I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
RUMAH BARU



Lama tuan Edward memperhatikan dua gadis di dalam ponsel nya, sesekali dia tersenyum karena melihat sang adik Lisa Chandradinata bisa tersenyum dan tertawa lepas saat berada bersama Kimmy.


Namun entah kenapa secara bersamaan hatinya juga terasa sakit ketika tuan Edward kembali mengingat nona Clarisa kekasih yang sudah meninggalkan tuan Edward secara sepihak


"Don apa ada kabar tentang Clarisa?


Maaf tuan Edward sampai saat ini kami belum dapat melacak keberadaan nona Clarisa berada, menurut sumber yang terpercaya nona Clarisa terakhir berada di Swiss tuan


Lakukan terus pencarian terhadap dirinya, lalu seret dia di hadapanku


Baik tuan segera kami laksanakan


Oke Don sore hari ini aku akan pulang lebih cepat ke rumah utama, apakah kau sudah menemukan rumah untuk ku?


Tentu sudah tuan, saya sarankan tuan dan nona muda untuk tinggal di rumah putih milik tuan Adrian yang berada di ujung kota ini, selain rumah tersebut sangat megah serta memiliki fasilitas yang lengkap didalam rumah tersebut mendiang istri dari tuan Jaya Chandradinata mendisain satu taman yang cantik


Oke Don, aku percaya pada pilihan mu.


Urus semua kepindahan ku dengan gadis itu mau tidak mau di harus mau untuk pergi meninggalkan rumah utama


Baik tuan Edward segera saya akan mengurus kepindahan tuan, malam hari rumah putih sudah bisa tuan dan nona muda tempati"


Edward tersenyum sinis dan mulai beranjak dari tempat duduknya, hari ini sengaja dia pulang lebih cepat untuk memberitahu bahwa malam ini dia sudah tidak berada di dalam rumah utama


Di dalam mobil sesekali Edward masih mengingat kepergian Clarisa dan kembali merasakan sakit dalam hatinya.


Brak Edward membuka pintu kamar nona Lisa dan menemukan Kimmy masih berada di dalam kamar tersebut, nona Lisa yang mengetahui kehadiran kakaknya lansung berlari dan memeluk Edward dalam - dalam.


"Kakak ku"


Edward melihat adiknya sesekali dia mengusap kepala gadis kecil tersebut.


"Hei gadis kecil apakah kau sudah selesai bermain dengan kakak iparmu? kalau sudah biarkan aku membawanya keluar dari kamar ini"


NONA Lisa menatap Kimmy dan Edward secara bergantian dan pada akhirnya mengizinkan untuk Edward membawa Kimmy ke dalam kamar mereka


"Awww sakit tuan mengapa anda tidak bisa memperlakukan wanita dengan lembut "


Tanpa sengaja Edward mencengkram tangan Kimmy menariknya dan menghempaskan Kimmy ke dalam tempat tidur mereka


" Kapan kau bisa memenuhi tugas mu sebagai istri di atas ranjang ha?"


Tuan Edward menindih tubuh Kimmy dan Kimmy sudah mulai merasa ketakutan


"Tuan maafkan aku berikan aku waktu untuk aku bisa memenuhi tugasku sebagai seorang istri, maafkan aku tuan, maafkan, tolong jangan sentuh aku, tolong"


Namun Edward tidak mendengarkan permintaan Kimmy dia memegang ke dua tangan Kimmy menariknya ke atas dan posisi tuan Edward yang menindih Kimmy membuat Kimmy tidak bisa melawan nya.


Perlahan tuan Edward mulai mencium kening Kimmy, lalu mulai mendaratkan ciuman nya ke bibir Kimmy yang tipis.


Kimmy tidak bisa berteriak karena mulutnya sudah di bungkam dengan ciuman dari tuan Edward.


Tolong aku, tolong, tolong. Aku tidak ingin malam pertama ku seperti ini semua kulakukan dengan laki-laki yang tidak aku cintai hiks, hiks, hiks


Kimmy menangis dalam diam karena dia tidak dapat berteriak, ketika dia berteriak pun tidak akan ada yang menolong nya karena status Kimmy sudah menjadi istri sah tuan Edward.


