I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
RENCANA GILA KE DUA PRIA



"Aku tidak sembarangan memilih calon pendamping untuk menemaniku seumur hidupku,kau adalah orang yang paling spesial di hati ku"


Dean memandang Liyana dan pada akhirnya mencium bibir Liyana,satu ciuman singkat yang cukup menegaskan bahwa semua yang dikatakan oleh Dean itu benar dan apa adanya.


"Aaaaku akan memeriksa nona Clarissa"


Setelah mendapatkan ciuman singkat dari Dean Liyana keluar dari dalam ruangan Dean menuju ke ruangan Clarissa berusaha untuk kembali memusatkan pikirannya kembali kepada pekerjaan setelah sejenak dibuat kacau oleh Dean.


Sementara itu kini di laboratorium Farmasi Jian Lee Sudah kembali bekerja, sebenarnya dia ingin melakukan semua pekerjaan nya itu esok hari namun hatinya yang kini telah berbunga - bunga membuat Jian Lee pada akhirnya melakukan semuanya di saat ini juga.


"Tuan Martin,aku sudah meracik formula untuk penawar racun tahap ke dua,aku minta agar tuan Martin bisa memastikan formula tersebut betul -betul dipakai dengan bijaksana,karena aku ingin pada tahap ke dua ini,ada cadangan bahan tidak seperti tahap pertama, mencegah jika ada hal -hal yang tidak diinginkan terjadi"


"Baik tuan Jian Lee,akan segera kami lakukan untuk bisa menuju tahap penyempurnaan penawar racun"


"Terima kasih tuan Martin"


Setelah mengatakan hal tersebut Jian Lee segera meninggalkan laboratorium dan segera menuju ke ruang kerjanya.


Sesampainya di ruang kerja Jian Lee melihat Richard yang baru saja tiba dari Rumah Sakit.


"Richard sejak kapan kau tiba disini?"


"Baru saja, bagaimana apakah ada masalah?"


"Sejauh ini semuanya aman,namun ada yang masih belum aman"


"Apa itu?"


"Hatiku belum aman dari Fanny"


Jian Lee mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan kepalanya di kursi.


"Jian Lee apa yang kau lakukan terhadap nona Fanny?jangan sampai kau membuat dia jadi tidak mau untuk merawat Clarissa"


Perlahan Jian Lee mulai memegang bibirnya dengan ke dua tangan dan memejamkan mata membayangkan kembali adegan -adegan ciumannya dengan Fanny.


"Kau gila Jian Lee"


Richard langsung melempar wajah Jian Lee dengan buku dan Jian Lee sukses kembali tersadar ke dunia nyata akibat lemparan buku dari Richard .


"Hei kenapa kau melempari aku dengan buku Richard!! "


"Otak mu kotor Jian Lee"


"Ya kalau kotor tinggal kita bersihkan lagi,haha"


"Ah kau tidak pernah berubah"


"Kau tau setelah aku berhasil mencium nya aku mengatakan bahwa aku mencintainya dan aku mengajaknya untuk menikah"


Richard kini memandang tajam ke arah Jian Lee, Richard tau bahwa sahabatnya ini tidak pernah percaya cinta dan pernikahan.


"Kau betul -betul gila Jian Lee"


"Ya aku gila karena dirinya"


"Apa yang dia katakan ?"


Dan pada akhirnya Jian Lee menceritakan semua yang dialami nya setelah Jian Lee mengajak Fanny untuk menikah dan di akhir cerita Richard pada akhirnya tertawa keras menangapi semua cerita dari Jian Lee tersebut.


"Agar lebih gila, bagaimana jika nanti pernikahan kita satukan saja,kebetulan hari kini aku juga sudah mengatakan kepada Clarissa jika aku akan menikahi nya"


"Ide bagus,aku suka dengan ide mu Richard ,aku yakin beberapa hari lagi pasti dia akan memberikan jawaban setuju atas pernikahan yang aku ajukan pada nya"


"Ya,ya untuk kali ini aku mendukungmu Jian Lee,jangan lupa kau beritahukan kabar ini kepada Edward"