Cassandra segera memeluk Michelle dan mulai menceritakan dongeng kesukaan Michelle.
Di tengah kegundahan dan kehancuran hatinya,Cassandra mencoba untuk tetap tenang dihadapan Michelle.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.