I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
MERAWAT MU



Malam itu dan malam - malam seterusnya tempat tidur Kimmy hanyalah di sofa ditemani bantal dan selimut, meskipun mereka tinggal dalam satu kamar, namun tuan Edward sama sekali tidak pernah mengajak nya berbicara, tuan Edward sama sekali tidak pernah membangunkan Kimmy, dia berangkat lebih pagi dan pulang larut malam saat Kimmy sudah tertidur.


Seminggu mereka menjalani semua hal itu sampai pada suatu waktu,Kimmy sengaja menunggu kepulangan tuan Edward.


Brakk terdengar pintu kamar di buka ternyata tuan Edward sudah pulang, Kimmy yang sedari tadi sudah menunggu nya langsung menyambut kehadiran suaminya itu.


"Tuan, selamat malam saya sudah menyiapkan air panas untuk tuan mandi silahkan tuan"


Tuan Edward yang kaget melihat Kimmy masih belum tidur menatap nya tajam.


"Apa yang kau inginkan dari ku? kenapa sampai selarut ini kau masih belum tidur?


Mandi lah dulu tuan setelah semua itu ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan pada tuan"


Edward menuruti kemauan Kimmy dia mulai melepas sepatunya dan tiba - tiba.


"Awww"terdengar suara tuan Edward menganduh kesakitan dia memegang perutnya.


"Tuan apa yang terjadi denganmu? "Kimmy mencoba mendekati tuan Edward yang duduk di tepi tempat tidur.


"Pergi lah aku tidak apa-apa, awwww" kembali suara tuan Edward menahan sakit, dan Kimmy yang seorang mahasiswi kedokteran tetap memutuskan untuk mendekat, meskipun dia tidak menyukai sikap tuan Edward namun bagaimanapun Kimmy adalah seorang dokter naluri nya akan tetap berjalan ketika melihat ada seseorang yang sedang sakit.


"Izinkan aku melihat kondisi badan mu tuan, tenanglah aku hanya memeriksa keadaan mu, aku ini seorang calon dokter aku tidak akan membiarkan orang yang di dekat ku kesakitan seperti ini"


Tanpa butuh persetujuan tuan Edward, Kimmy mulai melepaskan sepatu tuan Edward dan mulai merebahkan tuan Edward di atas tempat tidur, Kimmy mulai membuka semua kemeja tuan Edward dan mulai melihat tubuh atletis tuan Edward, jantung Kimmy bergetar kencang namun sejenak dia kembali ke dalam kesadaran nya bahwa dia harus memeriksa kondisi fisik orang dihadapannya.


Kimmy mencoba menekan perut bagian tengah atas tuan Edward.


"Aww hei ini sakit, jauhkan tangan itu dari tubuhku"


Dan Kimmy mengerti bahwa tuan Edward sedang bermasalah dengan lambungnya.


Tuan lambung anda sedang bermasalah sehari - hari makanan apa yang anda konsumsi?


Untuk apa aku beritahukan kepada mu? kau tak boleh mencampuri urusan ku


Tuan aku tidak akan mencampuri segala urusan mu, namun tidak dengan kesehatan beritahukan pada ku makanan apa saja yang sudah tuan Edward konsumsi?"


Pada akhirnya terjadi perdebatan yang panjang malam itu dan pada akhirnya tuan Edward mulai mengalah, bukan karena dia tidak mampu melawan Kimmy namun karena kondisi perut nya yang sudah semakin sakit.


"Baiklah - baiklah akan kuberitahukan apa saja yang ku makan, hari ini aku belum makan apapun hanya minum satu botol bir bersama dengan Doni di apartemen Doni"


Dan Kimmy hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tuan tetap diam disini aku akan ke dapur membuatkan makanan untuk mu, kumohon untuk kali ini ikuti semua kata - kata ku jika tuan ingin berumur panjang"


Kimmy yang biasa nya lembut kini berubah jadi sangat galak di hadapan tuan Edward, nada nya yang seperti ancaman membuat tuan Edward secara tidak sadar menuruti semua keinginannya, tanpa butuh lama Kimmy kembali lagi ke dalam kamar dengan semangkok bubur, harum yang ditimbulkan oleh makanan yang di bawa Kimmy membuat tuan Edward terbangun dan duduk di tempat tidur nya.


