
Kimmy adalah wanita yang berdiri di balik pintu ruang rawat Michelle, Kimmy tak dapat masuk ke dalam ruangan tersebut karena perjanjian nya dengan Cassandra, kini Kimmy hanya bisa berdiri dan melihat semua adegan itu dari balik kaca pintu ruangan rawat Michelle, sambil membelai perutnya Kimmy berbicara pada janin yang berada di dalam kandungan nya dan perlahan pada akhirnya Kimmy berjalan meninggalkan ruangan itu dan memilih menunggu Edward di dalam mobil saja.
Kimmy berjalan menuju ke arah parkiran mobil dan ketika dia sudah sampai di sana, Kimmy melihat Doni.
"Nona Kim"
Kimmy tersenyum kepada Doni dan langsung naik ke dalam mobil, lalu Kimmy membuka kaca jendela nya dan kembali memanggil Doni untuk mendekat ke arah nya.
"Don, tolong beritahu Maya jika hari ini aku akan ikut pulang ke rumah bersama dengan Edward, supaya Maya tidak menunggu aku lagi, segera minta dia untuk kembali ke rumah dan aku meminta dia untuk cuti satu hari, agar kalian bisa memiliki waktu yang lebih akrab lagi"
"Maaf nona Kim, tapi apakah yang nona katakan ini sudah mendapatkan persetujuan dari tuan Edward? "
Kimmy tersenyum mendengar pertanyaan Doni yang diberikan kepada dirinya.
" Don, untuk masalah itu biar nanti aku yang akan berbicara kepada suamiku, lakukan saja apa yang sudah kuperintahkan kepada mu"
"Baik nona Kim"
Kimmy kembali tersenyum kepada Doni dan perlahan Kimmy mulai menutup kembali kaca jendela mobil itu.
Kimmy sengaja tidak menghubungi Edward dan memberitahukan jika dia sudah berada di dalam mobil, karena Kimmy ingin agar Edward lebih bisa memiliki waktu bersama Michelle putri kecilnya itu.
"Edward maafkan aku yang sengaja tidak memberitahukan jika aku sudah selesai dan sudah berada di dalam mobil, aku hanya ingin kau memiliki waktu yang lebih banyak untuk putri kecilmu itu"
Sambil membelai perutnya yang sudah mulai membesar Kimmy terus menunggu kedatangan Edward didalam mobil dan karena Edward juga belum muncul, pada akhirnya Kimmy tertidur di dalam mobil tersebut.
Saat Kimmy tertidur Kimmy bermimpi dan di dalam mimpinya itu dia melihat banyak darah yang berceceran di lantai, Kimmy melihat dua orang satu laki-laki dan satu wanita tergeletak tak berdaya di dalam sebuah ruangan.
"Tolong, tolong, tolong ada yang terluka, tolong, ayo cepat panggil petugas medis, ayo cepat!! hiks, hiks, hiks, hiks"
Di dalam tidurnya Kimmy berhalusinasi dan berteriak - teriak.Suara teriakan Kimmy terdengar oleh Doni dan beberapa pengawal yang berada di luar spontan membuat semua orang yang mendengarkan suara Kimmy segera menghampiri Kimmy dan mencoba untuk membangunkan Kimmy.
"Nona,nona Kim bangun nona, nona"
Doni mulai menepuk-nepuk pundak Kimmy dan berusaha untuk membuatnya kembali tersadar, dan Kimmy yang merasa ada seseorang yang sedang memanggilnya langsung terbangun dari tidur siang nya yang cukup singkat itu.
"Nona, anda kenapa, anda tidak apa-apa?"
Kimmy yang baru tersadar dari mimpi buruk nya, kini mencoba untuk tenang dan menarik nafas nya dalam - dalam.
"Don, ambilkan aku air putih"
Segera Doni berlari mengambil air putih dari salah satu pengawal yang posisi nya paling dekat dengan Kimmy.
Kimmy meminum air putih yang diberikan Doni kepada dirinya, perlahan kesadaran nya sudah mulai kembali dan kini dia sudah yakin bahwa tadi itu hanya mimpi semata.
