
"Baiklah terima kasih tuan atas informasinya"
Setelah selesai panggilan tersebut segera ditutup dan kini Edward dibuat kembali berpikir.
"Xiao Mei,atau Rena berada di Negara B"
Edward Kembali termenung di kursi kantornya,dirinya sedang memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ketika mendengar kabar bahwa Dokter Rena saat ini sudah melangsungkan pernikahan dengan putra mahkota Negara B.
"Apakah ada hubungan nya Rena dengan tuan Jason,atau sebenarnya mereka tidak saling mengenal? mengingat Rena dan tuan Lauren dari rekam jejak yang diperoleh tidak memiliki hubungan dengan tuan Jason,ah alangkah baiknya aku segera memberitahukan hal ini kepada Papa,saat ini kita harus lebih berkonsentrasi kepada penawar racun tahap ke dua terlebih dahulu,namun kewaspadaan perlu untuk ditingkatkan"
Edward segera kembali mengambil ponselnya dan segera kembali menghubungi tuan Adrian.
Sementara itu di Negara B,saat ini acara pernikahan Dokter Rena dengan putra mahkota sudah selesai,Dokter Rena resmi menjadi istri ke dua dari sang putra mahkota.
"Cucuku selamat, akhirnya kau memperoleh suatu kekuatan di Negara B ini
Tuan Lauren datang ke istana Dokter Rena yang hari ini sudah selesai melangsungkan pernikahan nya itu.
"Ya Kek,terima kasih Kakek selalu memberikan dukungan untuk ku"
"Sekarang yang perlu kau lakukan adalah beri pelayanan yang terbaik untuk putra mahkota dan segera berikan keturunan kepadanya,harus laki -laki,karena kabar yang aku dengar putri Lu Hua sudah melahirkan dan bayi tersebut adalah bayi perempuan"
"Aku mengerti Kek"
"Baiklah,selamat bersenang -senang cucuku"
Tuan Lauren tersenyum mengatakan hal tersebut dan segera keluar dari ruangan Dokter Rena.
"Dasar Kakek tak tau diri, sekarang kendali permainan bukan ada di kau,tapi kendali permainan berada di tangan ku"
Setelah mengatakan hal seperti itu,Dokter Rena segera menghubungi seseorang.
"Halo tuan Jason,kirimkan aku barang yang sudah aku minta,aku minta racun kualitas terbaik dari yang kau miliki,kirimkan dengan jalur yang aman,aku bersedia menunggunya"
Setelah mengatakan hal tersebut di sambungan telepon,Dokter Rena segera menutup panggilan telepon dengan senyum yang sangat mengerikan.
"Mimpiku tidak hanya menjadi istri ke dua putra mahkota,tapi mimpiku adalah menjadi ratu dan pemimpin tunggal di Negara ini"
Hati yang sangat kejam dari Dokter Rena mampu membuat Dokter Rena merencanakan kejahatan jangka panjangnya.
Malam pun tiba di Negara W, khususnya keluarga Chandradinata saat ini sedang merencanakan keberangkatan nya menuju ke Negara H dan semua persiapan sudah selesai dilakukan.
"Selamat malam tuan Edward"
"Malam,apakah sudah ada yang hadir di bandara selain aku Don?"
"Sudah tuan,tim Dokter yang terdiri dari Dokter Dean,Dokter Carla dan juga perawat Lilyana,perawat Liu Yen sudah tiba"
"Baiklah aku akan menunggu yang lainnya"
Edward masuk ke dalam ruang eksklusif di dalam bandara tersebut,tak beberapa lama Ambulans Rumah Sakit datang dengan membawa Clarissa dan setelah sampai di bandara,Clarissa segera diturunkan dan dibawa langsung ke pesawat jet.
"Tuan Richard,anda, nona Clarissa dan tim Dokter yang saat ini sudah berada di bandara akan berangkat terlebih dahulu,tuan Edward akan masuk pada keberangkatan ke dua bersama dengan tuan Jian Lee dan nona Fanny"
"Baiklah Don"
Richard dan tim Dokter yang sudah berada di dalam pesawat segera mengerti atas perintah Doni dan tak beberapa lama pada akhirnya pesawat tersebut lepas landas.
