
Dan setelah Kimmy puas menangis sesegera mungkin dia mandi dan segera bersiap - siap tak lupa dia kembali pergi ke dapur menyiapkan bekal makan siang untuk tuan Edward.
Rencana nya setelah Kimmy mengurus segala keperluan kampus dia akan langsung menuju ke tempat kerja tuan Edward untuk mengantarkan bekal makan siang tuan Edward.
"May boleh kah aku bertanya sesuatu?
Nona tentu saja boleh, apa yang ingin nona tanyakan?
Ennn apakah disini ada supir pribadi? karena aku tidak bisa membawa mobil May"
Kimmy tersenyum dengan polos dan mencoba memberitahukan kesulitan yang di alami nya sekarang kepada nona Maya, karena menurut Kimmy hanya nona Maya yang bisa diajak nya berbicara di dalam rumah putih tersebut.
"Nona tidak perlu khawatir saya yang menjadi supir pribadi nona, tuan Edward sudah berpesan kepadaku jika nona Kimmy hari ini akan pergi maka aku harus yang harus mengantarkan nya, mari nona kita segera berangkat"
Nona Maya segera berjalan ke halaman depan rumah putih tersebut, disana sudah nampak satu mobil mewah berwarna putih yang siap mereka gunakan
Sedangkan Kimmy hanya termenung dengan semua yang sedang terjadi meskipun begitu dia mengikuti langkah nona Maya dan segera masuk ke dalam mobil.
Hehhhh..tuan Edward sebenarnya kau laki-laki seperti apa sih, tadi didepan ku kau menghina diriku, menyuruh ini dan itu namun kenapa engkau juga perhatian kepadaku? sungguh aku saat ini sedang menikah dengan laki-laki yang ajaib
Di dalam perjalanan Kimmy sesekali menggelengkan kepalanya dan nona Maya yang melihat Kimmy seperti itu mencoba bertanya kepada nya.
"Nona Kimmy sepertinya anda sedang banyak pikiran? apa yang sedang anda pikirkan nona
May sudah berapa lama kau bekerja di keluarga Chandradinata?
Saya sudah berkerja dari saya kecil nona waktu itu ibu saya yang bekerja disini setelah ibu meninggal keluarga Chandradinata lah yang mengasuh saya hingga saya seperti sekarang"
Kimmy tersentuh hatinya ketika Kimmy mendengarkan cerita kehidupan nona Maya, ternyata ada orang lain yang hidupnya lebih menderita dari dirinya, jika dia kehilangan seorang ibu dari semasa kecilnya dia tidak akan dapat membayangkan apakah dia bisa tetap hidup di dunia ini atau tidak karena buat Kimmy ibunya adalah orang yang paling penting.
"Ohh maafkan aku May jika aku mencoba untuk mengusik cerita lamamu yang bisa membuatmu sedih
Aku ingin tau sebenarnya bagaimana sikap dan sifat tuan Edward yang sebenarnya karena dia sangat aneh menurutku
Lalu May apakah kau tau siapa gadis yang bernama Clarisa?"
Seketika nona Maya terdiam, dia ragu untuk memberitahukan hal ini kepada Kimmy, namun karena nona Maya merasa Kimmy bukanlah orang lain baginya maka nona Maya mulai menceritakan sedikit tentang gadis yang bernama Clarisa tersebut.
"Maafkan aku nona, untuk siapa sebenarnya tuan Edward alangkah baiknya jika nona Kimmy sendiri yang mengetahui nya sendiri dan untuk nona Clarisa gadis tersebut adalah mantan tunangan tuan Edward, selebihnya saya tidak berani menjawab pertanyaan nona, dan Ku mohon untuk nona Kimmy tidak bercerita kepada tuan Edward atas pembicaraan kita saat ini"
Kimmy yang mengerti posisi nona Maya segera menganggukan kepalanya.
"May kau adalah temanku dan aku tidak akan mungkin menceritakan hal - hal seperti ini kepada suamiku
Terima kasih nona, nah nona kita sudah sampai pada tempat kuliah nona, saya akan menunggu nona diparkiran mobil ini, jika nona membutuhkan sesuatu segera saja langsung hubungi saya
Baiklah May aku hanya sebentar berada disini, terima kasih sudah mau menunggu ku"
Kimmy pun keluar dari dalam mobil, saat dia berjalan menuju area kampus semua pasang mata melihat dirinya sambil berbisik - bisik, terkadang ada juga para gadis yang mulai mencibir kepada Kimmy.
