I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
ROMANSA SARAPAN PAGi



Laki - laki tersebut pada akhirnya undur diri dari seorang nona yang memerintahkan dirinya untuk membaca setiap petunjuk yang sudah diberikan untuk semua rencana yang akan dijalankan, dengan penuh kebencian wanita tersebut mengutuk nama seorang Edward Chandradinata melalui satu foto kecil yang wanita tersebut miliki.


Malam bergantikan dengan pagi, dan Edward menepati semua janji nya kepada Kimmy, pagi ini Edward bangun terlebih dahulu, Edward mencium kening Kimmy yang masih nyenyak dengan tidurnya lalu setelah itu Edward segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai dari kamar mandi dan Edward sudah bersiap - siap, Edward segera mengambil ponsel nya dan menghubungi Doni untuk memastikan semua nya sudah siap dengan baik.


"Baiklah Don, satu jam lagi aku dan Kimmy akan segera sampai di bandara, rekayasa jalan menuju ke bandara agar kita bisa lebih cepat tiba di sana "


Setelah Edward memberikan perintah kepada Doni, Edward segera keluar dari dalam kamarnya dan menuju ke meja Makan,di sana sudah ada Mama Tiara dan Ibu yang sibuk menyiapkan makanan untuk seisi rumah putih.


" Selamat pagi Ma, Ibu"


Edward menghampiri mereka dan memeluk mereka satu per satu.


"Edward, tumben kau sudah bangun, apa terjadi sesuatu dengan Kimmy "


Mama Tiara heran melihat anak kesayangan ini pagi - pagi buta sudah rapi dan masuk ke dalam dapur untuk mempersiapkan sarapan.


" Tidak Ma, menantu kesayangan Mama itu baik-baik saja, pagi ini aku yang akan menyiapkan sarapan untuk Kimmy"


"Anak ku, seharusnya ini tugas istri, bukan tugasmu"


"Bu, Kimmy sedang mengandung anak ku, tugas dan tanggung jawabnya juga besar dalam menjaga anak kita, jika dibandingkan dengan aku yang hanya menyiapkan makanan ini untuk nya tentu bukan apa-apa dibandingkan dengan dia yang menggendong beban berat itu sampai sembilan bulan "


Edward tersenyum ke arah mertuanya dan sang Ibu begitu bangga memiliki menantu seperti Edward.


" Baiklah nak,Ibu mengerti betapa engkau begitu mencintai Kimmy, sekarang izinkan kami yang membantu mu untuk menyiapkan sarapan itu, namun saat nanti kau membawa makanan tersebut kau harus mengatakan bahwa kau melakukan semuanya ini sendirian "


" Betul kata Ibu, Mama juga akan membantu mu"


Edward mengerti ke dua wanita paruh baya ini sangat sangat kepada mereka, oleh sebab itu Edward pada akhirnya menyetujui apa yang mereka minta.


"Baiklah Ma, Ibu aku akan mengikuti kata kalian saja, oh iya satu hal lagi pagi ini kami akan pergi ke Paris untuk Babymoon"


Perkataan Edward membuat ke dua, wanita paruh baya ini saling berpandangan.


"Paris? kenapa kau memilih Paris Edward kenapa tidak ke Italia, atau mungkin Spanyol atau Negara Eropa yang lainnya, kenapa hanya Paris saja? "


Edward yang kini duduk dan membiarkan ke dua wanita paruh baya itu menyiapkan sarapan untuk dia dan Kimmy hanya tersenyum memandang mereka.


