I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
SADARLAH SAYANG



"Sayang ayo aku antar kau ke ruang eksklusif untuk beristirahat "


" Ah baiklah Edward "


Edward pun mengantarkan Kimmy ke ruang eksklusif Chandradinata untuk beristirahat.


" Sayang, bagaimana apakah kau lelah"


"Tidak Edward aku tidak apa - apa"


Seperti biasa Kimmy bermanja-manja di samping Edward, hari ini setelah mendengarkan semua cerita Fanny entah mengapa Kimmy semakin merasa sangat bersyukur dengan semua perubahan dari Edward,dengan setiap kesabaran dan ketabahan Kimmy di dalam mendoakan suaminya yang pada akhirnya membuat perubahan besar dari dalam diri Edward.


"Sayang tadi apa saja yang kalian ceritakan, nampaknya kalian banyak sekali berbicara "


" Edward, kau pasti sudah tau apa yang menimpa Fanny "


" Iya aku sudah tau"


"Lalu kenapa kau tidak menceritakan sepenuhnya kepada ku? cerita mu itu hanya sebagian saja"


Edward terdiam dan lebih memilih untuk mencium puncak kepala Kimmy berkali-kali..


"Aku hanya ingin kau mendengarkan semua cerita lengkap tersebut dari mulut nona Fanny"


"Jadi itu sebabnya kau tidak mau ikut bergabung di dalam pembicaraan kami? "


" Iya, aku sengaja melakukan hal itu"


"Apa kau juga tau bahwa kekasih nona Fanny memiliki kelainan seksual? "


" Ya aku tau"


"Sungguh mengerikan sekali apa yang di alami nona Fanny, aku bersyukur dia sudah terlepas dari Joseph sebelum pernikahan mengikat mereka"


Deg


"Sayang maafkan aku"


"Maaf kenapa lagi Edward? "


" Maafkan aku yang dulu pernah melakukan hal itu kepada mu dan kau baru mengetahui nya di dalam pernikahan kita, aku"


"Sssssttt"


Kimmy langsung membungkam mulut Edward dengan kedua tangan nya.


"Aku yang seharusnya meminta maaf kepada mu, tak seharusnya aku mengucapkan perkataan tadi, sehingga kau kembali teringat akan setiap hal yang telah berlalu "


" Sayang hal itu merupakan kesalahan fatal sepanjang hidup ku, menyiksa mu, membuat mu terluka dan pada akhirnya hampir membunuh mu dengan perbuatanku"


Kini Edward kembali menundukkan diri, satu hal yang selalu membekas dari dalam diri Edward adalah di masa lalu orang yang dia begitu cintai hampir mati di tangan dia sendiri.


"Dengarkan aku suami ku tercinta"


Kimmy memegang wajah Edward dengan ke dua tangannya.


"Untuk melangkah ke depan kita perlu melihat masa lalu agar langkah kita tidak kembali terjatuh, namun hanya cukup melihatnya, bukan memasukkan kembali masa lalu tersebut ke dalam pikiran,yang pada akhirnya berakibat fatal pada hati mu"


Tangan Kimmy kini berpindah ke dada Edward dan Kimmy mulai mencium kening suami nya itu.


"Aku mencintaimu Edward Chandradinata, dan aku mau hidup bersama dengan mu sampai tua, menjadi penolong mu sampai maut memisahkan kita, kau itu berarti untuk ku dan juga untuk anak kita"


Kimmy menarik tangan Edward untuk membelai perutnya, dan pada akhirnya Edward memeluk Kimmy dan menarik Kimmy ke dalam pelukan nya.


Sementara itu kini diruangan Clarissa, para Dokter mulai memasukkan cairan penawar racun tersebut ke dalam tubuh Clarissa melalui infus yang menancap di tangannya, sedangkan Richard hanya bisa melihat semua peristiwa tersebut dari balik kaca, karena hanya tim Dokter yang kini diizinkan masuk ke dalam ruangan.


Sayang, kumohon sadarlah, aku berjanji akan memberikan pernikahan terindah untuk mu, ketika kau sadar.


Richard terus mengucapkan hal tersebut di dalam hatinya, dan Richard sama sekali tidak berhenti menatap Clarissa dari balik kaca di ruangan tersebut.