
"Maksudnya?"
"Ya,aku tak ingin jika keluarga kita sepi,aku ingin memiliki banyak anak dari mu"
"Ya,bisa dipikirkan mari kita lihat saja nanti"
"Namun setelah ini kau belum bisa menyentuh ku Edward"
"Berapa lama? satu hari atau dua hari?"
Kimmy tersenyum dengan pertanyaan dari Edward tersebut.
"Tidak satu atau dua hari sayang,tapi selama empat puluh hari"
Edward langsung memandang istrinya dengan tajam.
"Sayang,itu terlalu lama,kau tau kan kau adalah candu terberat di dalam hidupku"
"Iya sayang aku tau,tapi untuk wanita melahirkan akan mengalami masa itu, pokok nya seperti itu"
"Tapi"
"Sssstt,Alex menangis,aku harus segera menyusuinya"
Belum sempat Edward berkata -kata Kimmy sudah kembali sibuk dengan Alex kecil,hati Kimmy begitu bahagia dengan kehadiran dari Alex.
"Isssh,sekarang untuk hal itu aku juga harus berbagi dengan Alex"
Edward memandang iri Alex dan pada akhirnya kembali menjatuhkan dirinya di atas kursi di ruang rawat Kimmy,Kimmy mengetahui kondisi suaminya.
"Sayang kemarilah"
"Kau butuh sesuatu?"
"Kemarilah"
Edward pun kembali menghampiri istrinya.
"Aku mencintaimu,kau tidak boleh memperebutkan aku dengan anak mu sendiri ya"
Kimmy meminta Edward mendekat ke tempat tidurnya dan memberikan ciuman mesra di kening Edward.
"Tidak berebut hanya iri saja dia bebas seperti itu padamu"
Edward menunjuk Alex yang saat ini dengan meminum asi langsung dari Kimmy.
Kimmy menggeser kan badannya agar Edward bisa berbaring di samping Kimmy.
"Jadi sekarang aku punya dua bayi,satu Alex dan satu lagi adalah kau haha,tidurlah aku akan membangunkan mu nanti"
"Apa aku tidak bisa juga seperti Alex"
Kimmy mengernyitkan dahinya ketika Edward berkata seperti itu.
"Sayang"
"Baiklah,baiklah aku mengerti kemarikan tangan mu biarkan aku tidur dengan mencium tangan mu ini"
Kimmy tersenyum dan kembali mencium Edward.
"Tidurlah my Hero,my CEO,Daddy Alex I love you"
Edward tersenyum dengan semua yang Kimmy katakan terhadap nya,dan pada akhirnya mulai memejamkan mata.
Sayang ,kini kau punya saingan yaitu Daddy mu sendiri.
Kimmy mencium Alex yang masih asik meminum ASI-nya itu,satu tangan kanan Kimmy mengendong Alex dan satu tangan kiri Kimmy dipeluk erat oleh Edward didalam tidurnya.
Tak beberapa lama satu orang perawat datang untuk kembali mengambil Alex dari Kimmy .
"Dokter Kim,jika tuan Alex bangun aku akan memberitahukan Dokter Kim"
"Terima kasih suster,jangan pernah ragu untuk membangunkan aku jika memang Alex menangis"
Sang perawat tersenyum dan keluar dari dalam ruangan tersebut.
Malam ini Kimmy memeluk dan menciumi Edward yang sedang tidur,rasa kantuk Edward yang begitu luar biasa membuat dia tidak sadar jika sang istri sedang memberikan kasih sayangnya yang luar biasa terhadap nya.
"Tidurlah sayang,aku mencintai mu,mulai sekarang kau harus bisa belajar untuk membagi aku dengan putramu sendiri"
Dan pada akhirnya Kimmy pun ikut terlelap di samping Edward.
Sementara itu Liyana seharian ini lebih memilih untuk diam dan tidak berbicara banyak hal kepada Dean, setelah kejadian Dean mencium dirinya sebagai sebuah tanda penegasan Liyana malah menjadi lebih banyak diam.
"Liyana tunggu"
Dean mencoba untuk mengejar Liyana yang sudah keluar dari gerbang Rumah Sakit dengan berteriak dari dalam mobilnya,namun alih -alih Liyana berhenti,Liyana malah menambah kecepatan nya.