
Sementara itu di sudut lorong Rumah Sakit,nampak satu orang yang sedari tadi memperhatikan Kimmy dan Maya, seseorang pengintai yang mengawasi gerak gerik Kimmy dan melaporkan nya kepada seseorang.
"Baik tuan aku mengerti"
Dan pada akhirnya sang pengintai tersebut kembali menjalankan tugasnya tanpa sepengetahuan siapapun.
Sementara itu kini mobil Kimmy sudah masuk ke halaman rumah utama,Nyonya Tiara yang baru saja kembali dari Asia tenggara bersama dengan Ibu dari Jian Lee segera langsung menuju rumah utama untuk menyambut menantu kesayangan nya itu,dan kini saat mobil Kimmy sudah tiba di halaman semua penghuni rumah utama sudah berbaris rapih menyambut kehadiran tuan muda kecil.
"Selamat datang kembali nona Kim"
Semua asisten rumah tangga mengucapkan hal itu serempak dan membungkukkan badannya.
"Terima kasih"
Kimmy tersenyum kepada setiap para asisten rumah tangganya,buat mereka sosok seorang Kimmy Valerie adalah seorang nona besar yang sangat ramah dan tidak pernah membedakan - mereka,itu sebabnya semua orang yang bekerja di rumah utama sangat sayang terhadap Kimmy dan begitu antusias menyambut kehadiran nya bersama dengan tuan muda kecil.
"Selamat datang sayang"
Nyonya Tiara mencium kening Kimmy dan Alexander secara bergantian.
"Terima kasih Ma"
"Selamat datang putri dan cucu kesayangan ku"
Sang Ibu menahan haru ketika melihat putrinya kini sudah menjadi seorang Ibu.
"Terima kasih Ibu"
"Kak Kim selamat datang,hai Alexander perkenalkan ini Bibi Lisa dan Om Natan"
Natan dan Lisa juga sangat antusias dengan kehadiran dari Alexander.
"Menantuku ayo masuk,kau pasti lelah"
Kimmy mengikuti langkah kaki nyonya Tiara dan Ibunya,namun matanya mencari -cari beberapa orang yang belum dia temui hari ini.
"Ma,dimana Papa Adrian dan Kakek Jaya?"
"Ah mereka,hari ini mereka masih berada di kantor untuk mengantikan Edward dan Richard yang saat ini sudah berada di Negara H,nanti sore Mama juga akan kesana untuk menghadiri jamuan makan malam tuan Jhon Lee,apa kau mau ikut?"
"Tidak Ma, Alex yang masih kecil tidak akan kuat untuk menempuh perjalanan jauh,aku akan tetap tinggal di rumah utama bersama dengan Ibu dan Maya"
"Kau benar sayang, sekarang sudah ada Alexander yang harus kau jaga selain dari Edward dan semua yang akan kau lakukan memang harus melihat Alexander terlebih dahulu, baiklah nanti akan aku sampaikan alasan ketidakhadiran mu kepada tuan Jhon Lee"
"Nak,kemarikan Alexander,biar dia bersama dengan kita dan kau beristirahat lah,kau pasti sangat lelah"
"Baiklah Bu"
Kimmy memberikan Alexander kepada Ibunya dan setelah itu kedua wanita tersebut keluar bersama dengan cucu mereka.
"Aku sangat bahagia, sekarang aku bisa mengerti betapa pengorbanan seorang Ibu itu tidak akan ternilai oleh siapapun,Tuhan jaga dan lindungi keluarga kecilku.Amin"
Kimmy merebahkan dirinya kembali di atas tempat tidur,baru satu menit dia memejamkan mata ternyata ponsel nya berbunyi dan ada nama sang suami yang menghubungi dirinya.
"Hallo Edward ada apa"
"Sayang bagaimana hari ini apa kau merasa nyaman dengan semua pengawalan yang telah aku berikan kepadamu?"
"Boleh aku jujur"
"Ya,kau harus jujur"
"Sebenarnya aku tidak nyaman Edward dengan semua yang telah kau berikan kepadaku,aku seperti kehilangan kebebasan ku"
Edward diam mendengarkan semua ungkapan hati dari istrinya tersebut.
