I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KETERBUKAAN LIYANA



"Suster apakah masih ada pasien yang diperiksa? jika tidak mungkin aku akan segera pergi"


"Dokter Kim pasien sudah habis dan jadwal praktek selanjutnya adalah dokter Dean"


Mendengar nama Dean di sebut Kimmy yang masih menghindari Dean langsung segera bangkit dari tempat duduk nya untuk pergi.


"Baik sus kalau begitu aku akan segera pergi"


Kimmy beranjak dari tempat duduk nya, merapikan baju dan mulai berjalan ke arah pintu masuk ruangan praktek nya, namun ketika dia sudah sampai di pintu dan membukanya Kimmy melihat Dean yang hendak masuk ke ruangan


Usaha Kimmy untuk menghindari Dean sepertinya sia - sia.


"Kim sudah selesai? apakah kau akan langsung pulang?


"Bukan urusan mu Dean, aku mau pergi kemana"


"Kim ayolah apa kita tidak bisa untuk berteman? aku sudah berusaha untuk mencoba menerima bahwa kau bukan milikku lagi, jadi apakah kita tidak bisa menjadi teman baik?, kau tetap temanku Kim"


Kimmy melihat tatapan mata Dean dan mencari apakah ada kebohongan di balik tatapan mata tersebut, sebenarnya Kimmy enggan untuk menanggapi Dean, namun biar dia tidak lama-lama di tahan di ruangan tersebut dengan sembarang pada akhirnya Kimmy menjawab nya.


"Baiklah Dean, aku terima setiap pertemanan kita lagi, namun kau harus ingat bahwa aku bukan seorang gadis single lagi jadi tolong kau memiliki setiap batasan-batasan nya"


"Siap dokter Kimmy!! lalu kau mau kemana sekarang Kim?


"Sudah kubilang ini bukan urusan mu Dean, jam praktek ku sudah selesai jadi aku bebas untuk pergi kemanapun yang aku mau, alangkah baiknya kau segera bersiap karena setelah ini adalah giliran mu, jadi minggirlah"


Kimmy mencoba untuk mengusir Dean yang sedari tadi mencoba ingin tau kemana dia akan pergi dan mencoba menghalangi jalannya.


"Oke-oke silahkan dokter Kimmy"


Dengan senyuman yang penuh dengan dibuat - buat Dean mempersilahkan dan memberikan Kimmy jalan untuk pergi.


Tanpa pikir panjang Kimmy segera meninggalkan Dean, pembicaraan dengan Dean membuang waktu Kimmy yang hendak menemui Liyana yang sedang berada di kamar perawatan


Tanpa butuh waktu lama Kimmy menemukan kamar dimana Liyana di rawat, perlahan Kimmy mulai masuk ke dalam kamar tersebut, Kimmy mendengar suara isak tangis dari seorang gadis yang sudah pasti mulai di kenal nya, ya Kimmy melihat Liyana terbaring sendirian di tempat tidur dengan air mata yang bercucuran.


Kimmy merasakan iba yang begitu dalam kepada Liyana, Kimmy mulai tau apa profesi Liyana saat ini dan Kimmy selalu percaya pasti Liyana mau melakukan semua itu dengan sebuah alasan


Perlahan Kimmy mulai masuk ke dalam ruangan, kehadiran Kimmy mulai di sadari oleh Liyana dan dengan segera Liyana menghapus setiap air matanya yang masih terjatuh.


"Dokter, maaf dokter harus melihat ku dengan keadaan ku seperti ini apakah ini sudah waktunya untuk kunjungan dok?dok apakah aku sudah boleh pulang?aku ingin segera pulang dokter"


Kimmy maju dan mulai duduk di sisi tempat tidur Liyana, Kimmy memberikan senyumnya kepada Liyana dan mencoba untuk berbicara dari hati ke hati sebagai sesama wanita.


"Nona aku lihat nona begitu sedih, jika nona butuh bahu untuk menangis aku siap untuk melakukan itu kemarilah"


Tanpa banyak berkata-kata Liyana langsung memeluk Kimmy dan kembali menangis histeris, tangisan Liyana mengingatkan Kimmy saat pertama kali dirinya menjadi istri Edward Chandradinata dan mengalami banyak rasa sakit hati yang dilakukan oleh suaminya.


