I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
BIARKAN EDWARD TETAP KEMBALI



Tuan Jaya menangis dengan memeluk foto dari mendiang nyonya Carlote.


Rasa bersalah masih melekat di dalam diri tuan Jaya atas kematian nyonya Carlote.


Sementara itu di dalam kamar Edward duduk termenung, pikiran sedang bercabang ke banyak hal, di satu sisi saat ini dia sedang merasa terintimidasi karena secara tidak sadar dia menarik istrinya ke dalam bahaya, namun disini yang lain dia sangat mencintai istrinya itu.


"Hei, Edward apa yang sedang kau pikirkan?"


Tiba - tiba Kimmy datang dan langsung duduk di pangkuan Edward, aroma Kimmy yang Edward cium mampu membuat Edward ingin menghirup nya lebih dalam.


"Aku sedang memikirkan esok hari"


"Sayang percaya semuanya akan baik-baik saja kau dan semua anggota keluarga akan kembali dengan selamat "


Kimmy mendaratkan ciuman nya kepada Edward.


" Sayang maafkan aku"


"Maaf? untuk hal apa kau meminta maaf kepadaku? "


" Maaf karena aku membawa mu masuk kedalam keluarga yang penuh dengan musuh"


"Edward jangan kau merasa terintimidasi seperti itu, aku baik - baik saja, dan aku pun tidak merasakan masalah apapun, ah sakit"


Tiba - tiba Kimmy mencengkram lengan Edward dengan kuat.


"Sayang ada apa, kau sakit apa"


Edward langsung panik mendengar Kimmy berkata sakit.


"Ah tidak, lihat anak kita sedang bergerak, rasakan lah gerakan nya "


" Apa ketika mereka bergerak begini, semua Ibu yang mengandung akan merasakan sakit seperti mu? "


" Sayang, setiap janin bergerak seperti ini,mungkin dia sedang melakukan aktivitas di dalam, atau dia sedang mendengarkan percakapan kita, mendengarkan betapa kesal nya ketika sang Ayah yang tidak berbuat salah terus saja meminta maaf kepada Ibu nya"


"Apa dia bisa mendengarkan kita? "


" Anak kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang tua nya, jika hati kita sakit hati kita sedih maka dia juga pasti bisa merasakan nya"


"Itu sebabnya hubungan Ibu dan anak begitu kuat? "


" Edward bukan hanya Ibu dan anak, tapi kita, kau adalah pundak kami, jadi kami berdua sangat mencintai mu"


Kimmy mencium Edward kembali, entah mengapa rasa hatinya saat ini begitu sedih, seakan dia tidak akan melihat suami nya kembali dengan selamat.


"Sayang, kapan dia akan lahir? "


"Saat ini kondisi kehamilan ku sudah delapan bulan, berarti kurang lebih satu bulan lagi"


"Baiklah, halo baby Boy, ingat saat kau nanti lahir jika Ayah mu belum kembali, kau harus tetap lahir dengan selamat, tanpa hadirnya Ayah mu ini, kau tidak boleh cengeng, ingat kau laki-laki dan laki - laki itu harus kuat"


Tanpa sadar Edward mengucapkan kata - kata tersebut sambil mencium perut Kimmy, dan perasaan Kimmy semakin tersayat-sayat, tapi untuk membuat Edward lebih tenang pada akhirnya dia tidak mengatakan apa - apa lagi.


"Edward ayo tidur, besok kita akan melalui hari - hari yang panjang, kemarilah aku akan memeluk mu sampai pagi"


Edward pada akhirnya memeluk Kimmy dengan sangat erat di tempat tidur, dan tak butuh waktu lama pada akhirnya Edward terlelap,kini tinggal Kimmy sendiri di dalam kamar yang masih terjaga.


Perasaan apa ini, kenapa seakan aku akan kehilangan dia, seakan malam ini aku terakhir akan memeluk nya seperti ini, Tuhan kumohon kembalikan Edward dengan selamat.Amin