
Tuhan ada apa ini, kenapa rasanya hatiku begitu sesak dan ada perasaan yang tidak tenang ketika aku memandang nona Cassandra, semoga ini hanya perasaan ku saja
Kimmy terus merasakan bahwa akan ada sesuatu hal yang buruk ketika Edward terus bersama dengan Cassandra Winata, Kimmy yang terus merasakan hal tersebut hanya bisa terdiam dan tak banyak bicara saat dirinya mendampingi Edward dalam percakapan nya dengan para Ceo dari beberapa perusahaan yang memang juga di undang dalam pesta malam hari itu.
Tatapan Kimmy terus tertuju pada seseorang gadis bernama Cassandra Winata, entah kenapa hati nya seperti merasakan sakit yang luar biasa ketika dia kembali menatap diri Cassandra.
Semua para pemegang saham juga turut hadir dalam pesta yang di buat oleh Winata Corp tak terkecuali para awak media, entah berapa banyak media yang hadir pada malam hari ini namun Kimmy melihat mereka sudah pasti ada di semua sudut ruangan tempat acara berlangsung.
Satu orang awak media mulai mendekati mereka semua dan mengarahkan Camera nya kepada Cassandra dan Edward Chandradinata.
"Nona Cassandra dan tuan Edward bagaimana perasaan anda ketika disatukan dalam sebuah mega proyek yang sangat luar biasa ini, kita tau sepak terjang nona Cassandra dan tuan Edward sangatlah luar biasa di dalam dunia bisnis"
Satu per satu para awak media mulai menghampiri Cassandra dan Edward dan mau tidak mau mereka berdua harus menjawab setiap pertanyaan - pertanyaan yang di lakukan oleh media tersebut, semua kolega yang tadi sedang berbicara dengan mereka dipukul mundur oleh semua para awak media tersebut,tak terkecuali Kimmy dan Kimmy memilih untuk meninggalkan mereka dan duduk di ujung ruangan sendirian
Kimmy melihat Mama Tiara sedang sibuk menyapa teman-teman sosialitanya sedangkan tuan Adrian dan tuan Jaya sibuk menyapa para rekan bisnis mereka, sementara Edward dan Cassandra sedang sibuk melayani semua pertanyaan para awak media mata Kimmy memandang seorang gadis kecil yang sedari tadi memperhatikan dirinya namun tidak berani untuk mendekat
Kimmy mulai tersenyum ke arah gadis kecil tersebut dan pada akhirnya gadis itu mendatangi Kimmy.
"Kakak, kakak ingat padaku? "
Suara gadis kecil tersebut sangat tidak asing di telinga Kimmy namun dia tidak mengingat siapa gadis kecil tersebut.
" Sayang maafkan kakak yang mungkin tidak mengingat akan dirimu, kamu juga termasuk bagian dari keluarga Chandradinata apakah kau adik dari Edward suamiku? "
Senyum gadis kecil tersebut mulai melebar, hatinya begitu bahagia ketika kakak ipar yang sangat dicintainya menyebut dia adalah adik Edward.
" Suster siapa nama gadis ini"?
Kimmy memberanikan dirinya bertanya lebih lagi kepada sosok suster yang selalu berada di samping gadis kecil tersebut.
"Nona muda nama gadis ini adalah nona Lisa, nona Lisa adalah adik kandung tuan Edward "
Mendengar jawaban dari suster Kimmy langsung kembali tersenyum kepada gadis kecil tersebut.
" Sayang Kemarilah aku ingin memeluk dirimu"
Tanpa banyak perkataan nona Lisa segera mendekati Kimmy dan memeluk dirinya.
"Kakak, kakak aku rindu dengan kakak, kakak aku sayang kakak"
Perasaan hangat menyeruak ke dalam hati Kimmy yang paling dalam saat nona Lisa memeluk dirinya dan mengatakan kerinduan nya.