Cukup lama Liyana menangis di pelukan Kimmy, Liyana seakan mencurahkan semua beban yang selama ini dipendamnya lewat tangisan yang saat ini keluar daripadanya


Setelah sudah cukup tenang, Liyana mulai mengendurkan pelukannya dan mulai kembali menyandarkan badan nya di tempat tidur.


"Nona anda tidak perlu khawatir kita adalah seorang wanita dimana air mata menjadi salah satu kekuatan yang kita miliki untuk membuat kita menjadi lebih tenang"


"Nona bolehkah aku bertanya dimana keluargamu? daritadi aku tidak melihat seorangpun disini menemanimu"


Pertanyaan Kimmy tanpa sadar membuat Liyana kembali menangis lagi.


"Oh nona jangan menangis lagi, maafkan atas pertanyaan ku tadi"


"Hiks, hiks tidak apa - apa dokter, aku tidak punya keluarga lagi selain seorang Ayah yang sudah tua, saat ini ayah sedang berada di Rumah Sakit dan dalam keadaan kritis, Ayah sedang sakit jantung dan hari ini Ayah akan di operasi, saat ini seharusnya aku berada di sana untuk menunggu nya namun aku malah masih berada disini dan dalam keadaan seperti ini hiks, hiks, hiks"


Ingin rasanya Kimmy ikut menangis saat dia mendengarkan semua cerita Liyana, entah kenapa tiba-tiba dia mengingat akan Ayah nya yang sudah meninggal dan ibu nya yang saat ini sedang menjalani pengobatan, namun kimmy mencoba untuk kembali menahan air matanya demi untuk bisa mendengarkan lebih lanjut cerita yang akan disampaikan Liyana


"Nona kau harus percaya bahwa Ayahmu akan sembuh, bahwa Ayahmu akan berhasil menjalani setiap operasi tersebut, berdoa dan serahkan segala sesuatu nya kepada Tuhan maka Dia yang bekerja"


Kimmy memegang tangan Liyana mencoba untuk menguatkan hati gadis tersebut.


"Auuuw sakit dokter"


Seketika Liyana menghindari sentuhan Kimmy karena ternyata tangannya masih mengalami luka akibat ikatan yang kencang yang dilakukan Edward kepadanya tadi malam.


"Kimmy segera memeriksa tangan Liyana dan Kimmy masih dapat jelas melihat bekas ikatan tali yang berada di tangan Liyana"


"Nona jika anda tidak keberatan bolehkah nona bercerita apa yang sebenarnya terjadi padamu saat ini


Nona tau aku adalah seorang dokter saat tadi nona berbicara bahwa luka-luka ini terjadi karena nona terjatuh maka aku tidak akan pernah percaya bahwa ini adalah luka akibat terjatuh.


Nona anda tidak perlu takut jika aku akan menceritakan yang sebenarnya, aku sebagai seorang dokter wajib menjaga segala kerahasiaan pasienku dan kita adalah sesama wanita yang tentunya akan lebih peka jika terjadi sesuatu hal pada kita


Apakah pertanyaanku tadi benar bahwa nona sudah mengalami kekerasan seksual?


Mata Liyana memandang tajam ke arah Kimmy ketika Kimmy kembali menanyakan tentang luka yang dialami Liyana sementara Kimmy yang dipandang seperti itu oleh Liyana berusaha tetap tenang demi untuk mendapatkan jawaban dari Liyana


Liyana melihat sebuah ketulusan dimata Kimmy dan perlahan Liyana mengangguk-anggukan kepalanya


Kimmy merasakan perih di dalam hatinya seakan dia tidak ingin mendengar bahwa ini adalah perbuatan Edward suaminya.


"Lalu siapa yang melakukan hal tersebut kepada mu nona?


Dok aku hanyalah seorang nona malam yang sengaja dibayar oleh para lelaki demi memuaskan nafsunya mungkin sudah menjadi resiko jika aku harus mengalami nya


Liyana masih mencoba untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.


"Nona apapun profesi yang engkau saat ini, tidak sepantasnya diperlakukan seperti ini, laki-laki tersebut pastilah laki-laki yang berkuasa sehingga kau tidak berani mengatakan nya padaku"


Liyana hanya kembali mengganguk tanpa banyak berkata - kata dirinya terlalu takut untuk menyebut laki-laki yang berkuasa itu.


"Apa pelakunya adalah tuan Edward Chandradinata? "