Kimmy semakin menangis namun tangisan nya tidak dapat mengeluarkan suara dan tuan Edward semakin menjelajah tubuh Kimmy.


Amarah nya membara kepada cintanya yang kandas terhadap Clarisa yang menyakiti nya sehingga dia salurkan amarah tersebut terhadap Kimmy dengan memaksanya


Semakin dia melihat Kimmy menangis dan memberontak melakukan perlawanan terhadap dirinya, semakin Edward lebih ingin menyiksa Kimmy.


Tok, tok, tok "anak ku boleh mama masuk ke dalam kamar kalian"


Tiba-tiba diluar terdengar nyonya Tiara mengetuk pintu kamar Edward dan Edward yang awalnya tak terkendali lagi segera menyudahi permainan nya, melepaskan tangannya, serta merapikan kembali baju Kimmy yang sudah mulai kusut.


"Hei hapus air mata mu, kau tak ingin kan mama tau bahwa kau belum melaksanakan tugas mu sebagai seorang istri di atas ranjang? pura- puralahkau habis menikmati nya.


Kimmy yang sudah tidak bisa berpikir jernih hanya mengangguk-angguk kepalanya dan mulai menghapus air matanya.


"Hei mana senyumnya, cepat lakukan


Baik tuan"


Dan dengan sangat terpaksa Kimmy mengeluarkan senyum indahnya ketika Nyonya Tiara masuk ke dalam kamar mereka.


"Upss maafkan mama, sepertinya mama menganggu kalian berdua"


Nyonya Tiara tersenyum melihat mereka seakan tau apa yang sudah mereka lakukan di dalam kamar tersebut.


"Sama sekali tidak mengganggu ma, mama datang setelah kami menyelesaikan semuanya"


Edward merangkul Kimmy dan mendaratkan ciuman di pipi Kimmy.


Kimmy hanya bisa pasrah dengan perlakuan Edward terhadap dirinya.


"Baiklah mama hanya bertanya apa betul kalian malam ini akan pindah ke rumah putih? Asisten pribadi mama yang memberitahukan nya


Betul ma aku dan Kimmy akan pindah ke rumah itu malam ini, kami ingin tinggal berdua di sana dan melakukan bulan madu di dalam rumah tersebut tanpa ada yang mengganggu nya


Hmmm baiklah kalau itu keputusan kalian, sebenarnya mama tetap ingin keluarga berkumpul di rumah utama, tapi mama menghargai keputusan mu nak, segera berikan mama cucu yang lucu yah"


Nyonya Tiara mengatakan hal tersebut lalu meninggalkan kamar Edward.


"Tuan apa maksudnya kita akan pindah ke rumah putih malam ini?


Hahahaha kau sudah dengar apa yang kukatakan pada mama tadi kan? saat ini juga kita akan pindah ke rumah tersebut dan kau harus tetap melayani semua yang kuinginkan cepat bersiaplah semua barang - barang kita sudah di bereskan tidak ada kata bantahan karena ini perintah dariku mengerti!!!


Baik tuan"


Edward meninggalkan kamar tersebut dan bertemu dengan ayah serta kakeknya untuk memberitahukan kepindahan mereka.


Didalam kamar hanya tinggal Kimmy seorang, dia masih termenung.


Apa pindah dan hanya tinggal berdua dengan laki - laki menyebalkan itu?


Sesekali Kimmy menggelengkan kepalanya dan mulai menyiapkan dirinya untuk mandi dan segera turun kebawah menyusul Edward dia tidak ingin laki - laki menyebalkan itu kembali membungkam dia dengan ciuman jika dia tidak mau melakukan perintahnya.


Kimmy meraih foto dia dengan ibu dan adiknya mendekap foto tersebut seakan memberikan kekuatan kepadanya untuk tetap berhadapan dengan tuan Edward dan tetap berada di sampingnya.