Kimmy mencoba untuk terus berjalan masuk ke dalam kampus mencoba untuk tidak mempedulikan semua mata yang kini tertuju padanya, saat dia masuk ke kampus mata Kimmy lansung tertuju pada salah satu sahabatnya yaitu Fani
Kimmy melihat fani sedang duduk dan membaca sebuah buku dan Kimmy langsung berlari kearahnya
"Faaaaaaniii, Faaaaaniii"Kimmy memeluk Fani dan Fani pun sangat antusias dengan kedatangan Kimmy
"Kimmy kau kah ini, Kimmy aku kangen sekali padamu sudah lama kau tidak hadir lagi dikampus ini kukira kau sudah berhenti dari perkuliahan mu sejak kau menjadi menantu keluarga Chandradinata
Hahahaha mana mungkin Fan aku berhenti dari kuliahku, mimpi - mimpi ku belum terlaksana dan karena mimpi ku ini yang membuatku mengikuti ajang pencarian menantu
Sekarang aku akan ke bagian keuangan kampus untuk melunasi semua tunggakan semester dan membayarkan biaya wisuda ku maukah kau menemani ku Fan?
Hahahaha tentu saja nyonya, hamba mu ini siap menemani nyonya selama - lamanya"
Dan pada akhirnya Kimmy menyelesaikan semua biaya - biaya di kampus nya dan setelah itu dia bersama Fani menuju taman untuk bercengkrama.
"Kimmy bagaimana rasanya malam pertama apakah betul - betul sakit? "
Kimmy yang mendengarkan pertanyaan Fani langsung tersedak.
" Hahahaha kau tau sampai saat ini aku belum pernah merasakan malam pertama seperti gadis - gadis yang lainnya setelah mereka menikah
Apa??? jadi kau masih Virgin sampai sekarang?
Ssssstt Fani pelankan suaramu lihatlah orang - orang sudah mulai memandang kita berdua"
Kimmy segera menutup mulut Fani karena tiba - tiba Fani berbicara sangat kencang.
"Iya sampai saat ini aku masih Virgin Fan, tuan Edward sama sekali tak ingin menyentuh ku, sepertinya dia sengaja melakukan itu kepadaku
Astaga Kimmy lalu apa gunanya kau menikah jika kau tidak pernah di sentuh nya sama sekali, apakah dia laki - laki normal Kim?
Tidak mungkin jika seorang laki - laki tidak menginginkan hal tersebut terutama dari istrinya
Hmmm entahlah Fan aku juga tidak tau, namun sejujurnya aku bahagia karena sampai saat ini dia belum menyentuh diriku, kau tau aku tidak pernah mencintainya sama sekali dan aku tidak bisa membayangkan jika aku harus melakukan hal tersebut dengan pria yang tidak aku cintai
Hei dengarkan aku Kim, meskipun saat ini aku belum menikah tapi setau ku sebagai seorang istri itu harus melayani suaminya dengan baik, bukan cuma menyiapkan segala keperluan nya, namun melayani dia diatas ranjang, dan itu lebih dari sekedar nafsu tapi itu adalah bentuk dari sebuah pengabdian, dan cinta lama-lama akan timbul jika kau sudah melakukan hubungan suami istri"
Apa yang dikatakan Fani membekas di hati Kimmy sehingga membuat dia sejenak termenung, namun Lamunan nya berhenti ketika Kimmy menerima panggilan telepon dari nona Maya yang mengingatkan jika Kimmy harus segera ke tempat tuan Edward bekerja untuk makan siang bersama.
"Fan sepertinya aku harus pergi, karena dia menunggu ku "
Fani yang mengerti keadaan Kimmy bahwa sekarang Kimmy tak sebebas dulu hanya memeluk dan memberikan Kimmy semangat setelah itu Kimmy meninggalkan Fani di taman dan berlari ke arah perkiraan mobil
" Kim semoga engkau bahagia"