" Ma, Paris adalah satu tempat yang ingin sekali Kimmy kunjungi, sebagai seorang suami aku ingin menyenangkan hati istriku, apalagi dalam keadaan dia sedang mengandung seperti saat ini"


"Nak Kimmy memang dari masa remaja nya ingin sekali pergi ke sana, setiap lukisan di dalam kamarnya selalu ada foto tentang menara Eiffel, Kimmy memang punya satu mimpi suatu saat dia ingin pergi ke tempat itu dengan orang yang dia cintai, namun saat itu semua mimpi Kimmy seperti nya mulai kandas, karena dia harus berkonsentrasi dalam kuliahnya, dan aku tidak menyangka jika hari ini mimpi putriku itu bisa segera terwujud, terima kasih nak"


"Bu, ini sudah menjadi tugas dan kewajiban ku sebagai seorang suami, kebahagiaan istri adalah kebahagiaan dari suami"


Edward kini telah bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri sang Ibu serta memegang pundaknya untuk memberikan kekuatan.


" Mungkin satu jam dari sekarang Ma, baru kita akan menuju ke bandara "


" Baiklah Ed kami disini selalu mendoakan kebahagiaan kalian berdua, hari ini kami rencana akan mengunjungi Michelle ke Rumah Sakit, aku harap Clarissa dapat mengizinkan kami untuk masuk ke dalam, karena bagaimana pun juga Michelle adalah anggota Chandradinata "


" Baik Ma, Mama tidak usah khawatir, Clarissa pasti akan tetap mengizinkan Mama untuk bertemu dengan cucunya sendiri, jika sampai Clarissa tidak mengizinkan keluarga besar Chandradinata untuk bertemu dengan Michelle berarti dia harus berhadapan dengan ku"


"Sudah, sudah cepat antarkan sarapan ini kepada menantu Mama jangan sampai dia kelaparan karena ulah mu"


Setelah Mama Tiara berkata demikian pada akhirnya Edward membawa sarapan pagi ke dalam kamar mereka, sarapan yang berupa dua roti gandum dengan daging premium yang didampingi dengan dua gelas susu hangat.


Saat Edward masuk ke dalam kamar, Edward masih melihat Kimmy tertidur, dengan perlahan Edward mulai merengkuh tubuh Kimmy dan mencoba membangunkan istrinya tersebut dengan kecupan sayang di kening sang istri.


"Sayang, bangun lah ini sudah pagi, ayo sebelum berangkat kita sarapan dulu"


Edward terus mencium Kimmy dan pada akhirnya Kimmy membuka mata dan melihat wajah tampan dari suaminya itu.


"Sayang ini sudah pagi? aku masih sangat mengantuk, bolehkah aku tidur lagi? sarapan nanti saja ya"


Kimmy berbicara seperti itu sambil mencoba untuk memejamkan matanya kembali, namun Edward tetap mengguncang tubuh Kimmy dengan pelan agar membuat dia tetap tersadar.


"Hei, kau harus tetap makan, nanti setelah makan kau baru boleh tidur kembali"


"Suapi aku, baru aku akan makan"


Kimmy mengucapkan kata itu sambil masih memejamkan matanya.


"Baiklah nyonya Edward aku akan melakukan hal ini"


Edward mengambil roti gandum yang berisikan daging panggang tersebut dan mulai memotong kecil - kecil agar bisa dengan mudah masuk ke dalam mulut Kimmy.


"Sekarang buka mulut aaaaa"


Kimmy langsung membuka mata dan langsung melihat bahwa Edward betul - betul melakukan apa yang menjadi keinginan nya tadi.


"Hei Edward kau betul - betul melakukan apa yang aku minta? maafkan aku, Kemari kan makanan itu biar aku memakannya sendiri"


Kimmy yang semula masih berada di dalam pelukan dari Edward kini mencoba untuk membuka mata dan memposisikan tubuhnya dengan benar untuk bisa menyantap makanan yang sudah dibawa oleh suaminya itu.


"Sayang untuk apa kau meminta maaf, jika memang kau ingin aku melakukan itu aku akan melakukan nya untuk mu, ini bukan hal yang sulit untuk dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya "


" Hahahaha, iya aku tau tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh tuan muda Edward Chandradinata "


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.