Kemarikan makanan itu biar aku makan sendiri tidak perlu kau suapi seperti itu


Untuk kali ini tuan tidak boleh membantah perkataan ku, aku yang tau takaran tuan harus makan berapa banyak"


Dan sekali lagi sepertinya tuan Edward sudah tak ingin berdebat panjang dengan Kimmy karena kondisi nya pada akhirnya tuan Edward mengikuti semua yang diperintahkan Kimmy kepada dirinya, dengan lembut Kimmy menyuapi tuan Edward makan sampai tidak terasa bubur yang dimasak Kimmy malam ini habis, dan tuan Edward sangat menyukai masakan ini.


"Tuan sekarang minumlah obat ini, ini adalah obat yang bagus dengan lambung yang bermasalah"


Kimmy memberikan obat kepada tuan Edward setelah itu merebahkan kembali tuan Edward dan menyelimuti nya.


"Tunggu jangan pergi"tuan Edward meraih tangan Kimmy ketika Kimmy akan pergi dari sisi tempat tidur tersebut.


"Tuan ada yang kau butuhkan lagi? jika tidak aku akan kembali ke sofa


Tunggu tadi apa yang ingin kau bicarakan pada ku?, bukankah kau sengaja menunggu ku pulang untuk berbicara sesuatu hal padaku"


Kimmy memandang wajah tuan Edward, dengan tatapan ragu Kimmy mencoba membuka suaranya.


"En anu, anu tuan minggu depan adalah hari wisuda ku tadi nya aku ingin meminta tuan Edward untuk mendampingi ku dalam acara tersebut, karena status kita sekarang sudah menikah orang tua digantikan oleh pasangan untuk mendampingi wisuda tersebut


Tapi setelah aku berpikir tuan pasti sangat sibuk dan pastinya tidak ada waktu untuk itu"


Kimmy mengatakan itu dengan menundukan wajahnya karena malu, saat dia meminta sang ibu untuk turut hadir di dalam wisuda tersebut sang ibu hanya tersenyum dan kembali meminta Kimmy untuk berbicara lansung kepada suaminya karena sekarang tanggung jawab Kimmy sudah beralih pada tuan Edward.


"Ya aku memang sangat sibuk, namun aku akan menemanimu di dalam acara tersebut, jangan senang dulu semua ini karena balas budi ku malam ini, kau telah membuatkan aku bubur itu, memeriksa keadaan ku dan membuatkan obat untuk ku, aku hanya tidak ingin memiliki hutang budi terhadap mu"


Senyum Kimmy merekah, ketika tuan Edward meyanggupi untuk mendampingi Kimmy dalam acara tersebut dan tentunya dengan status nya sebagai seorang suami.


"Terima kasih tuan, terima kasih


Tunggu aku tidak memberikan semua ini gratis nona kau harus membayar nya lagi


Maksud tuan?


Ya aku akan mendampingi mu dalam acara tersebut namun sebagai ganti nya mulai sekarang setiap pagi kau harus membuatkan aku sarapan, dan menjadi dokter pribadi ku, mengurusi setiap kebutuhan makan, dan menyiapkan segala keperluan pribadi ku sebelum aku berangkat dan setelah aku tiba di rumah deal? "


Kimmy kaget dengan persyaratan yang dilakukan oleh tuan Edward


Astaga aku kan hanya meminta dia mendampingi ku beberapa jam, namun dia sudah meminta aku melakukan ini dan itu, huh dasar tuan muda serakah, tak tau diri tapi ya sudahlah jika hanya menjadi dokter pribadinya dan mengurusi segala keperluan nya aku masih bisa asalkan dia tidak meminta yang macam - macam.


"Deal tuan aku setuju"


Dan setelah Kimmy berkata seperti itu, segera Kimmy pindah ke sofa menarik selimut nya dan mulai memejamkan matanya


Sedangkan tuan Edward tersenyum puas karena dia bisa memperdaya Kimmy, dan mau tidak mau tuan Edward harus mengakui bahwa masakan Kimmy itu enak.