I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
MULAI TERUNGKAP



Rasa sesak yang begitu menyeruak di hati Kimmy begitu terasa, hal tersebut karena sesaat yang lalu mereka berjanji untuk saling jujur dan setia dan saat ini dirinya hidup dalam sebuah cerita yang sedang Edward cerita kan.


Air mata Kimmy mengalir deras dengan apa yang ditemukan nya saat ini, entah kenapa rasa sesak yang dulu pernah dia rasakan kembali hadir, rasa yang selalu datang saat dia berhadapan dengan Edward, rasa yang tidak bisa di lukiskan, rasa yang selalu dia tepis dan menyakinkan diri sendiri bahwa apa yang dikatakan semua orang tentang suaminya itu benar adanya.


Kini sebuah dompet kecil itu seakan mulai membuktikan bahwa apa yang dikatakan semua orang yang berada di dekatnya itu tidak benar.


"Tuhan mereka semua membohongi ku, suami orang yang aku sangat percaya juga saat ini sedang membohongi diriku, saat ini aku tidak bisa percaya kepada siapapun kecuali kepada Engkau Tuhan hiks, hiks, hiks, Tuhan kembalikan ingatan aku secepatnya, aku siap jika memang aku harus menghadapi hal-hal yang sebenarnya tidak ingin aku lihat, dibohongin oleh orang yang kita sayang itu menyakitkan Tuhan hiks, hiks, hiks"


Kimmy menangis di depan meja rias nya, di dalam kamar yang sejenak tadi menjadi tempat bercumbu dua insan yang sedang di landa cintai, namun kini tempat itulah yang membuat Kimmy tersadar bahwa laki-laki tersebut yang sesaat yang lalu sudah mengucapkan janji pada nya, namun laki-laki itulah yang memberikan banyak kebohongan kepada dirinya saat ini.


Di pintu kamar yang masih terbuka, nampak Maya diam-diam melihat keadaan nona muda nya yang sedari tadi menangis di depan meja rias nya, Maya terdiam di dalam tempat dia berdiri, Maya lebih memilih tetap berada di sana sambil terus memperhatikan nona muda nya menangis.


"Maafkan aku nona, aku yang meletakkan dompet kecil tersebut di dalam laci meja riasmu, maafkan aku nona yang harus melakukan ini, maafkan aku nona jika saat ini membuat hati nona menjadi sakit, maafkan aku nona yang harus melakukan ini semua, aku hanya ingin nona tau diri nona yang sesungguhnya, nona bukan lagi seperti majikan, namun nona adalah sahabat baik buatku"


Maya hendak segera meninggalkan tempat dimana dia berdiri, namun belum sempat dia pergi Kimmy melihat keberadaan Maya.


"May Kemarilah, Kemarilah May"


Maya yang hendak melangkah kan kakinya terpaksa harus masuk ke dalam ruangan kamar dimana Kimmy saat ini berada.


"Nona, apa yang nona butuhkan saat ini saya akan segera sediakan"


Maya mencoba bersikap sedatar mungkin di hadapan Kimmy, Kimmy menatap mata Maya dan berusaha mencari jawaban apakah mata tersebut saat ini sedang menyimpan sesuatu


"May, kemari dan duduk lah ada yang ingin aku bicarakan padamu"


Deg


Hati Maya sangat kaget dengan perkataan Kimmy, namun dirinya tak dapat berbuat apapun apalagi melarikan diri dari hadapan Kimmy, Maya sudah tau betul bahwa perbuatan yang dia lakukan memiliki konsekuensi yang besar


"Baiklah nona, apa yang akan nona bicarakan padaku"


Kimmy menarik nafasnya dalam-dalam yang membuka sebuah percakapan.


"Katakan padaku dengan jujur siapa aku yang sebenarnya, aku tau kau bukan hanya seorang pelayan disini, aku tau hubungan kita di masa lalu sangat dekat, itu sebabnya ketika kau datang aku begitu ingin memeluk mu May"


Kimmy kembali menatap wajah Maya yang semakin tertunduk dan tak berani melihat ke arah dirinya.


