
Doni menuruti semua yang diperintahkan oleh Edward dan pada akhirnya pintu ruang kerja Richard terbuka dan mereka mendengarkan alarm bahaya berbunyi dengan keras di monitor raksasa, deteksi alat pelacak Richard menyala.
"Don ternyata dugaan mu benar, Richard juga menggunakan alat pelacak di dalam tubuhnya, ruangan apartemen ini kedap suara, sehingga suara ini tidak sampai terdengar keluar "
" Betul tuan, mereka mungkin mengincar tuan Richard karena tuan Richard adalah pengendali semua keamanan di Chandradinata, jika tuan Richard mereka tangkap maka besar kemungkinan keamanan Chandradinata akan kacau"
"Itu benar Don, coba kau cari titik koordinat keberadaan Richard saat ini ada dimana "
" Baiklah tuan Edward "
Dan setelah itu Edward duduk di dalam ruangan itu sambil mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan,Edward membuka ponselnya dan dia begitu terkejut karena banyak notifikasi panggilan dari Kimmy.
" Astaga aku tidak melihat ponsel ini, sayang apa yang terjadi di rumah putih "
Saat Edward hendak kembali menghubungi Kimmy, ponselnya Edward kembali menyala dan kali ini panggilan berasal dari tuan Adrian.
" Ya Pa ada apa"
Edward menerima panggilan tersebut dan mendengarkan semua cerita dari tuan Adrian, mata Edward merah dan penuh dengan kemarahan Edward memukul - mukul kan tangan nya ke atas meja mendengarkan cerita tuan Adrian.
"Baiklah Pa Edward mengerti "
Edward menutup panggilan telepon nya dengan tuan Adrian, menutup wajahnya dengan ke dua tangannya dan terdiam sesaat untuk meredakan emosi nya.
" Rei, kau berkhianat dengan Chandradinata, kau akan mendapatkan hukuman berat atas semua yang kau lakukan"
Sementara itu di rumah putih saat Kimmy sedang duduk di ruang tamu untuk menunggu panggilan telepon kembali dari tuan Adrian, tiba - tiba Clarissa turun dari lantai dua berlari keluar, masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil tersebut dengan kencang keluar dari pintu gerbang rumah putih, Maya yang mencoba mengejar Clarissa ternyata tidak berhasil mengejar Clarissa.
"Maya, kenapa nona Clarissa berlari meninggalkan rumah ini begitu saja May, keadaan di luar itu sangat berbahaya "
"Astaga nona Clarissa, aku berharap anda tidak melakukan tindakan gegabah seorang diri"
Kimmy memijit pelipis kepalanya.
"Nona apakah nona baik - baik saja?"
"Ya May, aku hanya agak sedikit lelah "
" Beristirahat saja nona"
Namun belum sempat Kimmy kembali ke dalam kamar, tiba - tiba datang dua mobil dengan simbol resmi Chandradinata masuk ke dalam halaman rumah putih, Kimmy dan Maya melihat lima orang keluar dari dalam mobil tersebut menghampiri mereka.
"Siapa kalian"
" Nona, kami diperintahkan oleh tuan Adrian untuk membawa nona Kimmy dan nona Maya menuju rumah utama sekarang juga"
"Tunjukan bukti jika Papa Adrian yang mengirimkan kalian"
Kimmy yang saat ini sangat berhati - hati kepada orang asing meminta bukti jika memang benar bahwa mereka di kirim oleh tuan Adrian.
"Nona ini bukti nya"
Serempak mereka mengeluarkan tanda pengenal warna kuning dengan simbol Chandradinata, tanda pengenal tersebut hanya dimiliki oleh para pengawal pribadi tuan Adrian.
"Baiklah aku ikut dengan kalian ke rumah utama "
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.