"Hmm, baiklah tunggu aku pulang,nanti aku akan merencanakan kembali agar kau tetap merasakan nyaman"
"Sayang kapan kau akan kembali?"
"Aku dan Alexander merindukan mu"
"Sabar, setelah acara jamuan makan malam selesai aku akan secepatnya kembali ke Negara W, sekarang kau beristirahat lah"
Edward dan Kimmy pada akhirnya menutup panggilan telepon mereka dan pada akhirnya Kimmy merebahkan dirinya kembali di atas tempat tidurnya dan mulai terlelap.
Sore hari menjelang malam pun tiba, seperti yang dikatakan oleh nyonya Tiara bahwa hari ini Nyonya Tiara akan melangsungkan perjalanan ke Negara H.
"May apakah gaun ku sudah cantik?"
"Sudah nyonya"
"Baiklah,aku akan segera pergi ke Bandara untuk menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh keluarga Lee,kau jagalah Kimmy dengan baik"
"Pasti nyonya"
Dan pada akhirnya nyonya Tiara meninggalkan rumah utama menuju ke Bandara,Sepenjang perjalanan nyonya Tiara asyik mengobrol lewat telepon dengan para rekan sosialita nya sampai pada satu titik.
"Tunggu,hentikan mobil ini!!"
Nyonya Tiara meminta mobil yang dikemudikan oleh pengawal Chandradinata dihentikan dan diseberang jalan nyonya Tiara melihat sosok yang dia kenal hendak masuk ke dalam mobil.
Jason,untuk apa laki-laki itu berada di Negara W?apa karena putranya Joseph menjadi tahanan disini?"
Nyonya Tiara terus mengamati laki -laki tersebut.
"Aku harus segera memberitahukan hal ini kepada Adrian,jalan pak"
Ingatan nyonya Tiara mulai bermain dengan ingatannya sosok seorang Jason pimpinan mafia yang juga merupakan mantan kekasih nya yang dulu memperebutkan dirinya dengan tuan Adrian,namun ingatan tersebut terpaksa harus berhenti karena kini nyonya Tiara sudah sampai di bandara langsung menuju ke pesawat jet yang akan membawanya ke Negara H.
Sore yang telah berganti malam di Malam ini tuan John Lee mengadakan jamuan selamat datang kepada semua ahli farmasi,tim Dokter dan juga anggota keluarga Chandradinata untuk kedatangan mereka kemari,jamuan ini berlangsung secara tertutup dari awak media.
"Selamat datang Adrian,tuan Jaya"
Tuan Jhon Lee menyapa tuan Jaya dan tuan Adrian yang baru saja tiba dari Negara W.
"Halo Jhon Lee lama sekali kita tidak pernah bertemu"
Haha,ya Adrian terlalu lama karena kita sibuk dengan segala bisnis yang kita punya.
"Kau benar Jhon Lee"
"Mari kita berbincang dengan keluarga Lee yang lainnya"
Tuan Jhon Lee mengajak tuan Adrian dan tuan Jaya untuk bergabung dengan keluarga Lee.
"Edward, Richard apa kalian melihat Fanny?"
"Tidak kami belum melihatnya"
Jian Lee membisikkan beberapa kata kepada Richard dan juga Edward karena mata Jian Lee belum melihat orang yang cintanya itu.
"Kemana dia"
"Sudahlah,kau tenang saja nona Fanny bukan anak kecil lagi yang harus terus kau absen"
"Tapi aku ingin mengenalkan dia kepada Mama Edward,kau tau sendiri Mama kita itu sama, para sosialita yang selalu menginginkan wanita yang terbaik untuk mendampingi anaknya"
Belum selesai berbicara Richard menepuk bahu Jian Lee.
"Ratumu sudah datang Jian Lee"
Dan dari pintu masuk Jian Lee melihat seseorang yang sangat cantik mulai masuk ke dalam ruangan dan sosok tersebut sangat tidak asing lagi untuk Jian Lee.
"Ya Richard ratuku telah datang dan dia sangat cantik"
Jian Lee segera memberikan gelasnya kepada Richard dan setengah berlari menghampiri Fanny..