"May, aku tau sebagai seorang sahabat yang baik kau tidak akan berbohong padaku, katakan apakah betul profesi ku dimasa lalu adalah seorang dokter?"


Maya yang tidak berani menatap wajah Kimmy hanya mengangguk-angguk kepalanya.


"Nona maafkan Maya, maafkan Maya yang tidak bisa mengatakan kepada nona"


"Lalu katakan padaku kenapa ada pil kontrasepsi di dalam dompet ini, apa betul aku di masa lalu sedang menunda kehamilan? "


Maya kembali mengangguk-angguk kepalanya.


" Untuk apa May aku melakukan hal tersebut jika aku memiliki suami yang begitu mencintaiku"


"Maafkan Maya nona, untuk hal ini Maya kurang mengerti mengapa nona Kimmy memutuskan untuk menunda kehamilan"


"Lalu May siapa nona Liyana? "


Deg


Maya ingin sekali lari dari kamar tersebut ketika Kimmy menanyakan tentang siapa Liyana.


" May apakah kau mendengarkan aku, May? "


" Mmmmaffkan Maya kurang tau siapa nona Liyana nona"


Maya mengatakan hal tersebut sambil terus menundukan wajahnya, hatinya sedih ketika dia tidak berani menceritakan hubungan nona mudanya dengan Liyana di masa lalu, nyali nya begitu ciut untuk menyebutkan bahwa nona Liyana adalah nona malam yang pernah mengalami penembakan oleh suaminya sendiri.


Kimmy melihat Maya begitu tertekan akan pertanyaan dirinya, Kimmy tau bahwa Maya masih menutupi segala sesuatu dari dirinya, namun pada akhirnya Kimmy memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut karena menurut Kimmy itu percuma.


"Baiklah May, aku tau kau masih berbohong pada diriku, aku tau masih banyak hal yang kau sembunyi kan dari diriku, jika kau tidak bisa mengatakan pada ku tidak apa-apa May aku akan berusaha untuk mencari tau nya sendiri"


"Nona Mmmmaffkan Maya nona hiks, hiks hiks"


Kimmy menatap Maya dan tersenyum


"Iya May aku sangat mengerti akan posisi mu saat ini, sekarang pergilah dari sini aku yakin tembok di dalam rumah ini juga dapat mengintai semua hal yang kita bicarakan, aku tidak mau kau mendapatkan masalah atas perbuatan mu, terima kasih May kau pasti yang menaruh dompet kecil ini dilaci meja riasku, aku tau hanya kau yang pasti tidak ingin menyembunyikan masa lalu ku, karena aku adalah sahabat mu, pergilah dan jangan banyak berbicara "


Maya memandang senyum Kimmy yang sangat lembut dan segera beranjak dari sisi kamar tersebut,Maya begitu tambah kagum kepada sosok nona mudanya tersebut, hatinya yang begitu tulus masih sangat terasa meskipun nona mudanya sedang hilang ingatan.


"Baiklah tuan Edward aku akan mengikuti setiap permainan yang saat ini sedang kau ciptakan, aku tidak mengetahui mengapa kau begitu menutupi setiap masa lalu ku, namun pasti sudah terjadi sesuatu hal sehingga kau begitu menutupi semuanya dari sisiku"


Kimmy mencoba untuk menghapus setiap air matanya dia beranjak dari tempat dia menangis, Kimmy akan mengikuti setiap permainan yang saat ini sedang Edward ciptakan permainan yang belum memiliki ujung nya seperti apa.


Sementara posisi Edward yang begitu sibuk di dalam mobil karena menyiapkan presentasi penting untuk tamu nya di kantor membuat dia lupa menyalakan CCTV kamar, sehingga Edward tidak melihat bagaimana Kimmy menangis, bagaimana Kimmy berhasil menemukan dompet kecil yang mengungkap rahasia nya di masa lalu.


Cinta buta yang saat ini Edward rasakan perlahan membuat Edward lupa bahwa dia juga memiliki istri yang pintar,cinta buta Edward yang saat ini membuat dia merasa bahwa dia sudah melakukan hal yang terbaik di dalam dirinya.