"Sayang kakak juga merindukan dirimu, kakak juga sayang dengan mu"
"Kakak jangan tinggalkan kami lagi, jangan pergi ya"
Kimmy merasakan bahwa gadis ini pernah merasakan kehilangan dirinya di masa lalu,namun karena Kimmy sudah berjanji tidak akan mencari tau lagi masa lalu nya seperti apa maka dia hanya kembali memeluk nona Lisa.
"Sayang kakak tidak akan meninggalkan mu lagi kakak berjanji"
Kimmy melihat senyum merekah di wajah gadis kecil yang menderita down syndrome tersebut.
Mereka pada akhirnya banyak menghabiskan waktu berdua,entah mengapa Kimmy merasakan kedekatan nya yang begitu dalam kepada gadis kecil tersebut.
Sementara itu Edward yang sedari tadi mulai lelah untuk melayani pertanyaan setiap para awak media, mata Edward mulai mencari - cari sekeliling ruangan karena dia merasakan bahwa Kimmy sudah tidak ada di sampingnya lagi, tanpa butuh waktu lama Edward segera izin permisi kepada para awak media dan pergi untuk mencari Kimmy.
Sementara Cassandra hanya bisa memandang kepergian Edward tanpa bisa banyak berkata-kata, Cassandra melihat bahwa Edward begitu mencintai istrinya.
Edward terus mencari - mencari Kimmy di dalam setiap sudut ruangan, sampai pada akhirnya dia menemukan sosok tersebut sedang asyik bersama adik kesayangan Lisa
Edward tersenyum dan segera menghampiri dua wanita yang sangat disayanginya tersebut.
"Sayang kenapa kau begitu saja meninggalkan aku saat aku masih bersama dengan para awak media"
Edward mendekati Kimmy dan lisa,Edward mencium kening ke dua wanita tersebut secara bergantian.
"Sayang aku melihat mu begitu sibuk untuk melayani mereka, aku hanya tidak ingin menganggu waktu mu bekerja"
"Kau tidak akan pernah menganggu waktu ku, aku adalah pelengkap di dalam hidupku mana mungkin kau bisa mengganggu waktuku, apa kau masih mengingat janji mu pada ku malam hari ini? "
Edward membisikan hal tersebut kepada Kimmy sedangkan wajah Kimmy langsung bersemu merah dengan setiap ucapan dari Edward.
" Sayang kita masih berada di dalam ruang pesta bisakah kau tidak membicarakan hal tersebut terlebih dahulu? "
Kimmy kembali membisikan banyak kata kepada Edward, namun bukan Edward namanya jika dia tidak bisa mengendalikan situasi.
" Segera setelah Kimmy berkata seperti itu dia memanggil Doni untuk meminta Doni mengirimkan satu mobil beserta supirnya karena Edward akan pulang terlebih dahulu, sementara Kimmy hanya pasrah dengan kelakuan suaminya tersebut.
"Nah nona kecil kembalilah pada suster mu karena kakak mu yang cantik ini harus segera kubawa pulang untuk bertanggung jawab atas janjinya terhadap ku"
Tanpa butuh waktu lama Edward segera menarik tangan Kimmy dan membawa nya masuk ke dalam mobil, di dalam mobil Edward mulai kembali berulah tangannya yang nakal mulai mengendalikan permainan pada tubuh Kimmy, sedangkan Kimmy berusaha untuk menepis tangan tersebut karena posisi mereka masih di dalam mobil.
"Sayang apakah ke depannya setiap hari kau harus berurusan dengan nona Cassandra? tidak dapatkan Doni yang melakukan hal tersebut?,"
Tatapan mata Kimmy membuat Edward tersenyum penuh kemenangan.
"Sayang kau cemburu pada nona Cassandra?"
"Tidak aku tidak cemburu padanya hanya saja, hanya saja hufft"
Belum sempat Kimmy meneruskan setiap kata-kata nya Edward sudah memberikan ciuman nya kepada Kimmy, Edward tidak membiarkan Kimmy berbicara lebih banyak pada malam hari ini.