"Jian Lee,kenapa kita harus pergi kesini terlebih dahulu,kita harus segera ke bandara"
Jian Lee mengandeng tangan Fanny untuk memasuki butik tersebut.
"Sudah aku bilang aku ingin memperkenalkan dengan keluarga ku setelah kita tiba di Negara H,untuk itu sebabnya aku mengajak mu untuk berbelanja terlebih dahulu"
"Apa semuanya ini perlu?,aku masih memiliki beberapa gaun"
"Ini perlu sayang,karena aku akan memperkenalkan mu kepada semua rekan bisnis keluarga Lee"
"Dan kau membuat aku tidak menjadi diriku sendiri dengan memintaku untuk menggunakan pakaian -pakaian ini?"
Kini Fanny sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan dari Jian Lee yang setengah memaksa Fanny untuk mencoba banyak gaun.
"Bukan begitu maksudku,aku hanya ingin melihat mu nampak lebih cantik"
"Jadi sekarang di matamu aku tidak cantik?ya sudah jika kau tidak bisa menerima ku apa adanya kita akhiri saja semua hubungan yang percuma ini"
Fanny melempar semua gaun yang sudah dipilihkan oleh Jian Lee dan berlari keluar dari dalam butik,dan kini Jian Lee sadar bahwa dia sudah melakukan kesalahan besar dengan apa saja yang baru diperbuatnya.
Langsung saja Jian Lee mengejar Fanny dan ikut lari keluar dari butik.
"Tunggu,maafkan aku"
Jian Lee pada akhirnya bisa untuk mendapatkan Fanny kembali,Jian Lee mencoba untuk memegang erat lengan Fanny dan berusaha untuk tidak melepaskan nya.
"Kalau kau cari wanita yang cantik,dengan tubuh yang aduhai maka aku yang akan mundur Jian Lee, tapi satu yang pasti jangan kau ganggu hidupku lagi"
Fanny mengatakan hal tersebut sambil menangis dan posisi mereka yang dipinggir jalan dilihat oleh banyak orang dengan adegan seperti itu.
"Kumohon maafkan aku"
"Kau jahat Jian Lee,kau tidak bisa menerima aku apa adanya"
Tangan Fanny memukul -mukul dada bidang milik Jian Lee dan pada akhirnya Jian Lee berhasil membawa Fanny untuk lebih tenggelam ke dalam pelukannya.
"Aku mohon maafkan aku, mulai sekarang aku tidak akan memaksakan kehendak ku tentang hal ini,kau bebas memakai apa yang kau suka,karena kau itu sangat berharga untuk ku,lebih berharga dari semua perkataan publikasi manapun,jadi kumohon maafkan aku"
Berkali -kali Jian Lee meminta maaf kepada Fanny,di dalam hatinya dia berjanji untuk tidak mengulangi segala apapun yang telah dia lakukan pada malam hari ini,dan pelukan dari Jian Lee sukses membuat Fanny kembali tenang.
"Ayo kita segera ke bandara,pasti mereka sedang menunggu kita"
"Pada akhirnya Fanny bersuara dan hal itu yang pertama kali dia katakan kepada Jian Lee"
"Ayo"
Jian Lee yang saat ini tau keadaan Fanny pada akhirnya lebih memilih mengikuti apa yang Fanny mau.
Sementara itu di bandara Edward beberapa kali melihat jam tangannya dan melihat Jian Lee dan Fanny belum juga muncul di hadapan nya.
"Don,coba kau hubungi Jian Lee,sampai saat ini dia belum juga muncul"
"Baik tuan Edward"
Doni mencoba untuk menghubungi Jian Lee tapi ponsel Jian Lee tidak aktif,namun tak beberapa lama kemudian Jian Lee dan Fanny pada akhirnya muncul setelah melalui terlebih dahulu sebuah drama di butik langganan Chandradinata.