" Jangan Don, jangan kau hubungi Edward biarkan dia tetap di sana, aku akan menunggu sampai dia selesai bercengkrama dengan putrinya, tadi aku hanya mimpi buruk saja Don"
"Baiklah nona Kim jika memang keadaan nona baik - baik saja"
Kimmy kembali menutup pintu mobil dan kini dia menyandarkan kembali tubuh nya, jantung nya masih berdegup kencang akibat mimpi buruk yang baru saja dia alami itu.
Tuhan kenapa perasaaan ku tidak enak seperti ini, kenapa ada mimpi yang seperti tadi Tuhan, laki-laki dan perempuan yang sedang terluka parah itu,wajahnya meskipun buram namun aku merasa mengenal mereka berdua, Tuhan kenapa dada ini rasanya sesak sekali, kenapa hati ini mendadak begitu sedih, seperti aku akan kehilangan seseorang.
Sebuah mimpi buruk di siang hari dan dalam tidur singkat nya Kimmy, mampu membuat perasaan Kimmy saat ini menjadi dilema, hatinya begitu gelisah karena mimpi buruk yang baru Kimmy alami tadi serasa seperti nyata.
Kimmy mencoba untuk tetap tenang dan tetap menunggu kedatangan Edward, dan tak beberapa lama Edward datang dan membuka pintu mobil, dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
"Hei, sayang kenapa kau tidak memberitahukan aku jika kau sudah disini, jika aku tau kau sudah menunggu ku dalam waktu yang cukup lama, maka aku akan segera bergegas kemari"
Begitu Edward masuk ke dalam mobil, Edward langsung memeluk dan mencium puncak kepala Kimmy, dan Kimmy yang telah mengalami mimpi buruk segera menenggelamkan tubuh dan wajahnya itu ke dalam pelukan dari Edward.
"Sayang, aku hanya ingin memberikan waktu kepadamu lebih banyak untuk bersama dengan putri kecilmu, bagaimana pertemuan mu tadi dengan Michelle? "
" Sayang, maafkan aku yang sejenak meninggalkan mu, aku bahagia bisa bertemu dengan Michelle, aku melihat tubuhnya begitu lemah, aku hampir tidak sanggup untuk melihat fisik Putri ku yang seperti itu, hatiku hancur saat aku melihat jarum yang menusuk tubuhnya yang masih kecil itu, ingin sekali aku memeluk putri kecil ku itu dalam keadaan yang sehat"
"Sayang kau harus sabar, dan kuat karena saat ini Michelle kecil sangat membutuhkan mu dan nona Cassandra untuk menguatkan dia melawan penyakit nya, Michelle butuh kehadiran orang tua lengkapnya "
Kimmy memeluk erat Edward di dalam mobil sambil mengatakan akan hal itu.
" Iya sayang, maafkan aku jika aku pada nantinya mungkin akan sedikit memiliki waktu kembali bersama dengan Clarissa, tapi kau harus percaya bahwa aku melakukan itu hanya itu Michelle tidak untuk hal yang lainnya"
"Sayang aku percaya kepada mu, aku kan yang meminta mu untuk menyetujui persyaratan dari nona Cassandra, itu berarti aku betul - betul percaya kepadamu "
" Terima kasih sayang"
Edward kembali mencium kening Kimmy berkali-kali.
"Don, jalankan mobil nya sekarang"
"Baik tuan Edward "
Doni yang masih berada diluar segera masuk ke dalam mobil dan kini dengan perlahan mobil tersebut mulai keluar dari parkiran Rumah Sakit itu.
Sepanjang perjalanan Kimmy lebih banyak diam dan lebih banyak tenggelam di dalam pelukan dari Edward, hati Kimmy yang masih dilema akibat mimpi buruk yang baru di alami nya membuat Kimmy pada akhirnya tidak banyak berkata-kata.
Mungkin aku tidak perlu menceritakan mimpi ku ini kepada Edward.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.