
"Ssssttt,ayo kita turun"
Edward memberitahukan kepada Jian Lee untuk segera turun kembali ke ruang Clarissa dan tetap meninggalkan Richard yang tertidur di ruang eksklusif tersebut.
"Bagiamana dengan dia?"
"Biarkan,esok baru kita bangunkan"
"Hah??"
"Ayo"
Jian Lee berusaha untuk mengerti apa yang Edward sedang pikirkan,meskipun saat ini Kian Lee belum mengerti apa yang sudah terjadi,tapi Jian Lee pada akhirnya mengikuti Edward untuk keluar dari ruangan eksklusif.
"Ada apa Edward?"
"Kata istriku,nona Clarissa sudah sadar,namun dia tidak mau Richard diberitahukan"
"Sungguh?"
Mata Jian Lee terbelalak tak percaya,karena sesaat yang lalu Jian Lee masih mendengar isak tangis sahabatnya itu.
"Bagaimana bisa secepat itu Edward?"
"Entahlah,kau tanya aku,aku tanya ke siapa?kita kan di ruangan yang sama,saat ini hanya istriku yang bisa kita tanya"
Jian Lee mengangguk -anggukan kepalanya tanda bahwa dia setuju dengan perkataan dari Edward.
Tak beberapa lama pintu lift terbuka Edward dan Jian Lee segera keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ke ruangan Clarissa.
"Sayang"
Begitu Edward dan Jian Lee masuk ke dalam ruangan,Kimmy langsung menyambut mereka.
"Sayang apa yang sebenarnya terjadi?"
Edward masih belum mengerti mengapa bisa jadi seperti ini, begitu juga dengan Jian Lee.
Kimmy memberikan peringatan kepada Edward agar mereka bisa segera keluar dari ruangan.
"Nah sayang sekarang coba ceritakan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi?"
Kimmy tersenyum kepada Edward dan Jian Lee.
"Edward,tuan Jian Lee tidak ada hal yang perlu aku ceritakan secara khusus aku hanya berdoa kepada Tuhan dan memberikan penguatan kepada nona Clarissa, selebihnya bukan aku yang bekerja tapi Tuhan yang membawa semua penguatan ku tersebut agar didengar oleh nona Clarissa"
Satu penjelasan sederhana yang membuat kedua laki -laki itu terdiam,karena secara logika penjelasan tersebut tidak dapat diterima dengan pikiran
"Aku mengerti apa yang saat ini kalian sedang pikirkan"
"Pasti kalian berdua sedang heran,dan berkata mana mungkin?"
Kimmy seakan -akan bisa membaca pikiran Jian Lee dan juga Edward.
"Sayang bukan maksud kami seperti itu,kami hanya heran saja kenapa semuanya cepat berubah"
"Edward jika kau memikirkan semua ini dengan logika,maka kepintaran kita tidak akan pernah sampai dengan apa yang dinamakan keajaiban, pikiran kita tidak akan pernah sampai dengan apa yang dinamakan mukjizat,hari ini itu yang terjadi dengan nona Clarissa"
"Jika kau percaya tentang keajaiban,kau percaya tentang mukjizat,maka kau akan bisa mengerti yang saat ini sedang terjadi"
Kimmy kembali tersenyum dan Kimmy masih menyadari bahwa hal ini memang sulit diterima dengan logika,namun Kimmy membiarkan pikiran ke dua laki -laki ini bekerja,karena mau dijelaskan seperti apapun jika mereka tidak percaya maka akan sulit adanya.
"Edward maukah kau mengajak ku berjalan -jalan,aku suntuk berada di dalam ruang rawat"
Kimmy pada akhirnya kembali bersuara memecahkan keheningan ke dua laki -laki yang masih berpikir.
"Ah baiklah ,ayo aku antar kau"
"Tuan Jian Lee,ada baiknya kau juga harus segera membawa sahabat ku Fanny ke jenjang yang lebih serius,percaya padaku Fanny mencintai dirimu"
Kimmy mengatakan hal tersebut kepada Jian Lee, perkataan Kimmy sukses menyadarkan pikiran logika Jian Lee tentang Clarissa yang tiba -tiba sadar karena sebuah keajaiban.